Kami teruskan dari Milist Suara Hati/SUARA... semoga ada manfaatnya... ________________________________________ Dari: oman abdurahman Kepada: [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Jumat, 7 November, 2008 08:25:52
Mas Hadi (ijinkan saya memanggil Anda dengan kependekan tersebut), Apabila pertukaran informasi itu mulus dan berjalan lancar dengan umpan baliknya, maka hipotesis internet sebagai pengantar dan sarana untuk dijumpainya atau mewujudnya "akal pertama" (dengan tafsiran standar maupun yang mendalam) itu akan semakin nyata. Konon, manusiadi internet lama kelamaan hanya akan mencari kebenaran atas segala sesuatu. Sesuai dengan prediksi atau statement Al Qur'an bahwa"sesungguhnya kebathilan itu adalah sesuatu yang akan lenyap" (Surah Al Isro ya?), maka yang bathil-bathil di internet - dengan berlalunya waktu - akan semakin tidak populer dan ditinggalkan orang (meskipun demikian, filtering atas informasi sampah atau informasi yang merusak moral tetap harus dilakukan, terutama untuk anak-anak). Dalam sistuasi ketika sudah semakin banyak orang yang mencari kebenaran di internet, dari golongan dan madzhab apapun mereka berasal, maka kesempatan untuk muncul dan memanifestasinya kebenaran universal itu semakin besar. Kebenaran itu untuk sebagian bagian terbesar manusia - termasuk kebanyakan kita - saya sendiri khususnya - di dalanya masih tertutup. Penutupnya itu secara garis besar saya kelompokkan atas dua bagian: Pertama, penutup yang berasal dari dalam diri kita sendiri, yaitu hati yang tidak atau kurang bersih dari berbagai kotoran duniawi. Kedua, penutup yang berasal dari luar. Yang kedua ini pun saya kira perlu dibagi minimal menjadi dua bagian. Pertama ( dari yang kedua), penutup yang berasal dari distorsi terhadap informasi.Termasuk penutup kelompok pertama dari yang kedua ini adalah berita-berita yang begitu saja tanpa usaha dan penggunaan pikiran serta hati yang jernih dianggap sebagai tradisi-tradisi kebenaran. Kedua (dari yang kedua), penutup yang berasal dari tipu muslihat dari kelompok orang-orang yang memang ingin menyelewengkan kebenaran atau mereka yang dengan sengaja menyesatkan umat manusia, ya semacam "Rahwana" dan pasukannya serta orang-orang yang di dalam semacam "Rahwana" dan pasukannya serta orang-orang yang di dalam hatinya ada bibit penyakit lalu terkena pengaruh hawa panas yang keluar dari mulut Rahwana yang sebenarnya tidak mati itu. Melalui internet terdapat peluang untuk membenturkan semua informasi lalu menyaringnya dengan hati dan pikiran yang jernih dengan senjata lain berupa keterbukaan untuk mendengar semua informasi dan memilihnya- dengan lapang dada - yang terbaik daripadanya. Ini sesuai dengan spirtit salah satu ayat dalam Al Qur''an surah Az Zumar, sekaligus merupakan salh satu tanda Ulil Albab. Jika dunia ini sekarang dan ke depan semakin memerlukan orang-orang suci- orang-orang yang kaafah baik dalam ilmu-ilmu humaniora maupun agama dan juga bersih akhlaknya, maka pengakuan terhadap orang-orang suci pun akan dibantu oleh "mukjizat" era informasi ini. Maka, keselamatan bagi mereka yang masih bersih, mereka - diantaranya - para Ulil Albab. Salam, Manar 2008/11/6 Abdul Hadi WM: Terimakasih atas pandangan Anda yang simpatik. Sebagai tambahan dan sekaligus penjelasan atas pemikiran saya yang terserak-serak, bersama ini sekaligus penjelasan atas pemikiran saya yang terserak-serak, bersama ini saya kirim copy file dua karangan saya yang pernah saya kemukakan