Dari forum Suara Hati/SUARA.. semoga bermanfaat. ________________________________________ From: WIYOSO HADI
Trims Pak Master Tai Chi :-) kata SuaraHati: Kebenaran Abadi tersembunyi rugi lah (buang waktu) bagi mereka yang coba menutup-nutupi... agama beda, keimanan beda.. tapi semua (Jusuf Sutanto, Zenkei Shibayama, Wiyoso Hadi) bermaksud sama.. ingin berbagi Keindahan, ingin berbagi Kasih dari Yang Tersembunyi, Yang Abadi. (Jakarta, ba'da sholat Ashar berjamaah, Nov 08) salam yos ________________________________________ From: Jusuf Sutanto Sent: Wednesday, November 19, 2008 13:15 SCRIPTURE OF NO LETTERS " Pure and fresh are the flowers with dew, Clear and bright is the singing of the birds ; The clouds are calm, waters are blue. Who has written the True Word of no letters ? Lofty are the mountains, green are the trees, Deep are the valleys, lucid are the streams ; The wind is soft, the moon serene. Calmly I read the True Word of no letters " ( Zenkei Shibayama ) Dalam bahasa mandarin, judul syair ini adalah " Wu Zhe Tian Shu - Kitab Tanpa Kata dari Tian / Tuhan " ________________________________________ From: WIYOSO HADI Sent: Wednesday, November 19, 2008 12:54 Sambil menanti jawaban dari Pak Hadi, saya pribadi saat diajak debat tentang masalah ke-Tuhan-an, ataupun keagamaan pada umumnya, saya tdk tertarik dan menolak sehalus mungkin atau dalam bahasa SuaraHati: You call Him God, we call Him Allah You call Him Lord, we call Him Rabb Don't argue, do what you believe many names for the same Reality May He pour His Mercy among us (terjemahan) Kalian menyebut-Nya Tuhan, kami menyebut-Nya Allah Kalian menyebut-Nya Pemilik (Alam Semesta), kami menyebut-Nya Rabb Jangan berdebat, amalkan apa yang engkau yakini banyak nama untuk Realitas yang sama Semoga DIA mencurahkan Kasih-Rahmat- Nya diantara kita. Kebenaran itu sendiri, menurut pemahaman saya yang terbatas, hanya SATU tapi relatif berdasarkan sudut pandang dan pemahaman tiap individu sesuai tingkat Kesadaran dan Kebersihan Hati masing2. Bahkan kebenaran2 yang relatif itu pun tidak dapat diungkapkan semua karena keterbatasan diri kita, oleh sebab itu saya pun menolak bila diajak debat ttg "kebenaran2 relatif yang abstrak2 itu" atau dalam bahasa SuaraHati: There some truths that cannot be spoken But can be found and tasted in the silence of meditation Meditation is not just sit, close the eyes and aware of every breathing in and out But also have to keep the mind, heart and soul from anything what God forbids. (terjemahan) Ada berapa kebenaran yang tidak dapat diungkapan Tapi dapat ditemukan dan dirasakan dalam keheningan tafakur Tafakur bukan hanya duduk, menutup mata dan sadar terhadap setiap hirupan nafas masuk dan keluar Tapi harus pula menjaga pikiran, hati dan jiwa dari apa saja yang dilarang Allah. Pada akhirnya maaf daripada saya mengurusi siapa yang paling benar, padahal diri saya sendiri belum tentu benar, smg Allah mengampuni saya, lebih baik saya membersihkan diri, jiwa dan hati saya dari nafsu2 kotor dan semoga Allah ta'ala meridhoi usaha hamba dhaif-Nya ini sehingga dibukakan oleh-Nya kesadaran batin (Qalbu/Hati) hamba ini menjadi lebih terbuka sehingga dapat melihat dengan "lebih jelas" "Kebenaran" itu atau dalam bahasa SuaraHati: I am a weak servant with so many weaknesses But I try best to be a better man day by day Struggling against my Ego, my biggest enemy And try hard to never give up till Death comes and takes me. (terjemahan) Saya hamba lemah dengan banyak sekali kelemahan Tapi saya berusaha yang terbaik untuk menjadi manusia lebih baik dari hari ke hari Berjuang