Hari ini, 100 tahun yang lalu, 6 November 1908 Indonesia kehilangan salah 
seorang puteri terbaiknya. 
Pejuang kemerdekaan yang tidak pernah mengenal arti kata menyerah dan kalah 
terhadap penjajahan fisik, mental dan akidah.
Hingga ia terpaksa dipisahkan dari tanah yang dicintainya tetapi semangat 
perjuangan masih tetap berkobar di dalam tubuh rentanya.

Semoga akan terlahir kembali Cut Nya' Dien-Cut Nya' Dien muda, dengan semangat 
dan pikiran yang serupa.


Salam Historia!
-maria zulfah-


      

Kirim email ke