Pemerintah Tetap Untung dengan Harga Premium & Solar Rp4.500

Senin, 8 Desember 2008 - 19:58 wib

Ahmad Nabhani - Okezone 
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

http://tionghoanet.blogspot.com

JAKARTA - Pemerintah diminta untuk kembali memberlakukan harga premium
seperti semula Rp4.500 per liter sebelum terjadinya kenaikan akibat minyak
dunia yang membumbung tinggi. Pasalnya, terus merolotnya minyak dunia. Tidak
ada alasan lagi pemerintah masih mempertimbangkan penurunan yang hanya Rp500
per liter.

"Kalaupun harga baru premium dan solar Rp4.500 per liter, pemerintah masih
menerima keuntungan dan termasuk dengan PPh," kata pengamat energi Marwan
Batubara, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Senin (8/12/2008).

Tidak hanya itu, pemerintah diminta untuktidak mengkaji dan melakukan
perhitungan terlalu lama terkait rencana kembali menurunkan harga premium
dan solar. Pasalnya, perhitungan harga baru premium sudah ada formulasinya,
sebagaimana pemerintah menaikkan harga premium disaat kenaikan harga minyak
dunia. "Tidak ada yang sulit, karena yangditunggu masyarakat adalah komitmen
dan kemauan pemerintah,"paparnya.

Marwan mengatakan, menurunkan harga premium seperti diawal dinilai sebagai
upaya menyelamatkan dunia usaha atau sektor industri dari ancaman PHK akibat
dampak krisis keuangan global. Pasalnya dengan menurunkan hargapremium,
dunia industri bisa menekan biaya produksi sekira 15-20 persen.

"Berkah turunnya harga premium dan solar akan multiplayer efek bagi
masyarakat, salah satunya biaya transportasi," ungkap Marwan.

Dia berharap pengusaha transportasi atau angkot bisa merespons turunnya
harga premium dengan menurunkan tarif transportasi. Pasalnya dengan
penurunan harga premium, maka yang diuntungkan tidak hanya pengguna jasa
transportasi tetapi juga industri transportasi yang bisa menekan biaya
produksi dan belanja.

Selain itu, pemerintah bersama kepolisian didesak untuk segera mengawasi
penyaluran premium, bilamana harga baru diberlakukan. Hal tersebut dilakukan
untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan premium pascaterjadinya penurunan
harga premium.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono
menyampaikan, rencana kemungkinan akan kembali menurunkan harga BBM baik
jenis premium maupun solar. Pasca terus melorotnya harga minyak dunia
sekitar USD 43 per barel.

Kata presiden, pemerintah sedang melakukan penghitungan dengan cermat dan
meminta menteri Keuangan dan menteri ESDM untuk melihat peluang menurunkan
kembali premium dan solar.

Menurutnya, penurunan BBM tersebut bertujuan untuk meringankan beban biaya
sektor riil dan produksi, serta konsumen pengguna BBM. "Kapan berlakunya dan
besarannya sedang kita hitung dengan cermat," tegasnya.

Presiden mengungkapkan, keputusan pemerintah ketika menaikkan harga BBM pada
Juni 2008, bukan tanpa alasan. Pasalnya, itu terpaksa dilakukan karena
beberapa bulan lalu harga minyak dunia sangat tinggi, yang juga menyebabkan
inflasi meningkat. 





[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

********************
Situs untuk Jual Beli Barang
untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke