Ass. Wr. Wb.
Rekan-rekan teknik lebih banyak bicara dari sisi teknik, baik kualitatif maupun 
kuantitatif. Saya sendiri banyak belajar dari sisi teknik walaupun fak saya sosial, 
bahkan bisnis saya di bidang teknik.... :-)

Kebetulan juga major saya dalam komunikasi sosial, maka saya berpendapat bahwa masalah 
internet dan antisipasi kita ke depan, baik untuk hal positif maupun negatif, tidak 
bisa lepas dari kultur yang ada dalam masyarakat kita. Kultur membuat kita terbiasa 
akan satu hal dan merasa janggal dengan hal yang lain.

Apalagi teknologi internet yang notabene masih hal yang langka. Internet itu bukan 
hanya masalah warnet, bukan hanya masalah pornografi, bukan hanya masalah chatting, 
bukan hanya masalah-masalah yang sering kita bicarakan dalam forum milis ini. Jauh 
lebih besar dan jauh lebih luas. Mungkin pak Onno, opa Michael, dan para pakar 
internet lainnya punya data berapa besar informasi yang ada di internet, berapa besar 
informasi itu yang mampu diakses oleh masyarakat dan berapa besar masyarakat yang 
mempunyai akses ke internet itu sendiri. Saya haqqul yakin kemungkinan jawabannya 
adalah : masih sangat sedikit sekali prosentasenya....padahal setiap detik informasi 
yang ada di internet terus bertambah.

Jadi memang internet mahal untuk hal-hal yang pornografis (tapi satu dua gambar vulgar 
pasti telah terpapar untuk siapapun yang mengakses internet, bahkan tanpa kita minta, 
kita harus siap menjelaskan pada anak kita secara bijak).
Tapi para sampah masyarakat justru memakai teknologi internet untuk mengirim dan 
menerima bahan baku untuk membuat VCD porno yang sekarang di ler begitu saja di 
emperan. Konsumennya kita juga, tapi berapa persen yang paham baik buruknya VCD porno 
tadi. Segala penyimpangan seksual dimunculkan dalam VCD tersebut dengan bebasnya. 
Masyarakat umum yang mungkin kurang mampu berpikir selektif karena aspek sosial 
ekonomi edukasinya rendah, dibarengi pranata moral sosial religius bangsa yang 
amburadul, menyerap dan sedikit demi sedikit mempraktekkannya dan menambah kehancuran 
moral bangsa ini.

Sikap pemerintah harus tegas dalam menghancurkan sampah masyarakat dan menjatuhi 
hukuman mati pada para koruptor uang dan moral bangsa ini. Pemerintah adalah yang 
memberi perintah, yang terdepan dalam menegakkan gerakan moral. Tidak bisa tidak dan 
tidak ada alasan Dunia Belum Kiamat (siapa sih yang nulis jargon sembarangan ini untuk 
Mega ? Yang jelas bukan Yusril Ihza Mahendra lagi kan) dan tidak ada alasan semua ini 
warisan masa lalu. No way ! Bertindak kali ini atau tidak sama sekali karena rakyat 
bisa mencabut mandat. Bila tidak, pada satu titik nanti rakyat tidak perlu ada 
pemerintah lagi. (kumaha nya?)

Masyarakat yang melek internet, para pakar internet sudah berjuang. Tapi perjuangan 
masih jauh karena selalu berkutat dan dibikin sibuk oleh para sampah birokrat dan 
dengan masalah teknis telekomunikasi yang dikebiri. Sebetulnya mirip jaman koran pakai 
SIUP dan bredel, tapi ini jaman internet. Haqqul yakin teknologi akan terus maju tak 
gentar, dan para pemikir picisan dari zaman tirani akan gigit jari tertinggal di 
belakang.
Dari sisi ini juga, para pakar bisa mengorganisir dirinya untuk mampu melacak dan 
melaporkan segala fasilitas di internet yang digunakan oleh para sampah masyarakat 
Indonesia untuk kegiatan yang tergolong sebagai cyber fraud kepada cyber police 
international di Amerika Serikat.

Kekuatiran dari topik internet dan warnet sarang pornografi yang dibahas ini, maka 
pada akhirnya bermuara pada masalah content yang biasa dalam komunikasi sosial antara 
lain diteliti melalui metoda dan teknik content analysis.
Semua hasil penelitian media komunikasi (radio, tv, mass media) dan patut diduga 
(hipotesa) juga berlaku untuk media internet bahwa masyarakat umum kurang mengetahui 
dan kurang memperhatikan mutu muatan suatu informasi yang didapatnya. Seperti tertulis 
di awal, ada budaya yang kurang berbudi dan berdaya yang justru semakin mendapat angin 
di Indonesia, sementara nilai-nilai perjuangan hidup dan kehidupan moral semakin 
menjadi semacam arsip klenik, yang dibuka untuk pemahaman semu pada saat chaos satu 
demi satu bermunculan.
Hasilnya, content message yang dicari atau dikirim melalui web, chatting, mail list, 
dll kurang bermakna edukatif dan lebih banyak rekreatif.

Internet pada akhirnya dianggap oleh yang belum melek (seperti saya sendiri) hanya 
sebagai sarana hiburan yang mahal, sehingga masyarakat kelompok ini membuat pertahanan 
diri atau menahan diri tidak ikut-ikutan mainan mahal ini, seperti jaman Suharto main 
golf atau fishing. Sekarang dalam kondisi kurs seperti ini, komputer cukup mahal, lalu 
pas bayaran telkom juga mahal, lalu muncul gambar-gambar vulgar,....ya sudah begitu 
jadi image masyarakat terhadap internet.

Kami sendiri mencoba ikut memberikan andil melalui penyebarluasan informasi yang 
bermanfaat, dimulai dari diri sendiri, melalui Indonesian American Moslem Community.
[EMAIL PROTECTED]

  ----- Original Message ----- 
  From: Donny B.U. 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Monday, January 28, 2002 10:55 PM
  Subject: [asosiasi-warnet] summary - internet & warnet sarang pornografi ?



  setuju, jadi tampaknya mulai keliatan summarynya. kita tidak lagi berbicara
  sekedar pornografi......

  jadi sekarang kita bisa fokuskan bahwa kita harus memberikan penekanan
  kepada rumah tangga untuk sedini mungkin memperkenalkan internet kepada
  anak2. bagi orang tua yang melek internet, maka dia akan tenang melepas
  anaknya menggunakan internet. contoh banyak, keluarganya kang onno,
  keluarganya mas budiono (pemred detikcom), dll. semakin anak dikenalkan
  internet sejak dini, maka semakin mengertilah si anak tentang fungsi
  sebenarnya internet. gak perlu takut. toh memang terbukti si anak tidak
  membuka situs2 negatif. tetapi itu bagi para orang tua yang melek IT.

  nah yang akan kita targetkan adalah orang2 tua yang masih ragu2 tentang
  internet, atau belum mendapatkan informasi mendalam tentang internet, atau
  justru tidak tahu apa itu internet. mereka yang tidak tahu ini, kemungkinan
  mendapatkan pemahaman yang salah tentang internet akan lebih besar. saya
  yakin, secara naluriah anak kecil akan mengunjungi situs2 permainan. tetapi
  bagaimana caranya agar keluarga mau memasang internet di rumah atau
  mengijinkan anaknya ke warnet tanpa waswas? (lepas dari soal kemampuan
  finansial, penetrasi line telepon, dll)

  problemnya adalah, bagaimana persiapan kita menghadapi kemungkinan timbulnya
  opini yang buruk tentang internet?
  bagi kita orang IT, pasti sudah paham hitam-putihnya internet.
  nah sekarang tugas kita lah untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat
  umum :)

  jadi, penekanannya bukan pada pemahaman "orang tua" yang sudah melek IT,
  bukan pula pada "behaviour" si anak pengguna internet tersebut. tetapi
  bagaimana caranya agar orang2 tua yang belum melek internet/IT, begitu
  mendengar internet akan berasosiasi pada hal2 yang positip dan menguntungkan
  bagi si anaknya. penekannya juga pada masyarakat yang belum melek IT, jangan
  sampai salah kaprah tentang Internet. implikasinya adalah semakin banyak
  orang yang mau pasang internet di rumah dan mengunjungi warnet untuk hal2
  yang positip. jadi tujuan kita kesitu. bukan "mengubah" behaviour
  orang/keluarga/masyarakat yang udah menggunakan internet, tetapi
  "mengenalkan" kepada mereka tentang internet sejak dini secara benar.

