Dari milis tetangga

 

Thunder emang tiada duanya

 

  

 

Viva Thunder Retro

dapet info dari :
http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/17/12324873/komparasi.suzuki.thunder.
125.vs.bajaj.xcd.125

Salam, 
Wawan



Komparasi Suzuki Thunder 125 VS Bajaj XCD 125

  <http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/17/123526p.jpg> 

 <http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/17/123526p.jpg>
<http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/17/123036p.jpg>
<http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/17/123228p.jpg> 

 
<http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/17/12324873/komparasi.suzuki.thunder
.125.vs.bajaj.xcd.125> MOTOR PLUS/AXEL

Mampukah Bajaj merebut 10% dari total penjualan Thunder?

 <http://http/www.motorplus-online.com> 

Selasa, 17 Juni 2008 | 12:32 WIB

JAKARTA, SELASA - Kehadiran Bajaj XCD 125 membuat lenggang Suzuki Thunder
125 cc yang sudah tampil lebih dulu tidak mulus di kelas motor sport cilik.
PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) boleh bilang tidak head on dengan Suzuki, tapi
selisih harga yang tipis - XCD Rp. 13,5 juta dan Thunder Rp 14,3 juta (OTR
Jakarta) -  menjadikan keduanya bersaing.

Tim MOTOR Plus melakukan tes dengan tiga parameter, tapi yang ditampilkan di
sini hanya dua unsur; kenyamanan dan konsumsi bahan bakar.

HANDLING
Setang XCD (baca; Eksit)  yang agak tinggi, terasa pengendalian  lebih
ringan dan mudah. Perjalanan menyusuri jalanan Jakarta yang terkenal macet,
seperti keliling ke arah timur sampai Pulogadung, tidak terasa berat. 
 
Lain dengan Suzuki Thunder, posisi duduk memang agak nunduk lantaran
setangnya memang bergaya sport.  Ketika melewati jalanan yang macet lumayan
membuat berkendara lebih sulit.

Untuk perjalanan panjang, mengendarai Thunder sangat mantap. Tak cuma itu,
ergonomi seperti ini menjanjikan kesiagaan lebih ketimbang style santai yang
dirancang Bajaj.

Dalam kecepatan tinggi, pegangan grip gas dan bahu menekan sehingga membuat
Thunder lebih stabil. Apalagi hambatan angin makin berkurang karena posisi
tubuh lebih menunduk.

ESTETIKA
Walau posisi ergonomi lebih sporty, Thunder terasa lebih retro ketimbang
Bajaj yang futuristik. Spidometer dan lampu bulat tanpa tudung, sangat dekat
dengan gaya klasik Jepang. Gaya ini tentu saja abadi, tetap enak dilihat
plus modifable.

Sedang Eksit punya genre beda. Desain tudung lancip, fitur lampu futuristik,
apalagi spido digital membuatnya berkesan canggih. Uniknya, setang dan
pegangan justru lebih kuno ketimbang Thunder.

Soal tampilan keseluruhan, Thunder terlihat lebih macho dibanding Eksit.
Model tangki yang lebih besar memberi kesan gagah, membuatnya lebih
mendekati muscle bike.

Eksit lain lagi, ia mirip desain motor Italia yang slim dan lancip. Apalagi
desain lampu belakangnya, wuih.. bisa bikin ngiler modifikator aliran
modern!

Eksit: Bebek Berbackbone?
Di sisi lain, pengoperasian tuas gigi di Eksit ke depan semua. Membuatnya
dekat pada motor bebek berkontruksi underbone. Mungkinkah ini bebek
berbackbone?

Kekurangan Eksit ketimbang Thunder ada di sektor pengereman. Sistem
konvensional teromol untuk depan dan belakang tentu saja lebih lemot
ketimbang sistem cakram untuk roda depan Thunder.
 
Akselerasi spontannya harus diredam oleh rem teromol yang kurang menggigit.
Apalagi jika terendam banjir misalnya, remnya akan makin lemah. (Tim Motor
Plus)
KONSUMSI BAHAN BAKAR
1. Suzuki Thunder : 1 liter untuk 47,2 km
2. Bajaj XCD       : 1 Liter untuk 43,4 km


SBT 

 

 

<<attachment: image001.jpg>>

Kirim email ke