melawan nafsu egoku, musuh terbesarku Dan berusaha keras untuk tiada menyerah hingga kematian datang dan mengambilku. Maaf baru sebatas ini saja, Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga Allah mengampuni saya dan merahmati kita semua. yos ________________________________________ From: On Behalf Of budi Sent: Wednesday, November 19, 2008 11:20 Ada komentar menarik dari Pak Hadi (Abdul Hadi WM) yang saya quote dan menjadi pertanyaan saya : "Adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Manusia sebagai manusia, agama sebagai agama, ilmu sebagai ilmu, gunung sebagai gunung, falsafah sebagai falsafah, sastra sebagai sastra, dan jangan mencampur adukkan" Ini mungkin pertanyaan bodoh dari saya karena kurangnya pengetahuan saya, Bagaimana kita bisa menempatkan manusia tidak dicampur adukkan dengan agama, sementara manusia itu part of agama? Bagaimana kita bisa menempatkan manusia tidak dicampur adukkan dengan ilmu sementara manusia itu part of ilmu dan ilmu itu part of agama? Apakah sebuah proses bisa dipisah-pisahkan? Berkenaan dengan Islam, saya kadang sering mengalamai kebingungan, banyak sekali definisi tentang iIslam, baik itu dari ulama besar maupun mungkin bukan ulama. Jadi Sejatinya ISLAM itu yang mana? Apakah tiap orang tidak boleh menafsirkan tentang "Islam nya" sendiri? (tentu tetap mengacu pada Al-Quran & Hadist), karena menurut saya yang sering membuat beda itu adalah cara atau persepsi menafsirkaan dari ayat-ayat dalam Alquran maupun yang terkandung dalam Hadist, Kalau ada yang menyampaikan bahwa saat ini mungkin sedang menuju pada jalur ISLAM YANG BENAR itu adalah islam persepsinya sendiri? Apakah sejatinya ISLAM itu bisa digambarkan dengan tulisan, dengan sastra dengan persepsi kita? mungkin cara saya memahami,bersepsi,mengerti tentang Allah bisa berbeda dengan rekan-rekan semua yang ada disini … Apakah benar bahwa memahami/mengerti Allah itu adalah hal yang sangat personel ? Mohon pencerahannya… Salam budi "tidak ingin tidak menolak" "tidak takut, tidak berani" "tidak bertanya dan tidak mempertanyakan" From: On Behalf Of Abdul Hadi WM Sent: Tuesday, November 18, 2008 11:32 PM Beberapa ulama dan filosof seperti Ibn Khaldun bahkan mengidentikkan Islam sebagai Syariah. Kata syariah dari kata syar artinya jalan besar. Islam adalah jalan besar menuju Tauhid, kesaksian bahwa Allah itu, tiada sekutu bagi-Nya. Sebagai jalan besar menuju Tauhid, agama Islam terdiri dari empat perkara pokok yaitu: Aqidah, Ibadah, Muamalah, dan Akhlaq. Ulama Mesir kesohor Syekh Makhmud Syaltout mendefinisikan Islam sebagai Aqidah dan Syariah. Ulama Aceh Ali Hasymi mengomentari bahwa pengertian yang diberikan Syekh Makhmud Syaltout pada hakekatnya sama saja dengan Iman dan Amal. Aqidah dan akhlaq merupakan aspek batin dari ajaran Islam, sedangkan ibadah dan muamalah adalah aspek lahirnya. Keempatnya merupakan kesatuan yang tidak terpisah. Secara substansial seruan asasi Islam berkenaan dengan muamalah dan akhlaq, seperti dikemukakan dalam al-Qur'an, ialah berbuat adil dan ihsan. Adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Manusia sebagai manusia, agama sebagai agama, ilmu sebagai ilmu, gunung sebagai gunung, falsafah sebagai falsafah, sastra sebagai sastra, dan jangan mencampur adukkan. Adil tercermin dalam perbuatan, pemikiran, niat dan perkataan. Demikian dulu catatan saya dalam dialog ini. Hanya ingin menambahkan, bukan untuk menafikan apa yang telah dibahas oleh rekan-rekan lain sebelum ini. Salam. ________________________________ Dari: GEMPARIKKA WIJAYA Terkirim: Selasa, 18 November, 2008 12:30 Tiga Dimensi Agama (ISLAM, IMAN, DAN IHSAN) Setuju dan Memang benar Pak Oman, sebelum meneruskan diskusi kita harus kembali back to basic pemahaman tentang term-term agama. Salah satunya adalah definisi tentang agama itu terlebih dahulu: Hadist tentang Islam Iman dan Ihsan adalah dasar pertama ketika memahami agama. Ada aspek Lahir Agama (Syariat). Puasa, sholat, dan pengakuan ibadah serta pengakuan lisan atau otak logika yang kita lakukan selama ini adalah tataran syariat. Imannya adalah iman lidah (iman awam), belum iman arifin (iman aspek batin) Ada aspek batin dalam beragama (Hakikat atau syariat batin). Selain syariat lahir ada syariat batin (hakekat) yang harus ditumbuhkan dalam beragama. Hanya Allah sendirilah yang menumbuhkan ini. Sebagaimana dalam 10:100 dikatakan oleh Allah bahwa IMAN ITU HANYA BISA DENGAN IJIN ALLAH LANGSUNG. Tidak ada IMAN yang bisa dilakukan dengan hanya menggunakan lidah saja (Lihat 49:14 "Kamu belum beriman, baru Islam karena iman belum masuk dalam QOLB mu), iman adalah laku (syariat) batin. Dan Ada aspek Ihsan Dalam beragama (Ma'rifat atau aspek pelaksanaan misi khusus dari Tuhan). Inilah aspek beragama dengan melihat Allah semata-mata. Melakukan semua yang lahir dan batin dengan hanya melihat Allah semata-mata. Berikut adalah Hadits yang sangat terkenal itu (Tingkat keimanan para sahabat Rasulullah membuat mereka bisa melihat Malaikat JIbril. Rasul Isa a.s. bersabda kepada para Hawariyyin: Jika saja keimanan di dalam qolb kalian seperti keimanan yang ada di dalam qolbku, niscaya gunung di depan itu akan jatuh ke laut untuk membuka jalan bagi kalian) Wallahu a'lam Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: "Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam?", maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam : "Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu", kemudian dia berkata: "anda benar". Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: "Beritahukan aku tentang Iman". Lalu beliau bersabda: "Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat- Nya, kitab-kitab- Nya, rasul-rasul- Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk", kemudian dia berkata: "anda benar". Kemudian dia berkata lagi: "Beritahukan aku tentang ihsan". Lalu beliau bersabda: "Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau". Kemudian dia berkata: "Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)". Beliau bersabda: "Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya". Dia berkata: "Beritahukan aku tentang tanda-tandanya", beliau bersabda: "Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya", kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “Tahukah engkau siapa yang bertanya?". aku berkata: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui". Beliau bersabda: "Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian". (Riwayat Muslim) --- On Mon, 11/17/08, oman abdurahman wrote: Date: Monday, November 17, 2008, 2:57 Kang Samantho, Jadi ingat jaman "training-training" di kampus-kampus, ya. Agama dianggap sebagai "drug" yang dapat diminum dalam waktu paling lama seminggu melalui berbagai metode. Akhirnya, banyak yang overdosis, dan [selengkapnya di milist: http://groups.yahoo.com/group/suarasuara/ ] PH PRO Indonesia ___________________________________________________________________________ Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ******************** Situs untuk Jual Beli Barang untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kolom/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kolom/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
