ARTIKEL: JOE GIRARD VAN DETROIT
Oleh: Jansen H Sinamo *

Jika Muhammad Ali adalah jago tinju sedunia siapakah jago jual sedunia? Kecuali
Anda pernah bekerja di bidang penjualan mobil, saya tidak yakin Anda
mengenalnya. Dia adalah Joe Girard, world-class achiever di bidangnya. Dan saya
ingin memperkenalkan kepada Anda sang legendaris ini. Nama Joe Girard kini
tercatat abadi sebagai World's Greatest Salesman menurut The Guinness Book of
World Records. Latar belakangnya yang miskin penuh derita membuat suksesnya
lebih bercahaya. Ia adalah pahlawan wiraniaga terbesar yang bisa disejajarkan
dengan Rudy Hartono di bulu-tangkis, Karpov di catur, atau Pele di sepakbola. 

Joe Girard, yang tinggal di Detroit ini, selama 12 tahun berturut-turut
berhasil menjual puluhan ribu mobil --sendirian-- dengan rata-rata penjualan 6
kendaraan per hari. Penjualan ini ekivalen dengan kinerja sebuah dealer mobil
berukuran top di Indonesia dengan dukungan karyawan 30-an orang. 

Bulan Oktober 1992 dia datang ke Indonesia dan memukau ratusan pendengarnya,
yang membayar US$ 250.00 per orang, dalam seminar setengah hari di Jakarta
Hilton. Di sana ia menceritakan kiat-kiatnya menjadi jago dunia. 

Berikut adalah analisis saya tentang profil keberhasilan spektakuler Joe Girard
yang saya dengar dari ceramah itu, dan dilengkapi oleh informasi dari beberapa
buku tulisannya. Sekaligus saya ingin mencoba mendeskripsikan profil seorang
jago dunia secara umum.

1. Jago Dunia Memiliki Tekad Baja
Barangkali karakter Joe Girard yang paling menonjol adalah niat dan tekadnya
yang sangat kuat untuk berhasil. Anda dapat menerjemahkan niat dan tekad ini
sebagai ambisi suci, keinginan mulia, atau kerinduan agung. Apa pun namanya,
niat besar ini telah memberinya semacam tenaga batin (inner power) yang luar
biasa untuk meretas belenggu-belenggu kegagalan dan keterbatasan, serta meraih
sukses dalam karirnya.

Untuk berhasil, apalagi sampai tingkat dunia seperti Joe Girard, sejumlah
hambatan dan rintangan seperti kemalasan, ketakutan, godaan, keterbatasan
pengetahuan, keterbatasan relasi, kurang fa-silitas, kurang modal dan 1001
kekurangan lainnya harus diatasi. 

Joe Girard sendiri tidak lulus SMP, dibesarkan di daerah kumuh oleh seorang
ayah mafia kelas teri, berkali-kali ditangkap polisi karena mencuri dan
kriminal lainnya. Latar belakangnya sungguh muram. Tetapi tekadnya untuk
berhasil lebih kuat daripada kelemahan yang membelenggu dirinya. Hal itu pula
yang memampukannya mengatasi kelaparan, kehausan, kelelahan, tekanan, ejekan,
pelecehan, salah pengertian, bahkan tantangan dan ancaman.

2. Jago Dunia Digerakkan Oleh Visi
Joe Girard sangat fasih menuturkan apa yang dikehendakinya, seolah-olah
impiannya tersebut sudah ada, sudah terlihat, sudah nyata. Kemampuannya
menyentuh ikhwal imajiner ini bahkan sudah sampai ke tahap emosional, artinya
emosinya sudah mampu merangsang kehendaknya atas hasil masa depan yang
dirindukannya. Inilah yang secara praktis saya sebut dengan visi atau sasaran
agung, yakni kemampuan melihat dan merasakan sesuatu pada ruang masa depan.

