Terusan dari milist SuaraHati/SUARA.. semoga bermanfaat. ________________________________________ From: WIYOSO HADI Sent: Monday, November 24, 2008 7:06
"Tak perlu khawatir kalau orang itu atheis atau tidak kenal Tuhan, karena yang tidak kenal Tuhan hanyalah otak kepalanyanya. Jiwa sejati dia mengenal tetap Tuhan." (Mas Ikka) Betul Mas teorinya, ayat2 qur'annya pun ada, tapi dalam prakteknya tidak semudah itu, maklum jam terbang al-fakir dalam hal spiritualitas mungkin baru pre-school TK O kecil :-) mohon doanya Mas agar saudaramu ini lebih bersih lagi hati dan jiwanya agar lebih berhasil dalam menuntut ilmu.. amiin Oh ya dalam kasus putra client adikku, kata "atheis"-nya dalam tanda kutip, maksudku dia sebenarnya percaya ada Tuhan, tapi ingin bunuh diri karena ingin menantang Tuhan, dia ingin protes kepada Tuhan dengan bunuh diri, dia juga sudah pernah keluar masuk ke berbagai pesantren ternama yang biasa menangani pecandu2 narkoba. Nah, para ulama kawakan, kyai-kyai senior, ustadz-ustadz saleh-pintar saja kewalahan apalagi al-fakir yang bukan siapa2 :) Nah di sini adikku yang psikolog alumni UI turun membantu. Saat pulang dari rumah client-nya saya tanya: bagaimana dik hasilnya? adik ku jawab: "untuk 3 hari ke depan insya Allah aman-aman saja" :-) alhamdulillah.. makanya ilmu modern dan ilmu spiritual dan ilmu baik2 apa saja mesti saling melengkapi.. Sebagaimana Nabi Musa yang tidak dapat berhasil dakwahnya tanpa bantuan Nabi Harun, walaupun ilmu spiritual Nabi Harun tidak sedalam ilmu spiritual Nabi Musa, tapi dalam hal ilmu interpersonal dan komunikasi, Nabi Musa tidak sebaik Nabi Harun, itulah mengapa kita semua tidak dapat berjuang sendiri2 tapi mesti saling bahu-membahu dan saling melengkapi (apapun suku, ras, agama kita) bila ingin mencapai tujuan mulia bersama sebagai "satu bangsa", sebagai satu "umat manusia".. 'insya Allah... Allah berfirman, "Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki- Nya..." (Al-Baqarah: 272). hikmahnya: Nabi pun tidak dapat mengajak semua orang untuk mengikutinya, menerima dakwahnya.. demikian pula Nabi Ibrahim tidak dapat membuka hati abi-nya, juga Nabi Nuh dan Nabi Luth tidak dapat membuka hati istri mereka, bahkan bukan hanya istrinya, Nabi Nuh pun tidak dapat membuka hati putra tersayangnya. Intinya, semua masalah tidak dapat digeneralisasikan solusinya, ada yang perlu pendekatan intelektual-humanistik ataupun psikologi, ada yang perlu pendekatan religius-spiritual, dan ada yang perlu pendekatan-pendekatan lainnya. itu mengapa saya tulis dalam e-mail sebelumnya: "Masalah-masalah pribadi atau keluarga ada yang baiknya diselesaikan secara psikologis klinis dan ada masalah yang bisa diselesaikan secara spiritual-keagamaan. Semua tergantung kasus dan kepribadian tiap individu." wallahu a'lam. yos --- On Fri, 11/21/08, GEMPARIKKA WIJAYA wrote: STRUKTUR INSAN:STRUKTUR MANUSIA Sebenarnya masalahnya akan mudah dipecahkan jika, kita membaca Al Qur'an dengan pelan-pelan. Al Qur'an telah memberitahukan hal ini dengan terang benderang, cuman memang ada ayat-ayat yang tersembunyi yangharus kita bongkar-bongkar sampai perpeluh-peluh Manusia memiliki 3 KOMPONEN 1. LAPISAN JASAD Di lapisan jasad inilah seluruh ilmu-ilmu psikologi atau kedokteran jiwa dapat dijalankan. Teori-teorinya akan berlaku di sini. Ada metode yang disebut beberapa rekan NLP, metode Pak Ary Ginanjar, atau metode yang lain, Metode MAGNETISME, Metode Hipnotisme (Occultisme), Metode Virtual Prozac, semuanya hanya bergerak di level jasad. Metode ini sebenarnya memfungsikan dengan lebih efektif gelombang alpa, beta, gamma yang ada di otak kita. JIka efektif diolah, bahkan dengan gelombang otak saja kita bisa melakukan banyak hal yang luar biasa (menggerakkan benda, menciptakan sesuatu) 2. LAPISAN JIWA (NAFS) Akan tetapi ajaran para Rasul Allah tidaklah berjalan di lapisan jasad atau fisik atau gelombang otak. Para Rasul memberikan tata cara pengelolaan jiwa. Berbeda jauh dengan cara-cara logika otak. JIwa jauh lebih dalam dari otak dan yang selama ini dipelajari oleh psikologi. Jiwa ini mempelajari bagaimana memahami materi cahaya langit yang merupakan materi sejati kita. Kesurupan misalnya adalah ketika salah satu perangkat jiwa (qolb) disentuh oleh jin atau makhluk-makhluk dimensi ini. Para ahli ilmu pengetahuan modern tidak mampu menembus dan memahami ilmu ini. Para wali ullah, para Rasulullah adalah mereka yang unggul dalam penguasaan jiwa. Kisah Musa a.s. ketika bertarung dengan ahli sihir Fir'aun adalah, kisah ketika ilmu dari jiwa sejati milik Nabi Musa a.s. bertemu dengan ilmu-ilmu rekayasa akal dan otak. Karena itu sepanjang jaman para utusan yang jiwa sejatinya bangkit tak akan pernah dikalahkan oleh ilmu-ilmu produk akal luar kita atau otak. Kisah Abu Jahal dengan Rasululllah adalah kisah menarik pertarungan antara akal otak dengan akal milik jiwa. Abu Jahal adalah seorang yang diberi gelar ABAL HAKAM (bapak Ilmu Pengetahuan di Mekah) atau Professor di jaman sekarang. Akan tetapi Rasululah adalah seorang penggembala kambing yang miskin yang tiba-tiba saja (tentu saja telah diskenariokan oleh Allah) diangkat menjadi Rasul. Lapisan jiwa inilah yang kemudian disebutkan sebagai lapisan sing ora tedhas tapak paluning pandhe Kata Krisna dalam BHAGAVATGHITTA orang Hindu Tahukah kamu Arjuna bahwa kamu tidak melawan kakek dan saudara-saudaramu Karena mereka yang sejati tidak akan pernah basah oleh hujan Mereka yang sejati tak akan terbakar oleh api Apalagi terluka oleh senjatamu itu perang Baratha Yudha ini adalah kehendak TUhan yang ingin mengajarkan tentang kebenaran dan kebatilan Bahwa kebenaranlah yang akan memenangkan kebatilan Maka siapakah kamu Arjuna? Yang akan menentang kehendak Tuhan itu? Laksanakan kehendak Tuhan karena jiwa sejati tak akan musnah oleh senjata panahmu Di lapisan jiwa ini dibutuhkan Al Qur'an. Al Qur'an tidak dipakai di jasad saja karena manusia telah dikaruniai otak yang sangat cerdas, tapi Al Qur'an dipakai di jiwa. Tak perlu khawatir kalau orang itu atheis atau tidak kenal Tuhan, karena yang tidak kenal Tuhan hanyalah otak kepalanyanya. Jiwa sejati dia mengenal tetap Tuhan. 3. LAPISAN RUH Ini adalah lapisan yang menghidupkan tanah liat menjadi tubuh hidup kita saat ini. Jika Ruh ini diambil oleh Allah, maka jadilah busuk tubuh Nah kalau kasusnya hanya memperbaiki yang rusak karena rusaknya kompopen jasad sih kedokteran juga bisa. Akan tetapi jika yang rusak adalah komponen jiwa. Mengerikan. Kalau yang bugar adalah jasad pada saat memakai berbagai metode non agama di atas gak masalah. Tapi jika yang tampil adalah jiwa manusia sejati, pasti pemilik metode-metode akal yang tidak dianugerahi ilmu dari Allah (Ilmu Ladunni) akan kewalahan. Karena energi jiwa adalah energi yang tidak bisa diukur luar biasa besarnya. Bahkan hukum alam semesta pun tunduk pada Jiwa. Tidak memuat KU, petala Langit dan Bumi, akan tetapi memuat KU, Qolb, hamba KU Yang Mukmin, Yang kasih-sayang, yang tenang tenteram HANYA QOLB di dalam JIwa Yang Memuat AKU Wallahu a'lam Membaca Al Qur'annya nanti dulu soalnya ayat yang menerangkan tiga lapisan utama ini buanyak banget banyaknya 30 juz :). Harus khatammembaca Al Qur'an untuk mengenali lebih dalam ya :) semoga berguna --- On Fri, 11/21/08, WIYOSO HADI wrote: To: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Friday, November 21, 2008, 1:33 Ya, Pak DR dr. Aji Hoesodo dan Pak Samantho, semua itu saling melengkapi dan baik-buruknya tergantung niat. Kebetulan adik bungsu saya psikolog, kembaran perempuan saya di LSM di bidang advokasi kesehatan masyarakat dan keluarga, dan ayahanda kami sempat aktif di KKI (Konsil Kedokteran Indonesia) mewakili unsur