  saya sangat mengharapkan banyak yang bisa memberikan data2 tentang
  penggunaan internet di indonesia, sehingga langkah2 bisa diambil dengan
  tepat. data2 dari mas bas (ITB) pasti akan sangat berharga :) saya tunggu
  kiriman data/hasilnya.
  lalu pendapat pak rr pun benar, bahwa penetrasi pornografi via VCD jauh
  lebih besar ketimbang internet. ya internet itu masih kecil, baru 1-3%
  penetrasinya bagi seluruh penduduk indonesia. nah kita khan sekarang lagi
  rame2 tuh ingin meningkatkan penetrasi internet, entah melalui warnet
  ataupun rumahan. yang saya coba tekankan adalah, dalam peningkatan penetrasi
  tersebut, harus pula disertakan "manual book" nya. jangan sekedar berbicara
  angka. jadi jangan sampai nanti kita terlambat menyadari, penetrasi sudah
  sedemikian pesat, tapi kita lupa menanamkan pesan2 moral di dalamnya.

  sekali lagi, internet merupakan agen perubahan budaya. budaya seperti apa
  yang akan tercipta, semuanya tergantung pada  antisipasi dan langkah yang
  kita jalankan sejak

  terimakasih untuk masukan rekan2. mudah2an kita bisa membangun internet
  indonesia yang cerdas dan sehat :)

  -dbu-
  Pekerja TI Biasa



  ----- Original Message -----
  From: <[EMAIL PROTECTED]>
  To: <[EMAIL PROTECTED]>
  Sent: Monday, January 28, 2002 5:17 PM
  Subject: Re: penetrasi vcd dan majalah ? [asosiasi-warnet] internet & warnet
  sarang pornografi ?


  > Nah sudah ada bukti bahwa pendidikan dalam keluarga akan lebih bagus dalam
  > menyongsong era internet yang baru saja dimulai, adalah dengan
  > memperkenalkan internet dalam keluarga sedini mungkin, termasuk pada
  > anak-anak kita.
  > Bisa saja terjadi apa bila seorang ibu melarang anak-anaknya ke warnet,
  > justru pada masa dewasa nanti anak itu akan tergila-gila dengan internet,
  > karena seperti kuda lepas dari pingitan.
  > Saya sependapat dengan Pak Onno.
  >
  > Salam,
  >
  > Riz
  >
  > From: "Onno W.Purbo" <[EMAIL PROTECTED]>
  > > betul, kuncinya adalah di penggunaan internet untuk kerjaan / hal
  positif
  > ..
  > >
  > > kebetulan juga  nih, di rumah kan Internet nyala 24 jam ..
  > > anak-anak bisa browse semau-nya kalau mereka mau ..
  > > engga saya proteksi apa-apa ...
  > > ternyata engga pernah tu masuk ke situs yang engga-engga ..
  > > masuknya paling ke harry potter, pokemon dlll :) ...
  > > aman-aman aja koq :) ...



        Yahoo! Groups Sponsor 
          

------------------------------------------------------------------------
       
       

  Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
  Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 

  Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



--- StripMime Report -- processed MIME parts ---
multipart/alternative
  text/plain (text body -- kept)
  text/html
---
_______________________________________________
Milis Komunitas Sekolah2000 (A.K.A [EMAIL PROTECTED])
Untuk posting kirim email ke : [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengubah mode langganan anda, berhenti langganan kunjungi:
http://milis.sekolah2000.org/mailman/listinfo/komunitas

Kirim email ke