Salam kenal,
Perkenalkan, saya Mochammad Zuhdy. Saya peminat sejarah. Senang sekali bisa
bergabung di milis ini. Semoga bisa berkomunikasi, tukar cerita dan diskusi
dengan rekan-rekan lain sehingga dapat memperdalam wawasan sejarah sejarah kita
semua. Saya juga ingin tahu apakah rekan-rekan komunitas historia dari Surabaya
juga membentuk semacam sub-komunitas tersendiri dan apa sudah melakukan
kegiatan seperti gathering dan sebagainya.
Sebagai awal, saya ingin sekalian menanyakan tentang tempat lahir Bung Karno.
Seperti halnya penuturan beliau sendiri di otobiografinya, Bung Karno lahir di
Surabaya ("Bapak dikirim ke Surabaja dan disanalah putra sang fadjar
dilahirkan", ... Penjambung Lidah ... Jakarta 1966 hal. 29). Namun di mana
tepatnya rumah tempat beliau dilahirkan, atau di mana tepatnya alamat tinggal
keluarga beliau waktu kecil di Surabaya?
Tempo hari ada yang mengatakan di Lawang Sketeng gang sekian nomor sekian.
Apakah memang akurat dan didukung bukti? Beliau sendiri di buku yang sama
sempat menyebutkan alamat, yaitu Jalan Pahlawan nomor 88. ("Dengan kakakku
perempuan Sukarmini, jang dua tahun lebih tua daripadaku, kami merupakan satu
keluarga jang terdiri dari empat orang ... Dikurangi sewa rumah kami di Djalan
Pahlawan 88 ... " ibid hal 30).
Saya tidak tahu apakah penjelasan beliau dalam otobiografinya tersebut sudah
atau belum ditelaah lebih jauh. Padahal alamat yang disebutkan cukup jelas,
meskipun tidak jelas apakah beliau lahir di rumah itu, ataukah keluarganya
pindah ke rumah tersebut setelah tinggal di rumah lain. Selain itu, apakah
alamat yang disebutkan beliau itu cukup akurat. Beliau lahir di zaman Belanda
yang tentu saja belum ada nama Jalan Pahlawan. Apakah yang dimaksud Jalan
Pahlawan yang dulunya Aloon-Aloon Straat, ataukah Jalan Pahlawan yang dulunya
Simpang, sebab setahu saya di awal kemerdekaan jalan yang sekarang bernama
Jalan Pemuda itu Jalan Pahlawan, dan yang Jalan Pahlawan sekarang dulu Jalan
Pemuda. Jadi ada tukar nama jalan. (Mohon verifikasi atas hal ini). Belum lagi
ada perubahan penomoran rumah.
Jika alamat sudah diberikan cukup jelas bahkan oleh pelaku sejarah sendiri
(dalam hal ini Dr Ir Sukarno, Proklamator dan Presiden RI pertama), setelah ada
kajian yang dapat dipertanggungjawabkan, rasanya tepat jika di lokasi tersebut
diberikan tugu peringatan.
Semoga dapat menjadi pembuka diskusi yang menarik.
Zuhdy