Akhirnya, terbukti masih ada orang waras di Republik
ini.
Selama ini berita yang beredar selalu mencitrakan
prestasi
yang dibuat Kabinet sekarang. Padahal, dari contoh
kecil saja.
Minyak tanah yang diganti jadi LPG (Gas). Akhirnya,
minyak tanah
jadi barang langka, LPG juga langka. Yang satu keburu
ditarik
dari pasaran duluan, yang pengganti juga menghilang
duluan tanpa
pesan.

Akhirnya, rakyat kecil yang ketempuan. Minyak tanah
nggak ada,
Gas pun langka. Mau cari bahan buat masak, juga susah
dan mahal.
Udah ada bahannya, mau dimasak juga susah. Akhirnya,
masyarakat
kembali ke revolusi fisik dulu, masuk hutan atau
tebang pohon.

Nanti, setelah pohon langka, pohon pelindung di tepi
jalan bakal
juga ditebang. Repotnya baru terasa nanti, pas musim
penghujan, 
sedikit sedikit longsor, banjir bandang, dll.

Terakhir ini, rakyat kecil makin pintar plesetin
idiom.
Bersama kita bisa ...... bikin rakyat sengsara.
Mungkin ini namanya, mati pelan pelan ..... gaya baru.

**************
Presiden PDK Nilai Pemerintah SBY-JK Gagal
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Sabtu, 3 Januari 2009 - 15:51 wib

BALIKPAPAN - Tak sedikit yang menilai pasangan Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK) gagal
memimpin bangsa. Kali ini, alasannya karena keduanya
tidak memiliki pola berpikir konseptual, dan hanya
berdasarkan pada kebijaksaan reaksional.

Penilaian  ini disampaikan Presiden Dewan Pimpinan
Nasional Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Ryas Rasyid
pada acara rapat kordinasi dan pembekalan Calon
legislatif 2009 di Hotel Novotel Balikpapan,
Kalimantan Timur, Sabtu (3/1/2009). 

Menurut Ryas, banyak indikator kegagalan SBY selama
memimpin dan tidak ada prestasi yang menonjol.
Pengangguran makin meluas dan kemiskinan juga makin
tinggi,

"Angka-angka statistik yang dipakai pemerintah untuk
merujuk  bahwa terjadi pengurangan kemiskinan itu
adalah angka manipulatif,  dibandingkan  dengan bank
dunia jauh sekali. Versi ADB-Bank Dunia dengan jumlah
kemiskinanan versi Bank Dunia sekira 100 juta.
Sedangkan versi BPS, kita sekira 30 jutaan," jelas
Ryas.

Dia menyebutkan angka standar kemiskinan versi BPS
yakni berpenghasilan  Rp180.000/bulan. Mereka yang
pendapatannya kurang dari 180 baru dikatakan miskin.

Sementara  versi ADB-Bank Dunia itu, USD2 per hari,
jika 30 hari berarti USD60 per bulan. Itu menjadi
(total per bulan) Rp600.000. "Itu standar kemiskinan
di negara-negara berkembang. Di Indonesia saja aneh
sendiri, bikin standar Rp180.000 menurut versi BPS.
Jadi itu angka bisa dimanipulasi," tandasnya.

Sementara dari sisi pemberantasan korupsi, menurut
Ryas tidak menyentuh pada akar permasalahannya.
"Jangan percaya bahwa penangkapan-penangkapan  yang
dilakukan KPK akan menghentikan korupsi, karena itu
tidak menghantam pabriknya. Pabrik korupsi adalah
sistem administrasi yang rusak, tidak ada reformasi
administrasi selama pemerintah SBY ini cuma pidato
melulu," tuturnya.

Karena itu, dia mengingatkan pemerintah dan  rakyat
Indonesia perlu mengevaluasi pemerintahnya secara
cerdas. Yakni dengan memilih pemimpin yang memiliki
kompetensi, integritas, dan moral serta memiliki grand
design permasalahan bangsa ini. 

M/S. Bima Bhakti Group Indonesia
www.geocities.com/bimagroup
Agriculture, Spices, Natural Resins & Gums, Gambier Manufacturer, Processor & 
Exporter 
*Damar Batu, Gum Damar, Gum Copal, Damar Resins, Gum Resins, Gum Turpentine, 
Gambier, Cardamons, Dry Cassava, Cloves, Cloves Stems, Long Pepper, 
Cassiavera,Cassava Powder, Tapioca Powder, Cassiavera, etc 
Chemicals : Sodium Sulphate, Caustic Soda, Sulphur, etc
Minerals  : Iron Ore, Coal, Manganese Ore, Nickel, Steam Coal, etc
Ph : +62-81513234190, +62-818692956 email : [email protected]
Yahoo! ID : bimagroup
SKYPE ID : kingdamar

Pls CC or  reply to : [email protected]  

Pls Join : 
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
 
LowonganNET - Informasi Lowongan Pekerjaan terbaru, Gratis via email
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/LowonganNet

Iklan Parahiyangan - [email protected]
http://groups.yahoo.com/group/iklan-parahiyangan

Batavia-news - Milis Berita dan Features.
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news

Milis Republik-Mimpi - Ikutan diskusi seputar negeri impian
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/republik-mimpi

Milis Rakyat-Peduli - Anda peduli dgn masalah bangsa ini ?
[email protected]
http://groups.yahoo.com/group/rakyat-peduli

Great Business Opportunities.
Visit  http://www.balipetroleum.myffi.biz/

Visit Tionghoanet on the blog :
http://tionghoanet.blogspot.com/


      

------------------------------------

********************
Situs untuk Jual Beli Barang
untuk keluar dari mailing list ini silahkan kirim email kosong ke:
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kolom/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke