Dari milis Suara Hati/SUARA
________________________________________
From: WIYOSO HADI
Sent: Friday, December 12, 2008 8:00 AM
To: phpro_indonesia; ngestoerahardjo
Cc: suaraSUARA
Subject: RE: Fw: [BeCeKa] Re: Fwd: saat berhala besar itu hancur
Salam Kenal Bapak Ngurah Agung, sebelumnya maaf bila saudara muda ini dalam
berbagi pengalaman mungkin tak lepas dari latar belakangnya sebagai muslim.
Tapi saya percaya Bapak Ngurah Agung bijaksana :-) dapat mengakomodasikannya
dalam nilai-nilai spiritual agama Bapak sendiri.
Sekilas tentang saya, lahir dari keluarga muslim, masa kecil di jerman, punya
oma-opa "angkat" bule & ada juga yang keturunan jepang (sudah
alamarhum/almarhumah) di jerman (oma-opa, Ilse & Helmut Thiel) dan di belanda
(Opa Fred & Oma Vermeulen). Sejak Grundschule (Sekolah Dasar) Ernst Henning
Strasse, di Hamburg, sudah mendalami ilmu spiritual secara otodidiak karena
pengalaman ruhani pribadi yang tak terlupakan (sebagian kecil dari pengalaman2
itu bisa Bapak baca di buku Catatan Harian Membuka Hati). Umur 9 tahun sudah
mulai akrab dengan kitab2 agama lain karena saat itu si yos imut2 berpendapat,
jika saya memang dari sananya (azalinya) ditakdirkan sebagai muslim tentu
membaca/mempelajari ajaran agama lain tidak akan mempengaruhi keimanan saya
karena fitrahnya (dasarnya) agama saya islam. Sahabat2 saya waktru di jerman
berasal dari beragam budaya dan bangsa walaupun mayoritas adalah orang-orang
jerman yang beragama kristen protestan dan sebagian kecil
katolik, tapi sekitar 15% atau lebih berasal dari negara dan budaya lain.
Salahsatu sahabat baik saya adalah anak Cina Perantauan, bapaknya pemilik
restoran Cina di sana, teman Cina saya ini mengaku tidak punya agama, tapi
percaya Tuhan dan kadang saya lihat lebih mengamalkan nilai2 moral & sikap
lurus-sederhana nabi Isa al-masih daripada teman2 bule saya yang kristen :-).
Kalau ada teman2 jerman yang menurut Xiaosang, sahabat baik cina saya itu,
tidak amalkan nilai2 kasih Nabi Isa, maka Xiaosang suka menegur bak pendeta
cilik dengan aksen jerman-mandarinnya :-). Walaupun di jerman, tapi sejak kecil
sudah dibiasakan manggil adik2 dengan Dik Antik dan Dik Tri, dan adik2 saya
manggil saya mas Yos, termasuk saudara kembar perempuan saya Antik (kami berdua
lahir beda 5 menit).
Tumbuh dalam suasana lintas-budaya, lintas agama, lintas-bangsa seperti itu di
samping gemar olah spiritual/ruhani :-) sejak kecil (mungkin bakat turunan ya
dari para leluhur baik dari pihak ibu maupun bapak, yang sebagian dikenang
punya tekad dan konon ;-) memiliki kemampuan spiritual yang tinggi) membuat
saya menyadari berapa hal, salah satunya, bahwa "jurus-jurus ampuh" (minjam2
istilah Bapak Ngurah Agung ya :-) yang berkembang secara alamiah sejalan dengan
perjalanan pencarian saya itu belum tentu cocok dipakai bagi Saudara2 yang
tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang lebih konvensional :-) tapi saya yakin
kalau yang namanya Bapak Ngurah Agung insya Allah sudah melampaui level itu :-)
ini saya terangkan jaga2 bagi mereka yang mungkin ada yang belum melampaui
"level" itu, maaf ya :) sehingga tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari :-)
maaf Bapak Ngurah saya kalau e-mail juga saya cc-kan ke teman2 lain khususnya
ke teman2 di milis SUARA ini,
silakan gabung Pak :-). Email ini hanya terdaftar di milis SUARA, SuaraHati
dan satu milis lagi tdk nyebrang ke milis lain walau terima banyak undangan
dari milis lain :-) termakasih ya, tapi ini semata karena keterbatasan waktu
saya bukan karena tidak menghargai undangan2 menarik dari milis2 lainnya ya :-)
Nah, karena pencarian si yos itu sudah berlangsung kurang lebih seperempat
abad, jadi berapa kira2 usia si yos ya? :-) maka ketika alhamdulillah
orang-orang dari sana-sini, beda latar belakang agama, pendidikan, usia, suku
dan bangsa minta kepada yang dhaif yang mesti masih harus banyak belajar ini
untuk berbagi "jurus2" itu, maka saya maaf menahan diri untuk tidak terlalu
banyak bicara karena "jurus2" itu belum tentu cocok untuk diajarkan kepada yang
maaf mungkin belum kuat fondasi dasar-dasar ilmu spiritualnya :-). Dan
dasar-dasar ilmu spiritual itu bukan berapa ayat yang dihafal atau sudah berapa
peka mata ketiga/ mata hati kita :-) tapi dasarnya adalah: "Sudah berapa
bersihkah hati kita?"
Saat kecil saya suka menyendiri dan tanpa disuruh oleh siapa2 suka beristighfar
di semak2 (semak2nya besar jadi tubuh mungil yos bisa sembunyi didalam :) atau
di pojok2 ruangan di rumah kami di Hamburg. Karena waktu itu saya belum tahu
bahasa arab maka zikr saya adalah "verzeihe mir Gott, verzeihe mir Gott,
verzeihe mir Gott, verzeihe mir Gott, verzeihe mir Gott... (yang maksudnya:
"Maafkan saya Allah, maafkan saya Allah, maafkan saya Allah, maafkan saya
Allah...") itu si yos imut2 lakukan untuk membersihkan hatinya. Karena
komat-kamit sendiri, akhirnya kepergok juga oleh Ibunda tercinta dan tanya:
"Yos kamu sedang apa sendirian bicara bisik2?" ;-) kaget kepergok, yos imut2
jawab malu2: "betten zu Gott, Muti" ("Berdoa kepada Tuhan, Bu.") Ibunda saya
tersenyum, "Yos, Tuhan Maha Mendengar cukup di hati saja.” maka sejak belia pun
saya mulai belajar zikr dalam hati: "verzeihe mir Gott, verzeihe mir Gott,
verzeihe mir Gott, verzeihe mir Gott, verzeihe
mir Gott dst.."
Ibu saya mungkin mengira putranya cukup berkata "verzeihe mir Gott" sekali atau
tiga kali dalam hati, tapi tidak, yos imut suka zikr sebanyak2 yang bisa ia
lakukan, saat berangkat-pulang sekolah, atau saat nemani ibunda belanja sambil
bawa plastik belanjaan pulang naik bis yos imut2 suka zikr dalam hati, atau
sambil bantu ibunda sedot karpet rumah di Jl Eschenhofplatz No. 3, yos imut2
zikr dalam hati. Pulang dari jerman dan sudah biasa dgn bahasa nabi Muhammad
saw, kata2 "verzeihe mir Gott" menjadi astaghfirullah.. astaghfirullah..
astaghfirullah..
Pada saat hati bersih, seseorang bisa menerima pengetahuan2, penglihatan2,
pendengaran2 dan terhubung secara telepati dengan Guru2 Ruhani tingkat tinggi
dan bisa turut mengikuti, mendengar, menghadiri (secara spiritual)
majelis-majelis Guru2 itu, meskipun Guru2 itu tinggal di laut seberang, beda
negera, beda benua, apalagi kalau hanya tinggal beda provinsi :-) tapi selain
menerima pengetahuan2, penglihatan2, pendengaran2 itu yang paling patut
disyukuri adalah: Dengan hati yang bersih maka lebih mudah bagi seseorang untuk
benar-benar bertindak dan berkata IKHLAS, berhala ego hancur seiringan dengan
semakin bersihnya hati, sehingga ketika hati itu sudah benar2 bersih yang
tinggal hanya Cinta (kepada Allah), Rasa Damai, Syukur dan Kasih Sayang (kepada
manusia).
Maaf Pak Ngurah Agung, bila jawabannya tidak memuaskan, tapi saya percaya Bapak
Ngurah Agung bisa menemukan benang merahnya dengan nilai-nilai penyucian diri
(jiwa dan batin) agama Bapak. Salam hormat, yos yang masih saja imut2 kadar
ilmunya :-)
From: "PH Pro" <phpro_indonesia>
To: "WIYOSO HADI" <wiyoso>
Subject: Fw: [BeCeKa] Re: Fwd: saat berhala besar itu hancur
--- Pada Kam, 11/12/08, Ngurah Agung <ngestoerahardjo> menulis:
Dari: Ngurah Agung <ngestoerahardjo>
Topik: [BeCeKa] Re: Fwd: saat berhala besar itu hancur
Tanggal: Kamis, 11 Desember, 2008, 12:23 AM
--- In bec...@yahoogroups. com, PH Pro <phpro_indonesia> wrote:
=========
Saat berhala besar ego itu hancur, kita pun tidak lagi berkurban, menolong,
memberi, berbuat ataupun berkata sesuatu karena pamrih atau harap sesuatu, tapi
semata karena ungkapan Cinta& Syukur kita kepada-Nya dan Kasih Sayang kepada
sesama, bahkan kepada mereka yang memusuhi apalagi yang hanya sekedar "berbeda"
pemahaman/warna persepsi dengan kita. Saat berhala besar ego itu hancur, yang
tinggal hanya Cinta, Rasa Damai, Syukur dan Kasih Sayang.
yos.
===========
Setuju banget Mas Yos. Cuman ... cuman ... luarbiasa sulitnya. Karena
tak-ubahnya peniadaan-diri, sementara yang mencoba meniadakan itu juga si diri
atau si ego ini juga adanya.
Mas Yos bisa ngasi 'jurus ampuh' untuk itu?
[Minta bantuan Saudara-saudari di PH Pro untuk menyampaikannya kepada Mas Yos
ya... ]
Persaudaraan selalu,
NA.
[Selengkapnya di suaraSUARA: http://groups.yahoo.com/group/suarasuara/ ]
PH PRO
Indonesia
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
********************
Situs untuk Jual Beli Barang
untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke:
[email protected]! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kolom/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kolom/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/