semoga bermanfaat... ________________________________________ Dari: WIYOSO HADI Kepada: [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Senin, 17 November, 2008 5:07
Wa'alaikum Salam semua, Ide yang bagus Pak Samantho, tujuan dibuat Forum SUARA ini memang untuk menampung ide-ide bagus semacam ini, untuk dikristalisasikan dan dicari orang-orang yang bisa mewujudkannya bersama2 sesuai kapasitas masing2. Maaf, saya pribadi sementara mungkin tidak akan banyak terlibat dalam pembuatan film ini. sekarang di sela2 waktu (antara lain) saya bersama teman2 Rohis sekaligus Pengurus Unit Pelayanan Zakat (UPZ) di Kantor Pajak kami, sedang kelola program pengentasan Muzaki (pezakat) yaitu bagaimana para Mustahik (para pihak yang berhak menerima zakat, di samping shodaqoh dan infaq, dari kami) bisa meningkat level kemampuan ekonominya menjadi Muzaki (Wajib Zakat) pada tahun(-tahun) berikutnya.. sederhananya: bila tahun ini, di lingkungan kantor pajak kami dari pihak Satpam dan CS (Cleaning Service) ada 13 Mustahik maka untuk akhir tahun 2009 semoga tinggal 11 atau 10 Mustahik, ini berjalan terus hingga tidak ada lagi Mustahik di lingkungan kantor kami. Sehingga nanti tugas kami adalah Pengentasan Muzaki bagi para Mustahik di luar kantor kami tapi masih dekat di sekitar lingkungan kantor kami. Lalu bagaimana teknis pogram pengentasan Muzaki in? Yaitu dengan minta para Satpam & CS yang masih Mustahik di lingkungan kantor kami itu untuk ajukan proposal usaha-usaha kecil yang bisa dijalankan oleh mereka di luar waktu jam kantor/shift kerja mereka atau yang bisa dijalankan oleh istri atau anak2 mereka di kampung halamannya. Misal usaha ojek, kita nanti belikan buat mereka motor dari bagian dana manfaat zakat yg terkumpul, sbg modal awal buat mereka. atau usaha Warung, ternak bebek dlsb.. Tiap proposal diteliti oleh Bagian Penyalur Zakat UPZ kami (dalam hal ini Bung "khotib internal kantor" Ruhama, Mas Budiono dan Mas Budi Rohmat) yang kemudian setelah diteliti diajukan ke Majelis UPZ kantor kami untuk disetujui atau tdk (Majelis ini 9 orang: Pak Bismar Fahleri, Ust. (internal kantor) Kurnia Wahjudi Adnan, Haji Ayub, Sdr Muthi Hasan, Wiyoso Hadi, Bapak Taat, Bung Ruhama, Bapak Budiono dan Mas Budi Rohmat). Saya senang bisa dilibatkan di sini karena secara pribadi berpendapat kalau zaman Walisongo dulu diperlukan dakwah moral via Seni Budaya, maka di zaman krisis ekonomi ini diperlukan dakwah moral melalui pemberdayaan ekonomi.. (antara lain melalui program Pengentasan Muzaki td), sambil kita berikan asistensi/supervisi bgm para Satpam/CS mengembangakan usaha (menjadi wirausaha kecil2an) kita ajak mereka juga untuk lebih aktif sholat jam'ah di kantor kami, atau ikut kegiatan keagamaan internal kantor lainnya.. Kami berharap langkah kecil "Program Pengentasan Muzaki" di lingkungan kantor kami ini juga "menular" ke lingkungan kantor instansi pemerintah/swasta/ormas2 lainnya. Kembali soal Film Paradigma Tauhidi usulan Pak Samantho, antara lain bisa juga dgn membuat film2 dokumentar yang bermutu bagaimana usaha2wan kecil berhasil merintis dan mengembangkan usahanya.. narasinya bisa disisipi falsafah2 Tauhid di sana dan narasi2 menyentuh seperti Laskar Pelangi atau Ayat2 Cinta, kalau perlu yang menjadi Pembawa Film tersebut adalah Bintang2 Film terkenal (atau artis2 cantik2 bisa juga) agar lebih mudah promosinya, ini seperti Film Dokumenter Lingkungan Hidup di Barat yang pembawanya artis2 Hollywood seperti Robin Williams (soal cagar alam laut) Julia Roberts (soal perlindungan dan kehidupan orang utan di Kalimantan) dlsb.., lalu keuntungan dokumentar itu kita putar untuk usaha2 Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Menengah Bawah lainnya.. Untuk Panitia Pembuatan Film ini Pak Samantho atau Pak Diyan bisa jadi Ketua Koordinator Lapangannya Pelindung bisa: Pak Abdillah, Pak Abdul Hadi WM, Pak Din Syamsuddin atau Pak Haidar Bagir saya rasa mungkin juga berkenan Ini dulu usul "sepintas lewat" out of the blue dari saya.. ditunggu kristalisasi dari wacana ini dan yang penting implementasinya baraka Allah.. yos --- In SuaraHati, "Ahmad Samanto" wrote: Salam, Apa kabar mas Diyan Subromo? Masih ingat saya ndak? teman sesama reporter dulu di Majalah Risalah PERSIS jl. Pajagalan Bandung. Saya setuju dan mendukung sekali kalau para insan mulia di milist ini bisa berkolaborasi untuk membuat produk budaya yang bermanfaat dan mencerahkan serta mencerdaskan umat manusia. Di sini ada Pak Abdul Hadi WM, Mas Wiyoso Hadi, Pak Abdillah Toha, pak Dien Syamsuddin dll. Coba sekiranya Bapak-bapak ini bisa kolaborasi kerja sama untuk berjuang dalam "counter culture", supaya umat manusia tidak malah semakin bodoh dan terbodohkan, jahiliyah dan kufur terhadap nikmat Allah. Saya sendiri sejak belasan tahun yang lalu punya obsesi, bagaimana caranya supaya umat Islam bisa menghasilkan film-film sekaliber produk National Geographic atau Discovery Channel, tapi dalam Paradigma Tauhidi (Universal Spirituality/Perrenial Wisdom). Sudah ada film-film produksi Harun Yahya, tapi sayang Philosophy-nya masih dangkal dan kajian paradigma Islamnya masih terlalu literal dan banal, walau semangat dan usahanya patut kita apresiasi. Selamat buat kita semua yang ada di milist ini. Allah Yahdikum ilaa shirotol mustaqim. Al-Faqir Ahmad samantho --- In SuaraHati, "Abdillah Toha" wrote: Insya allah, bung Diyan. Mizan sedang merancang membuat filem-filem lain yang menarik dengan pesan moral dan spiritual. Salam, abdillah ----- Original Message ----- From: diyan subromo Sent: Monday, November 10, 2008 11:11 AM Subject: [SuaraHati] Betul Puisi Lagi Pak AHW Salam, Setuju, luar biasa sajak-sajak yang mencerahkan. Sudi kiranya dimuat lagi sajak-sajak 'penyejuk hati' yang berikutnya.. Juga mohon dikabari, kumpulan sajak atau buku yang bisa diakses.. Salam, Dijan Subromo. NB. Pak Abdillah, selamat. Film Lasykar Pelanginya tetap berkibar di Bioskop2. Apakah Ust. AHW dan Ust. Abdillah bisa memrakarsai produksi film-film yang inspiratif dan memuat makna pendidikan/moral yang demikian dalam? Bagaimana Mas Yos? D. --- On Sat, 11/8/08, "Abdillah Toha" wrote: From: Abdillah Toha Date: Saturday, November 8, 2008, 10:04 PM Terimakasih Pak Abdul Hadi. Kirim lagi sajak-sajak yang mencerahkan. Abdillah Toha ----- Original Message ----- From: Abdul Hadi WM Sent: Saturday, November 08, 2008 8:33 PM Subject: Bls: [SuaraHati] RE: Bls: Re: mengantisipasi resesi Arthur Schoupenhauer pernah mengatakan bahwa ada tiga tahap yang dilalui oleh kebenaran untuk diakui sebagai kebenaran. Pertama ditertawakan dan dicemooh. Kedua ditentang habis-habisan. Ketiga diakui sebagai kenyataan. Untuk penyejuk hati bersama ini saya kirim terjemahan sajak Sayidina Ali yang teks Arabnya antara lain dipahatkan pada batu nisan raja Samudra Pasai abad ke-13 di Aceh Darussalam. Juga sajak Doa saya sebagai pengharapan. Sudilah download dan disimak. Salam -------------------------------------------------------------------- Dari: WIYOSO HADI Terkirim: Kamis, 6 November, 2008 09:08:03 Terima kasih Pak Abdul Hadi, di sinilah, menurut hemat saya, perlunya dialog lintas sospolbud (sosial-politik- budaya), agama, dan bangsa-bangsa yang "benar-benar" terbuka, jujur dari hati ke hati, dan obyektif melihat, mengakui kekurangan-kekurangan maupun menghargai kelebihan-kelebihan diri (golongan dan bangsa sendiri) dan pihak lain (golongan/kelompok dan bangsa lainnya). Tanpa itu, dunia ini, bangsa-bangsa sulit bersatu, tetap bergerak sendiri-sendiri. mencari keselamatan dan keuntungan pribadi, golongan, kelompoknya sendiri-sendiri. Lalu bagaimana dengan 'saudara-saudara' kita yang "keras-keras kepala", yang "keras hati" sulit untuk diajak kerjasama "berubah"/ mereformasi diri ke arah kebajikan, ke arah etika-moral- kebaikan? di sini lah, saya rasa, adalah tugas bersama kita untuk mengetuk hati, membuka hati "yang keras-keras" itu :) Jelas ini menuntut kebesaran jiwa dan kesabaran super-extra. tapi bukankah Allah berserta orang-orang yang sabar.. (Al-Baqarah: 153 & 249) dan "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati/ ingat-mengingatkan dengan kebenaran (informasi2/data2/berita2 yang benar dan fakta2 nyata) dan dengan sabar." (Al-'Ashr: 1-3). Allah ta'ala berfirman, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya (sabar) dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Ali 'Imraan: 133-134) dan "Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan." (Al-Mu'minuun: 96). yos ____________ _________ _________ _________ _ From: On Behalf Of Abdul Hadi WM Sent: Wednesday, November 05, 2008 10:49 PM Subject: Bls: RE: mengantisipasi resesi Tanda-tanda ke arah perubahan besar sedang menampakkan diri di dunia ini. Semuanya tentu dengan kehendak Yang Maha Kuasa, yang tidak berhenti berurusan dengan dunia dan segala ciptaan-Nya begitu proses penciptaan alam semesta ini usai. Banyak orang mengira bahwa setelah dunia diciptakan Tuhan beristirahat dan mengamati semua kejadian di dunia hanya dari kejauhan. Pandangan semacam itu ternyata bertolak belakang dengan bukti-bukti sejarah. Di antara tanda-tanda perubahan besar itu ialah: (1) Krisis keuangan global yang dimulai dari Amerika Serikat; (2) Keinginan AS untuk berdamai dengan Taliban di Afghanistan, tetapi Taliban minta syarat agar tidak melibatkan al-Qaedah. Ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara Taliban dan al-Qaedah, dan menurut seorang teman dari Afghanistan mereka -- Taliban -- itu tahu bahwa al-Qaedah adalah bikinan saja; (3) Banyaknya sandiwara konyol dan opera sabun dipentaskan di negeri ini menjelang eksekusi mati Amrozi cs. Ternyata banyak kelompok yang ingin mengail ikan di air keruh. Tidak sedikit juga ternyata orang yang bersimpati kepada Amrozi, karena dalam keyakinan mereka bukanlah dia Dalang sebenarnya dari peristiwa Bom Bali. Mantan inteligen Z. A. Maulani (almarhum) tahu itu, sayang beliau sudah berpulang ke rahmatullah; (4) Begitu Obama menang, PM Perancis Sarkozy menyambutnya dengan ajakan agar rekannya itu mulai merancang tatanan baru ekonomi dan politik dunia. Krisis keuangan global memang paling dirasakan oleh negara-negara sahabat AS seperti Uni Eropa. Sejumlah pakar mengatakan bahwa dalam dua tiga tahun mendatang Uni Eropa akan mengalami perpecahan.; (5) Eksistensi negara-negara yang bermain di pasar keuangan seperti Singapura, tidak lama lagi akan dilanda krisis yang belum dialami sebelumnya; (5) Kedigdayaan ekonomi dunia mulai beralih ke negera-negara seperti Cina, Rusia, Iran, Arab, dan beberapa negara lain yang tidak terpengaruh oleh krisis keuangan global disebabkan menjaga jarak dengan WTO, IMF dan sekutu-sekutunya. Salam. ____________ _________ _________ __ Dari: WIYOSO HADI Terkirim: Rabu, 5 November, 2008 12:42:25 Topik: RE: mengantisipasi resesi Trims, saya teruskan ke milist sebelah dan kepada rekan2 lain. semoga bisa menjadi bahan masukan bersama. Allah berfirman, " Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki- Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan). (Al-Baqarah: 272) ____________ _________ _________ _________ _ From: MANDRA K Sent: Wednesday, November 05, 2008 10:30 Ini Artikel dari Gerai Dinar hari ini, Semoga Bermanfaat... Mengantisipasi Resesi.. Kemarin (14/11/08) di Brussels European Commission memberikan peringatan bahwa secara teknis 15 negara yang menggunakan mata uang Euro telah jatuh kedalam resesi. Menurut para ekonom definisi resesi ini adalah pertumbuhan yang minus selama dua kwartal atau lebih secara berturut-turut. Dengan definisi tersebut, Indonesia secara teknis belum (dan mudah-mudahan tidak) mengalami resesi ini. Data BPS terakhir yang saya lihat melalui situsnya menunjukkan PDB kita tumbuh 2.4 % pada triwulan ke 2 (Quarter to Quarter) tahun ini; meningkat dari 2.1 % pada triwulan sebelumnya. Saya belum peroleh data PDB untuk triwulan ke 3, mudah-mudahan juga baik kalau keluar nanti. Ini mungkin yang menjadi alasan otoritas negeri ini nampak tenang-tenang saja menghadapi krisis finansial global yang mulai membawa resesi ke negara-negara ekonomi kuat seperti Uni Eropa tersebut diatas. Mudah-mudahan mereka tahu apa yang kita tidak tahu, dan mudah-mudahan pula apa yang mereka ketahui (yang kita tidak tahu tersebut) adalah hal yang menyenangkan dan membawa kebaikan pada negeri ini. Orang awam seperti saya (mungkin karena ketidak tahuan saya) hanya bertanya-tanya; apa iya sih negara-negara ekonomi kuat seperti Uni Eropa saja pada berjatuhan ke lembah resesi -- sedangkan kita yang lebih banyak berhutang & lebih banyak membutuhkan investor dari luar -- aman-aman saja ?. Padahal kita juga tahu sebagian pemberi hutang dan investor kita juga datang dari negara-negara yang mengalami resesi tersebut!. Ok, resesi atau tidak -- tidak perlu kita permasalahkan. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mempersiapkan diri agar kita siap mengahadapi situasi ekonomi yang buruk kedepan -- kalau ini harus terjadi. Alhamdulillah kita punya tuntunan yang sempurna, yang kesempurnaannya dinyatakan sendiri oleh Pencipta kita dalam firmanNya "Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.."(QS 5:3). Sebagai tuntunan yang sempurna, agama ini bukan hanya mengatur dengan hukum (syariat)-nya; tetapi juga memberi jalan atau metode (manhaj) dalam segala urusan. Dalam menghadapi paceklik modern -- krisis finansial global misalnya, kita bisa mengikuti manhaj nabi Yusuf yang diceritakan dengan sangat Indah dalam Al-Quran; petikannya : "Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan." Kunci mengantisipasi paceklik menurut ayat tersebut adalah gandum yang disimpan dan dibiarkan dibulirnya. Mengapa demikian?; karena gandum yang dibiarkan dalam bulirnya akan awet tersimpan, tidak busuk dan ketika ditanam lagi sebagai bibit -- dia tidak kehilangan daya tumbuhnya. Panenan umat jaman ini bukan gandum, tetapi bagi yang bekerja bisa saja berupa gaji, bonus, tantiem dlsb. Bagi negara panenan ini bisa berupa minyak bumi, hasil hutan, hasil tambang, hasil laut dlsb. Bagi individu mengatisipasi krisis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sebagian yang kita hasilkan, menggunakan uang kertas untuk konsumsi jangka pendek, dan menyimpan sebagiannya di "bulirnya..." yaitu asset lain yang tidak mengalami penurunan nilai. Dinar emas adalah salah satunya. Bagi negara, mengantisipasi krisis dapat dilakukan dengan mengerem konsumsi sumber daya alam -- meningkatkan kemampuan mengolah hasil bumi, hasil laut , hasil hutan, hasil pertanian dlsb. Sampai kebutuhan sandang, pangan dan papan semaksimal mungkin tercukupi dalam negeri. Bagi negara juga jangan menukar asset riil yang sebenarnya tidak mengalami penurunan nilai ( minyak , gas dan hasil tambang lainnya misalnya), dengan asset yang mudah busuk nilainya seperti US$ dan berbagai mata uang asing lainnya. Mudah kah ini diimplementasikan di jaman sekarang ?. Mungkin tidak mudah memang kalau kita berpikir secara sekuler; tetapi kalau kita sudah berniat sungguh-sungguh untuk mengambil jalan yang sesuai kehendakNya dan dicontohkanNya -- maka insyaallah semua akan dimudahkanNya. Wallahu a'lam. [Dikutip dari suaraSUARA: http://groups.yahoo.com/group/suarasuara/ ] PH PRO Indonesia ___________________________________________________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ******************** Situs untuk Jual Beli Barang untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kolom/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kolom/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