Apa manfaat praktis dari sebuah visi? Manfaat terbesar adalah menyediakan arah,
tuntunan, dan gairah hidup bagi sang visioner. Dengan demikian, upaya dan
kegiatannya menjadi efektif dan sekaligus juga efisien. Di pihak lain, orang
yang tidak punya visi gampang teralihkan dan kemudian terombang-ambingkan. Ia
tidak tahu apa yang dikehendakinya. Kadang, meskipun tahu, tetapi tidak sejelas
kristal, dengan akibat tidak punya daya, powerless.

3. Jago Dunia Tekun dan Tabah
Ketekunan dan ketabahan adalah kemampuan menyelesaikan suatu pekerjaan sampai
tuntas, selesai dan berhasil, apa pun halangannya. Lawan sifat ini adalah
gampang menunda. Orang yang tidak tekun mudah menyerah pada godaan sesaat
--menyimpang dari rel visi-- yang umumnya dapat digolongkan pada tiga kategori:
nafsu mata, nafsu perut, dan nafsu libido.

Meskipun pemenuhan nafsu-nafsu di atas tidak salah, bahkan esensial bagi
eksistensi kehidupan kita, tetapi pemenuhan berlebihan (indulgency) tidaklah
menyehatkan pada tingkat psikologis. Pada taraf tertentu, nafsu-nafsu itu perlu
didisiplinkan dan ditahan. Secara umum inilah tujuan paling praktis dari
tradisi ber-puasa, berpantang, bertarak, atau mutih.

Bertekun mengerjakan sesuatu memerlukan pengorbanan, dalam bentuknya yang
khusus, menolak pemenuhan ketiga nafsu di atas untuk sementara, sampai tugas
itu tuntas selesai. Menunda sebuah pekerjaan penting demi acara tinju di TV
misalnya, adalah contoh ketidaktekunan. Cita-cita menjadi jago dunia pun
tinggal ilusi.

Joe Girard memahami arti ketekunan ini. Dia melakoninya hingga tuntas. Kisahnya
memelihara ribuan file pelanggan dan mengirimkan kepada masing-masing satu
kartu khusus setiap bulan adalah salah satu contoh ketekunannya. Menurut Joe
Girard, tidak ada pelanggannya yang berhenti membeli mobil darinya, kecuali
mereka pindah dari Amerika atau meninggal dunia. Juga, kisah bagaimana ia
menelepon pelanggan sehari penuh sampai malam, memenangkan penjualan yang
sangat dibutuhkannya ada-lah contoh ketabahannya. Dan ketekunan dan
ketabahannya membuahkan hasil.

4. Jago Dunia Selalu Berpikir Positif
Mental positif adalah sikap dasar dalam mendekati segala sesuatu dengan
positif. Sikap positif berakar pada sejumlah keyakinan yang juga positif
seperti: bekerja itu sehat; kejujuran adalah modal dasar; tanpa komitmen tiada
sukses; apa pun yang terjadi selalu ada manfaatnya; kerjasama adalah kunci
sukses; tahan menderita adalah sehat; hari esok tak sama dengan hari kemarin;
selalu ada cara yang lebih baik dari cara sekarang; melayani berarti memimpin;
memaafkan itu menyehatkan jiwa; dan 1001 keyakin-an positif lainnya.

Joe Girard digelari sebagai The Positive Thinker No. 1 oleh Norman Vincent
Peale, pengarang buku laris sepanjang zaman The Power of Positive Thinking. Dan
gelar ini memang betul. Jika kita membaca buku Joe Girard, maka semangat yang
paling menonjol adalah pikiran positif. Ia bahkan mampu mentransformasikan
residu pengalaman negatifnya dari masa lampau menjadi tenaga pendorong positif
bagi hidupnya di masa kini. Misalnya gelar sebagai "anak tidak becus" yang
diberikan ayahnya sambil memukuli dirinya ketika ia masih SD --yang membekaskan
luka dalam di hatinya-- menjadi pemecut semangatnya untuk membuktikan
sebaliknya. Tiap kali ada tendensi ia membelok dari cita-citanya, diingatkannya
dirinya bahwa "anak tidak becus" akan menjadi kenyataan.

5. Jago Dunia Selalu Bersemangat dan Antusias
Barangsiapa pernah melihat Joe Girard berbicara, maka dia pasti setuju bahwa
antusiasme superior adalah ciri khas tokoh kita ini. Ia berlari, melompat, dan
berteriak di panggung seminar. Suaranya melengking, bergetar, atau membahana di
mana perlu. Lain kali suaranya mengecil dan berbisik sambil menangis. Ia
berbicara dengan hati dan emosinya. Baginya panggung seminar adalah panggung
teater. Ia bukan tipe seminaris yang membaca makalah dengan kering dan
membosankan.

Akan tetapi, di luar panggung pun, Joe Girard sungguh-sungguh antusias. Ia
menyapa orang-orang dengan hangat dan bersemangat. Bila kita berbicara
dengannya daya magnetik pribadinya sungguh-sungguh memikat dan memukau. Kita
merasa disemangati, diisi baterainya dan dikuatkan. Tidak heran, calon-calon
pembeli mobilnya begitu terpikat dan membeli mobilnya dengan senang. Bahkan
dikisahkannya, seorang wartawan yang semula cuma berniat mewawancarainya,
akhirnya membeli mobil usai acara karena the power of enthusiasm ini.

6. Jago Dunia Pandai Dalam Relasi Antarmanusia
Bisnis berarti hubungan dengan banyak orang. Semakin maju bisnis kita, semakin
banyak kita harus berhubungan dengan orang lain. Konon BCA dengan tabungan
TAHAPAN yang terkenal itu saja harus melayani sekitar 20 juta nasabah. Suatu
jumlah yang lebih besar dari penduduk Malaysia. Berarti BCA harus membina
hubungan dengan nasabah sebanyak itu. Dapat ditebak bahwa salah satu sukses BCA
adalah kemampuan mereka menangani manusia. Sebaliknya dapat dipastikan, problem
nomor satu pun adalah people relations juga.

Joe Girard menjual secara pribadi sekitar 1.500 mobil per tahun, berarti ia
harus menjumpai lebih banyak lagi calon pembeli. Sesudah itu pelanggannya
dipelihara melalui surat, telepon atau undangan khusus. Hasilnya 80%
penjualannya adalah repeat order, yaitu penjualan berulang. Sulit dibayangkan
bagaimana Joe Girard bisa sukses tanpa human relations yang canggih. 

Dari percakapan dengan Joe Girard, mendengar ceramahnya, dan membaca bukunya,
saya simpulkan bahwa prinsip utama human relations yang diterapkannya adalah
"menyukai orang lain secara sungguh-sungguh." Dalam bahasa lain dia berkata: to
love my customers honestly, genuinely, sincerely. 

Motto Joe Girard: I Like You dengan logo apel merah, telah menjadi identitas
pribadinya. Ia mengucapkannnya, menerapkannya, menghayatinya dan
mengkristalkannya dalam bentuk lambang dan suvenir. Tak heran Tom Peters
memujinya dalam In Search of Excellence sampai dua halaman. "Joe Girard seems
to care genuinely," komentar Tom Peters mengakhiri analisisnya.

7. Jago Dunia Kreatif Otaknya
Menjadi jago dunia adalah dambaan banyak orang. Kita punya energi, semangat,
antusiasme, keterampilan, dan percaya diri. Itu baik dan itu sangat perlu.
Tetapi tanpa strategi dan taktik yang tepat semua itu kurang berguna. Fakultas
yang membimbing kualitas-kualitas di atas menjadi jago dunia ialah kecerdasan.

Perpustakaan saya berisi lebih dari 3 lusin literatur kewiraniagaan, tetapi
jarang buku-buku tersebut menawarkan ide dan konsep baru. Buku-buku Joe Girard
(3 buah banyaknya) boleh dikatakan mengandung 85% konsep-konsep standar
kewiraniagaan dan 15% ide-ide baru. 

Nah, di sini cerdasnya Joe Girard yang tidak lulus SMP itu. Dua di antara
ide-ide baru tersebut yang sangat orisinil adalah Hukum Girard 250 dan Sistem
mailing 12 bulan.

Hukum Girard 250 berkata bahwa setiap wiraniaga mempunyai pelanggan alamiah
sebanyak 250 orang. Menurut Girard, dari temuannya di kantor Dinas Pemakaman,
rata-rata orang mati dilayat oleh 250 orang. Girard menafsirkan, terdapat 250
orang yang sangat dekat secara emosional dengan almarhum, sehingga sampai
bersedia meluangkan waktu ke rumah duka dan ke pemakaman. Nah, fenomena alamiah
ini, membuat Girard berpikir bahwa terdapat 250 orang juga yang karena
kedekatan emosionalnya, bersedia "berkorban" untuk seorang wiraniaga, mulai
dari diganggu telepon, didatangi, dijelasi brosur, dan akhirnya membeli. 

Maka Girard menetapkan bahwa sebagai langkah awal, dia harus bisa mengumpulkan
250 orang prospek untuk dilayani, dipelihara, dan dijuali. Dengan modal
pelanggan sebanyak 250 orang ini, ekspansi pelanggan selanjutnya menjadi mudah.

Sistem mailing 12 bulan adalah sistem pelayanan pelanggan dimana semua
pelanggannya --tanpa kecuali-- pasti menerima 12 buah surat dalam setahun dari
Joe Girard sendiri. Yang menarik adalah bahwa setiap bulan amplopnya berbeda
baik warna maupun ukurannya. Bukan cuma itu, ucapannya pun berbeda. Mulai dari
Selamat Tahun Baru (Januari), Selamat Hari Valentine (Februari), sampai Selamat
Natal (Desember). Dan salah satunya tentu: Selamat Ulang Tahun dari Joe Girard.
Konon surat bulanan Joe Girard selalu ditunggu-tunggu oleh puluhan ribu
pelanggannya.

8. Jago Dunia Menjunjung Tinggi Kejujuran
Joe Girard menyediakan satu pasal penuh dalam bukunya untuk membahas aplikasi
kejujuran dalam bisnis di bawah judul Honesty Is the Best Policy. Barangsiapa
beranggapan kejujuran tidak berguna dalam bisnis, saya anjurkan membaca pasal
ini.

Tesis Joe Girard adalah: kejujuran adalah landasan kepercayaan; kepercayaan
adalah basis hubungan baik; dan hubungan baik adalah medium hubungan bisnis
yang langgeng. "Jadi, jika ingin berbisnis dengan langgeng, jujurlah kepada
para pelanggan. Mereka akan respek, percaya dan datang kembali," tegas Joe
Girard. 

Memang terasa absurd berusaha melayani pelanggan agar terjadi customer
satisfaction, tetapi kemudian membohongi mereka. Ini ibarat menuang nila
semangkok ke dalam belanga susu yang kita jual. Bukan laba yang kita peroleh
melainkan mara.

9. Jago Dunia Jago Berkomunikasi
Temu muka dengan Joe Girard adalah pertemuan yang penuh semangat. Tidak ada
kepasifan. Ia senantiasa aktif: bertanya, menyapa, memuji, mensugesti atau
mendengar. Akibatnya kita ikut terbawa aktif. Ia tidak hanya menggunakan
mulutnya tetapi juga tubuh, mata, tangan dan senyumnya. Pokoknya ia adalah
seorang yang aktif-positif-dinamis dalam berkomunikasi.

Dalam proses komunikasi ini, ia menghilangkan jarak dan rasa takut
antarmanusia. Sebaliknya tercipta suasana enak, segar dan menyenangkan yang
membuat kita menerima dia, menyenangi dia, meyakini apa katanya, dan tentu
akhirnya membeli mobilnya. Ia pandai sekali mengkomunikasikan isi hatinya dan
isi kepalanya dengan positif, sehingga residu emosi negatif kita hilang
digantikan dengan yang positif.

10. Jago Dunia Selalu Bersikap Konsisten
Semua orang setuju bahwa pelaku bisnis itu harus ramah, baik, melayani,
menolong, memberi perhatian, menghormati dan berusaha memuaskan pelanggannya.
Namun, kata Tom Peters, "Kebanyakan kita tidak sungguh-sungguh menerapkannya.
Hanya mereka yang excellent --jago dunia-- yang menerapkannya secara
sungguh-sungguh, tuntas, dan konsisten."

Joe Girard menerapkan kiatnya, ilmu dan falsafah bisnisnya dengan konsisten.
Hasilnya adalah kemajuan dan pertumbuhan. Jika akhirnya ia terkenal ke seluruh
dunia, kaya dan populer, hal itu merupakan buah yang wajar dari konsistensi
perilakunya. Konsistensi adalah akar keberhasilan sejati.

Merenungkan kisah Joe Girard, kita dapat menarik sebuah kesimpulan: bahwa
menjadi world-class achiever tidaklah mudah. Tanpa kemampuan dan keahlian,
khususnya tanpa motivasi superior dan stamina ekstra, seseorang tidak mungkin
menjadi achiever besar. Maka pertanyaan penting adalah, dari manakah sang
achiever memperoleh motivasinya sehingga ia dapat bertahan dalam arena
kompetitif itu? 

Pasti tidak dari sekadar uang saja meskipun dunia para achiever berkelimpahan
dengan uang. Lagipula sudah diketahui bahwa motivasi uang selalu berbentuk
kurva lonceng (bell shaped curve), maksudnya uang memang memotivasi orang,
tetapi sesudah uang tersebut diperoleh, tingkat motivasinya akan turun dan
melandai; mendaki mencapai puncak kurva lonceng lalu menurun menuju dasar
kurva.

Studi saya menyimpulkan bahwa motivasi ekstra seorang achiever ternyata selalu
berasal dari ruang moral-spiritual. Dari ruang inilah dapat digali pelbagai
macam motivasi super, seperti demi negara, demi bangsa, demi kekasih hati, demi
keindahan, demi perdamaian, demi demokrasi, demi kemajuan peradaban, demi nama
keluarga, demi pengembangan diri menuju puncak kesem-purnaan, dan sebagainya. 

Intinya, motivasi agung ini berasalah dari sebuah falsafah yang ideal dan
keyakinan kuat bahwa pencapaian itu adalah baik, benar, dan mulia. Motivasi
super inilah yang mampu mendukung stamina jangka panjang, terbangkitkan oleh
energi psiko-emosional, seperti kekuatan kekuatan cinta, kekuatan harapan, dan
kekuatan impian.

Dalam dunia modern dimana kompetisi antarmanusia, antar-organisasi, dan
antarbangsa telah menjadi norma, maka high achievement di segala bidang menjadi
tiket masuk ke arena pertandingan. Tanpa itu kita cuma jadi penonton. Dan
sebagai penonton, kita harus selalu membayar. Dan hebatnya, tidak ada calo yang
menjual catutan. Artinya setiap orang harus mengambil tanggung jawab untuk
mengembangkan dirinya. Sejalan dengan itu, setiap perusahaan, setiap partai
politik, setiap negara atau organisasi apa pun harus mengambil tanggung jawab
serupa.

*) Jansen H Sinamo, Direktur Institut Darma Mahardika. Dapat dihubungi langsung
di [EMAIL PROTECTED] 



--- StripMime Report -- processed MIME parts ---
multipart/alternative
  text/plain (text body -- kept)
  text/html
---
_______________________________________________
Milis Komunitas Sekolah2000 (A.K.A [EMAIL PROTECTED])
Untuk posting kirim email ke : [EMAIL PROTECTED]
Untuk mengubah mode langganan anda, berhenti langganan kunjungi:
http://milis.sekolah2000.org/mailman/listinfo/komunitas

Kirim email ke