dalam saya kirim copy file dua karangan saya yang pernah saya kemukakan dalam forum diskusi. Yang pertama, nama filenya Mileniarisme memuat tulisan berjudul Apokapiltisisme dan Teokrasi Amerika. Karangan tersebut membahas buku Kevin Philips "American Theocracy". Sudah sejak lama sebenarnya krisis keuangan global yang dimulai dari krisis di Amerika telah diramal oleh pakar yang pengamatannya tajam. Ternyata invasi AS atas Iraq, Afghanistan dan pendudukan Israel atas tanah bangsa Palestina tidak hanya berkaitan dengan persoalan politik, ekonomi dan minyak, juga dengan masalah agama, sejarah, dan perang peradaban. Yang kedua, membahas kitab Tajus Salatin, deskripsi tentang etika politik Islam oleh seorang cendekiawan sufi Melayu Aceh abad ke-16 M. Sudilah membaca dua karangan tersebut dan sebarkan pada kawan-kawan yang berminat membacanya. Salam ________________________________________ Dari: WIYOSO HADI Terkirim: Kamis, 6 November, 2008 09:08:03 Topik: [SUARA] RE: Bls: Re: mengantisipasi resesi Terima kasih Pak Abdul Hadi, di sinilah, menurut hemat saya, perlunya dialog lintas sospolbud (sosial-politik-budaya), agama, dan bangsa-bangsa yang "benar-benar" terbuka, jujur dari hati ke hati, dan obyektif melihat, mengakui kekurangan-kekurangan maupun menghargai kelebihan-kelebihan diri (golongan dan bangsa sendiri) dan pihak lain (golongan/kelompok dan bangsa lainnya). Tanpa itu, dunia ini, bangsa-bangsa sulit bersatu, tetap bergerak sendiri-sendiri. mencari keselamatan dan keuntungan pribadi, golongan, kelompoknya sendiri-sendiri. Lalu bagaimana dengan 'saudara-saudara' kita sebangsa setanah-air bahkan sesama bani Adam :) yang "keras-keras kepala", yang "keras hati" sulit untuk diajak kerjasama "berubah"/ mereformasi diri ke arah kebajikan, ke arah etika-moral-kebaikan? di sini lah, saya rasa, adalah tugas bersama kita untuk mengetuk hati, membuka hati "yang keras-keras" itu :) Jelas ini menuntut kebesaran jiwa dan kesabaran super-extra :). tapi bukankah Allah berserta orang-orang yang sabar.. (Al-Baqarah: 153 & 249) :-) dan "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati/ingat-mengingatkan dengan kebenaran (informasi2/data2/berita2 yang benar dan fakta2 nyata) dan dengan sabar." (Al-'Ashr: 1-3). Allah ta'ala berfirman, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya (sabar) dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Ali 'Imraan: 133-134) dan "Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan." (Al-Mu'minuun: 96). yos ________________________________________ From: On Behalf Of Abdul Hadi WM Sent: Wednesday, November 05, 2008 10:49 PM Subject: Bls: RE: mengantisipasi resesi Tanda-tanda ke arah perubahan besar sedang menampakkan diri di dunia ini. Semuanya tentu dengan kehendak Yang Maha Kuasa, yang tidak berhenti berurusan dengan dunia dan segala ciptaan-Nya begitu proses penciptaan alam semesta ini usai. Banyak orang mengira bahwa setelah dunia diciptakan Tuhan beristirahat dan mengamati semua kejadian di dunia hanya dari kejauhan. Pandangan semacam itu ternyata bertolak belakang dengan bukti-bukti sejarah. Di antara tanda-tanda perubahan besar itu ialah: (1) Krisis keuangan global yang dimulai dari Amerika Serikat; (2) Keinginan AS untuk berdamai dengan Taliban di Afghanistan, tetapi Taliban minta syarat agar tidak melibatkan al-Qaedah. Ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara Taliban dan al-Qaedah, dan menurut seorang teman dari Afghanistan mereka -- Taliban -- itu tahu bahwa al-Qaedah adalah bikinan saja; (3) Banyaknya sandiwara konyol dan opera sabun dipentaskan di negeri ini menjelang eksekusi mati Amrozi cs. Ternyata banyak kelompok yang ingin mengail ikan di air keruh. Tidak sedikit juga ternyata orang yang bersimpati kepada Amrozi, karena dalam keyakinan mereka bukanlah dia Dalang sebenarnya dari peristiwa Bom Bali. Mantan inteligen Z. A. Maulani (almarhum) tahu itu, sayang beliau sudah berpulang ke rahmatullah; (4) Begitu Obama menang, PM Perancis Sarkozy menyambutnya dengan ajakan agar rekannya itu mulai merancang tatanan baru ekonomi dan politik dunia. Krisis keuangan global memang paling dirasakan oleh negara-negara sahabat AS seperti Uni Eropa. Sejumlah pakar mengatakan bahwa dalam dua tiga tahun mendatang Uni Eropa akan mengalami perpecahan.; (5) Eksistensi negara-negara yang bermain di pasar keuangan seperti Singapura, tidak lama lagi akan dilanda krisis yang belum dialami sebelumnya; (5) Kedigdayaan ekonomi dunia mulai beralih ke negera-negara seperti Cina, Rusia, Iran, Arab, dan beberapa negara lain yang tidak terpengaruh oleh krisis keuangan global disebabkan menjaga jarak dengan WTO, IMF dan sekutu-sekutunya. Silakan analisisisnya diteruskan. Hanya itu saja yang dapat saya tulis kali ini. Al-Qur'an telah menyatakan bahwa "Manusia boleh bertipu daya, tetapi tipu daya Tuhan lebih dahsyat". As, Israel dan sekutu Eropanya boleh menipu rakyat Palestina, Iraq, Afghanistan, orang Islam di seluruh Dunia dan bangsa-bangsa lemah di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Tetapi tipu daya Tuhan nanti akan dirasakan betapa jauh lebih dahsyatnya. Tetapi apakah bangsa Indonesia sudah siap menghadapi tantangan dan perubahan besar ini? Bukankah bangsa ini dkenal sebagai bangsa yang gemar membohongi sejarah dan karena itu sejarah pasti juga akan membohonginya. Sebagian besar penduduk Indonesia dikatakan beragama Islam, tetapi kebudayaan Islam dikekang dan dihambat untuk berkembang. Pluralisme dipaksakan. Orang Islam dituduh memulai konflik di Ambon dan Poso, sedangkan dalam kenyataan orang Islamlah yang menjadi korbannya. Salam. ________________________________ Dari: WIYOSO HADI Terkirim: Rabu, 5 November, 2008 12:42:25 Topik: RE: mengantisipasi resesi Trims, saya teruskan ke milist sebelah dan kepada rekan2 lain. semoga bisa menjadi bahan masukan bersama. Allah berfirman, " Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan). (Al-Baqarah: 272) ________________________________________ From: MANDRA K Sent: Wednesday, November 05, 2008 10:30 Ini Artikel dari Gerai Dinar hari ini, Semoga Bermanfaat... Mengantisipasi Resesi… Kemarin (14/11/08) di Brussels European Commission memberikan peringatan bahwa secara teknis 15 negara yang menggunakan mata uang Euro telah jatuh kedalam resesi. Menurut para ekonom definisi resesi ini adalah pertumbuhan yang minus selama dua kwartal atau lebih secara berturut-turut. Dengan definisi tersebut, Indonesia secara teknis belum (dan mudah-mudahan tidak) mengalami resesi ini. Data BPS terakhir yang saya lihat melalui situsnya menunjukkan PDB kita tumbuh 2.4 % pada triwulan ke 2 (Quarter to Quarter) tahun ini; meningkat dari 2.1 % pada triwulan sebelumnya. Saya belum peroleh data PDB untuk triwulan ke 3, mudah-mudahan juga baik kalau keluar nanti. Ini mungkin yang menjadi alasan otoritas negeri ini nampak tenang-tenang saja menghadapi krisis finansial global yang mulai membawa resesi ke negara-negara ekonomi kuat