Dikutip dari Forum SUARA...
semoga bermanfaat.

________________________________________
From: WIYOSO HADI


...adalah naluri manusia untuk berusaha mengenal-Nya sesuai sudut pandang 
masing-masing. Saya pribadi meyakini bahwa DIA ingin dikenal walaupun setiap 
makhluk memiliki keterbatasan pemahaman/sudut pandang masing-masing untuk 
"mengenal"-Nya. Maka saat suatu ketika Nabi Muhammad saw. menanyakan kepada 
keempat sahabatnya: Dimanakah Allah? keempat sahabat memberi jawaban yang 
berbeda-beda sesuai sudut pandang masing-masing. Dan Nabi saw tidak menyalahkan 
pandangan2 yang berbeda dari para Sahabatnya yang semuanya mulia itu. Maka, 
menurut hemat saya, adalah suatu hak azasi bagi setiap orang untuk mencoba 
memahami-Nya sesuai kadar Intelektualitas/Kesadaran dan Perasaan/Luapan 
Kecintaan masing2 kepada-Nya. Bahkan ketika kita disodorkan mutiara2 hikmah 
para Sahabat terdekat Rasulullah saw (Sayyidina Ali kw, Abu Bakr dll), hadits2 
Nabi, atau bahkan ayat-ayat Qur'an, kita pun memaknainya berbeda2 sesuai 
kapasitas Intelektual/Kesadaran dan Perasaan/Rasa Kecintaan
 kita masing2 kepada-Nya. Maka bila ada saudara2 kita yang saling "perang 
ayat-ayat suci" itu bukan karena ayat-ayat yang mereka gunakan beda, tapi 
karena persepsi/pemahaman/sudut pandang thd makna ayat-ayat tsb berbeda-beda. 
Itulah mengapa saat saya mendapat kesempatan dari Yang Rahmaan untuk berdialog 
masalah Ketuhanan dengan teman2 yang yang beda konsep, beda pengalaman 
spiritual, beda pegalaman batiniah, beda visi batiniah, bahkan beda agama, saya 
tidak melihatnya (dialog itu) sebagai ajang untuk saling membenarkan ataupun 
menyalahkan tapi sebagaimana William James, Psikolog abad ke-20 dan penulis 
buku The Varities of Religious Experience, saya berusaha memaknainya untuk 
menambah wawasan saya bagaimana orang lain berusaha mendekatkan diri dan 
memahami-Nya sesuai Kesadaran dan Bentuk Kecintaan masing-masing kepada-Nya. 
Maka dalam setiap dialog masalah Ketuhanan (sepanjang dilakukan dengan santun 
dan dari hati ke hati) saya selalu berterima kasih
 kepada siapa saja yang memberi saya pencerahan-pencerahan baru, 
mutiara-mutiara baru, bahkan dari non-muslim sekalipun, bukan karena sependapat 
(setuju semua) dengan pandangan2 mutiara2 hikmah itu, tapi karena Saudara2ku 
ini telah meluangkan waktunya, "meluangkan dirinya" untuk mengungkap perasaan 
(suara) hati dan berbagi pemahamannya tentang "Mengenal Tuhan". 

Ya Ibu Tini Hadad dan Mas GI Wijaya, dalam setiap bangsa dan diri2 tersimpan 
potensi-potensi Cinta Ilahiah/Kebaikan, kearifan2, Visi-visi dan"Suara" Hati 
Kebajikan... tinggal kita (apapun ras, suka, bangsa, agama kita) untuk mengasah 
dan mengaktualisasikannya (Cinta Ilahiah bukan Cinta Nafsuwiyah, Kearifan2 
bukan Egoisme pribadi, serta Visi2 dan Suara Hati Kebajikan bukan angan2 
Kosong) itu, atau dalam bahasa Catatan Harian Membuka Hati (maaf bagi yg pernah 
menerima copy paste ini, semoga tdk bosan)

"Cinta itu Dahsyat... bisa ubah sekian banyak Diri-Diri (pribadi) jadi mulia, 
kalau tidak itu bukanlah Cinta, tapi nafsu terbungkus cinta-cinta murahan."
(halaman 165, jakarta, 2005)

"Meski kita semua memiliki potensi-potensi kearifan dalam diri kita 
masing-masing, tapi bila tidak pernah kita telusuri melalui meditasi (berpikir 
meditatif), tidak disimpulkan visi-visi batiniah kita secara rasional (berpikir 
rasional), serta tidak dikembangkan dengan nilai-nilai universal (berpikir 
universal) dan dalam kiat-kiat konkret (berpikir aktual) maka potensi-potensi 
kearifan-moral-spiritual itu takkan pernah teraktualisasikan secara menyeluruh 
dalam kehidupan kita." 
(halaman 75, jakarta, 2005) 

"...visi dan suara yang hadir dalam mimpi awalnya adalah gelombang-gelombang 
elektromagnetik yang tertangkap dalam alam bawah sadar. Sinyal-sinyal gelombang 
itu tersimpan sebagai memori dalam bagian sistem limbik otak tengah. Pada 
kondisi tertentu seperti pada saat bermimpi dan bermeditasi, Hipokamus 
meneruskan sinyal-sinyal itu ke bagian Lobus Temporal. Di bagian ini 
sensasi-sensasi berupa bayangan, suara atau gabungan dari keduanya yang memberi 
nuansa spiritual terbentuk, sehingga dapat 'terlihat' dan/atau 'terdengar' 
pesan-pesan indah penuh makna bagi yang mengalaminya."
(halaman 48, jakarta, 2005)

salam
yos 



[Dikutip dari suaraSUARA: http://groups.yahoo.com/group/suarasuara/ ]






PH PRO
Indonesia


      Warnai pesan status dengan Emoticon

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

********************
Situs untuk Jual Beli Barang
untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke