"Batin yang suci 'mendengar', 'melihat', 'menyentuh', 'mencium' ke-aroma-an, 'merasakan' kenikmatan-kenikmatan melampaui simbol-simbol, bentuk-bentuk, melampaui dimensi-dimensi ruang dan waktu. Realitas-realitas Kebenaran dan Ilmu-Ilmu ke-Abadi-an seluruhnya ada, hadir, menyapa batin-batin manusia... tapi tiada mungkin terdengar, terlihat, tersentuh, tercium, terasakan, di-nikmati tanpa Batin yang suci. Segala sholat, puasa dan ibadah adalah untuk mencapai Batin yang suci. Bila hal itu tidak tercapai maka belum sempurnalah sholat, puasa dan semua ibadah kita. Baru sebatas melaksanakan "kewajiban" ritual agama, tanpa mencapai dan menikmati tujuan akhir dari hasil puncak sholat, puasa dan ibadah. Puncak "Lahiriah" dari puasa adalah TAQWA, puncak "Batiniah" dari puasa, sholat dan semua ibadah adalah akses ke segala macam kenikmatan-kenikmatan ruhaniah-Ilahiah."
(*Dikutip dari penggalan-penggalan mutiara-mutiara hikmah Bapak Wiyoso Hadi, penulis Catatan Harian Membuka Hati, pegawai pada Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia) ------------------------------------------------------------------------ PH PRO Indonesia