masyarakat. Jadi 'insya Allah dok, saya bisa pahami maksud dokter :-) Masalah-masalah pribadi atau keluarga ada yang baiknya diselesaikan secara psikologis klinis dan ada masalah yang bisa diselesaikan secara spiritual-keagamaan. Semua tergantung kasus dan kepribadian tiap individu. Khusus untuk saudara-saudari non-muslim yang minta bantuan spiritual-keagamaan kepada saya dan tanya doa apa yang perlu mereka baca, maka saya jawab silakan berdoa sesuai keyakinan agama mas/mbak/ibu/bapak masing2, meski saya sendiri tetap berdoa sesuai keyakinan agamaku untuk kesembuhan beliau-beliau itu. Sumber penyakit/masalah bisa fisik ataupun psikis. Untuk fisik sumbernya dari perut/makanan, kurang gerak, kurang istirahat, atau gabungan dari itu semua. Sedangkan untuk masalah psikis kalau kita benar-benar mau telusuri sumbernya berasal dari apa2 yang ada "di dalam dada (shudr)"/kalbu. Maka bagi yang punya masalah kesehatan anjuran standard saya adalah: jagalah pola makan, cukup olahraga, cukup istirahat dan lebih banyak mendekatkan diri kepada-Nya. Khsusus bagi yang memiliki masalah psikis-spiritual, maka orang-orang itu tidak perlu menemui saya, tapi saya minta orang itu berdoa kepada-Nya sesuai keyakinan agamanya masing-masing. Sedang saya pribadi tetap berdoa sesuai keyakinan agama saya sambil alirkan sebagian energi tak kasat mata ke dada beliau2 untuk kesembuhan beliau2. Dalam hal ini, karena saya tidak bertemu langsung dengan beliau2 itu, maka saya proyeksikan tubuh eterik beliau2 di titik sekitar tengah-tengah pertemuan antara kedua alis mata saya dan alirkan energi tak kasat mata melalui titik itu. ya kita hanya bisa berusaha sedangkan kesembuhan itu dari Allah. Dan karena kesembuhan itu dari Allah, makanya gratis :-) Tapi juga ada berapa masalah psikis yang saya pun angkat tangan. Suatu ketika di hari minggu saya baru pulang dari bogor, sampai di rumah saya lihat adik bungsuku Tri berpakaian rapi siap2 untuk menemui client-nya yang panik karena putranya, pengguna narkoba, ingin bunuh diri di rumahnya. Sebelum berangkat adik saya menoleh kepada saya berkata: Mas yang ini sulit ditangani dengan metode ala mas Yos. Saya balik nanya, kenapa dik? Jawab adik saya: putra client-ku atheis :-) Salam yos ________________________________________ From: On Behalf Of Ahmad Samantho Sent: Thursday, November 20, 2008 12:06 Salam, Setuju Mas eh Pak dokter Aji Husodo, NLP memang tak perlu diharamkan, dan itu cuma alat teknis saja seperti IT Komputer. Tergantung untuk apa dan siapa serta paradigma filsafat apa yang akan memanfaatkannya. Tapi yang saya pahami dari penjelasan Dr. Fanaei adalah bahwa proses peningkatan spiritualitas itu harus berbarengan dengan peningkatan intelektualitas akal rasional, sehingga emosi positifnya (intuisi, isyraqi & irfani) bersinergi-integral dengan kesadaran rasional manusia. Sehingga pengalaman dan pengamalan sufisme (myticisme) itu bisa diverifikasi dan difalsifikasi secara rasional-qur'ani. Jadi bukan semata-mata rekayasa emosional dan psikologis ala psikoanalisisme, atau behaviorisme, atau tipu-tipu yang memanfaatkan kelemahan jiwa manusia demi UUD & UUS. Bahkan para psikolog pun sekarang sudah beranjak kepada psikologi transpersonal, yang mulai mengantarkan jiwa manusia kepada Realitas Tunggal Ilahiyah. Metode NLP, Quantum Learning, Accelerated Learning, atau Multiple Intelligent serta ESQ, cuma alat, yang kalau masih baik dan bermanfaat yang silahkan dipakai, tapi kalau terbukti mudaratnya lebih banyak dan bahayanya lebih besar dalam penjalanan spiritual dan intellectual, ya sudah tinggalkan saja. Sebagai para pelajar Islamic Philosophy/Islamic Mysticism, kita harus tetap kritis, analitis dan open minded, terhadap paradigma materialisme-postivisme-empirisme yang masih mengusai kebanyakan science-technology modern. Wallahu "Alam bi Shawab. Ahmad Y Samantho http://www.ahmadsamantho.wordpress.com --- On Thu, 11/20/08, Aji Hoesodo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Date: Thursday, November 20, 2008, 3:37 Menanggapi masalah pseudo sufisme yang mungkin related dengan NLP saya sangat setuju dan didukung dg tulisan mengenai perampok dijalan Tuhan, 100 % saya setuju. Cuma saya tdk setuju klo seperti NLP dll itu hanya dilihat sebelah mata. Karena NLP itu sama saja dengan cara kerja komputer, istilah kasarnyaklo kita meng "haram" kan NLP berarti sama saja kita mengharamkan komputer, sementara umat muslim banyak menggunakan komputer, bahkan untuk dakwahpun kita sangat terbantukan dgn komputer ini. NLP yang ditemukan John Grinder dan Bandler, adalah hanya seperangat tools yang untuk pertama kalinya di gunakan untuk mendisain seseorang bisa sukses, dan pertama kalinya digunakan dlm dunia pemodelan businnes. NLP yng di inspirasikan dari pemodelan yg dilakukan oleh Milton Erricson dengan penemuannya dalam menterapi pasien2 yg menderita psycotic dapat disembuhkn dengan metoda waking hypnosis tanpa harus seseorang melakukan trance. Dalam perkembangannya NLP berkembang ke sektor2 seperti pendidikan, kesehatan, olah raga ( coaching ), bisnis termasuk didalamnya diterapkan ke pemodelan dlm spiritualisme. Saya melihat tdk ada yg salah dlm NLP karena semuayg diajarkan semuanya adalah sangat umum seperti kita mendifinisikan ilmu hudur dan ilmu husuli yang tentu saja dengan istilah yg berbeda saja. Tapi intinya sama, kecuali memang penyalahgunaan bisa terjadi pada metoda spiritual yg klo tdk kuat iman nya bisa terperosok dlm wilayah yg salah secara tauhid. Sebagai seorag dokter yg saya pernah mempelajari NLP pada level tertinggi tentu saja sangat membantu saya dalam melakukan tugas2 kemanusiaan, contoh kecil aja bagaimana saya bisa membujuk pasien kecil say yg tidak mau sekolah karena mendapat tekanan dan pemalakan yg dlakukan seniornya. Alhamdullilah tanpa obat, saya hanya menanamkan belief mampu membentuk si pasien dgn new behaviour yg lebih baik dan konstruktif. Ribuan kasus dan cntoh sukses dlm penerapan NLP ini sdh saya saksikan secara positif. NLP itu hanya tool saja menurt saya, sama seperti ilmu2 empiris lainnya misal ilmu akunting, teknik, kedokteran dll. Jd tdk prlu kita skeptis menanggapinya, semua itu tergantung niat individunya masing2. seperti klo kita ahli nuklir tp niat kita ditujukan untuk meneror dunia, maka ilmunya menjadi tdk ada manfaatnya sama sekali, tp klo ahli nukli kita arahkan utk tujuan2 kemanusiaan seperti kedokteran nuklir, pembangkit tenaga nuklir dll mengapa tdk kita kembangkan? Klo kita memang ragu, marikita sebagai umat muslim gali klo perlu temukan ilmu2 yg bisa mengganti empiris seprti diatas tsb. Sebagai contoh di UIN sendiri fakultas kedokteran msh pakai kurukulum konvensional yg bukan original dari ilmuan islam terdahulu. Klo perlu semua ilmu yg ada skr kita ganti semua sesuai dengan aqidah kita. Pada saat terjadi krisis akibat gempa Tsunami saya ikiut dlm team kemanusiaan akibat bencana alam, dengan menggunakan teknik Neuro Associative Conditioning, Alhamdullilah saya bisa mengentaskan ribuan orang yang sedang menderitaatress, phobia, trauma dll. Semua yg saya lakukan hanyaAllah SWT yang tahu. Mari kita jangan beretorika, tp tunjukkan bahwa kita sebagai calon pemimpin muslim dunia mampu mengubah paradigma ini Salam Aji Hoesodo www.ajihoesodo.com [Dikutip dari suaraSUARA: http://groups.yahoo.com/group/suarasuara/ ] PH PRO Indonesia ___________________________________________________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ******************** Situs untuk Jual Beli Barang untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kolom/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kolom/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