seperti Uni Eropa tersebut diatas. Mudah-mudahan mereka tahu apa yang kita tidak tahu, dan mudah-mudahan pula apa yang mereka ketahui (yang kita tidak tahu tersebut) adalah hal yang menyenangkan dan membawa kebaikan pada negeri ini. Orang awam seperti saya (mungkin karena ketidak tahuan saya) hanya bertanya-tanya; apa iya sih negara-negara ekonomi kuat seperti Uni Eropa saja pada berjatuhan ke lembah resesi – sedangkan kita yang lebih banyak berhutang & lebih banyak membutuhkan investor dari luar – aman-aman saja ?. Padahal kita juga tahu sebagian pemberi hutang dan investor kita juga datang dari negara-negara yang mengalami resesi tersebut !. Ok, resesi atau tidak – tidak perlu kita permasalahkan. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mempersiapkan diri agar kita siap mengahadapi situasi ekonomi yang buruk kedepan – kalau ini harus terjadi. Alhamdulillah kita punya tuntunan yang sempurna, yang kesempurnaannya dinyatakan sendiri oleh Pencipta kita dalam firmanNya “…… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu….” (QS 5:3). Sebagai tuntunan yang sempurna, agama ini bukan hanya mengatur dengan hukum (syariat)-nya; tetapi juga memberi jalan atau metode (manhaj) dalam segala urusan. Dalam menghadapi paceklik modern – krisis finansial global misalnya, kita bisa mengikuti manhaj nabi Yusuf yang diceritakan dengan sangat Indah dalam Al-Quran; petikannya : “Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.” Kunci mengantisipasi paceklik menurut ayat tersebut adalah gandum yang disimpan dan dibiarkan dibulirnya. Mengapa demikian ?; karena gandum yang dibiarkan dalam bulirnya akan awet tersimpan, tidak busuk dan ketika ditanam lagi sebagai bibit – dia tidak kehilangan daya tumbuhnya. Panenan umat jaman ini bukan gandum, tetapi bagi yang bekerja bisa saja berupa gaji, bonus, tantiem dlsb. Bagi negara panenan ini bisa berupa minyak bumi, hasil hutan, hasil tambang, hasil laut dlsb. Bagi individu mengatisipasi krisis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sebagian yang kita hasilkan, menggunakan uang kertas untuk konsumsi jangka pendek, dan menyimpan sebagiannya di ‘bulirnya’ – yaitu asset lain yang tidak mengalami penurunan nilai. Dinar emas adalah salah satunya. Bagi negara, mengantisipasi krisis dapat dilakukan dengan mengerem konsumsi sumber daya alam – meningkatkan kemampuan mengolah hasil bumi, hasil laut , hasil hutan, hasil pertanian dlsb. Sampai kebutuhan sandang, pangan dan papan semaksimal mungkin tercukupi dalam negeri. Bagi negara juga jangan menukar asset riil yang sebenarnya tidak mengalami penurunan nilai ( minyak , gas dan hasil tambang lainnya misalnya), dengan asset yang mudah busuk nilainya seperti US$ dan berbagai mata uang asing lainnya. Mudah kah ini diimplementasikan di jaman sekarang ?. Mungkin tidak mudah memang kalau kita berpikir secara sekuler; tetapi kalau kita sudah berniat sungguh-sungguh untuk mengambil jalan yang sesuai kehendakNya dan dicontohkanNya – maka insyaallah semua akan dimudahkanNya. Wallahu A’lam. [Dikutip dari suaraSUARA: http://groups.yahoo.com/group/suarasuara/ ] PH PRO Indonesia ___________________________________________________________________________ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ******************** Situs untuk Jual Beli Barang untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kolom/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kolom/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
