dari millist tetangga nih...
mudah2an berguna 

bst rgds,
Gerry - Koster039

----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Muhammad Surur <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Kamis, 19 Juni, 2008 11:00:37
Topik: [Thunder 125] Just For Info


Motor Mau Irit BBM?
  
MOTOR PLUS/AXL
Semprotkan cairan ke lubang busi, tunggu 10-15 menit
/
Kamis, 19 Juni 2008 | 10:11 WIB
JAKARTA, KAMIS - Bila motor mau irit, pembakaran harus sempurna. Intinya, semua 
campuran bensin dan udara di ruang bakar terbakar tuntas. Tidak ada kerak atau 
asap. Makanya penting merawat komponen pembakaran, apalagi setelah harga bahan 
bakar minyak (BBM) naik.
 
Cairan Kimia
Merawat komponen pembakaran, sebaiknya serahkan ke bengkel. Sebab, belum tentu 
kita punya alat melepas karburator, kepala silinder, piston dan juga kem di 
motor 4-tak. Juga belum tentu bisa memasangnya kembali.
Cara gampang tanpa harus membongkar komponen-komponen seperti di atas, bisa 
dengan menggunakan cairan pembersih khusus ruang bakar (engine conditioner). 
Banyak pilihan, ada DCS, Carb Cleaner dan AHRS Engine Cleaner.
Selain gampang, jauh lebih irit lantaran sekaleng pembersih harganya berkisar 
Rp25 ribu – Rp40 ribu. Ongkos bongkar pasang di bengkel pasti lebih dari itu.
 
Ketika disemprotkan ke ruang bakar, kandungan kimia di cairan pembersih mesin 
bisa melunakkan kerak sisa pembakaran. Malah cairan yang bagus bisa bikin kerak 
jadi serbuk debu yang keluar bersama gas buang. “Jadi bisa dipastikan, kecil 
kemungkinan sisa kerak yang terangkat merusak dinding piston atau silinder,” 
yakin Hasyim yang pernah kuliah Teknik Mesin di STTN, Yogyakarta.
Selain ruang bakar, semprotkan juga ke mulut karburator. Langkah  ini bisa 
membersihkan lubang karburator. Penyemprotan dilakukan berbarengan dengan mesin 
hidup pada putaran tinggi (8.000-9.000 rpm). Maksudnya agar kotoran langsung 
terisap ke ruang bakar dan terbuang tanpa harus menyemprotkan dengan angin 
kompresor.
Jika ingin lebih sip, cairan pembersih bisa disuntik langsung ke ruang bakar. 
Kiat ini dapat lebih membersihkan kepala piston dan kepala silinder. Caranya 
tentu dengan membuka busi lebih dulu. Menurut Hasyim, teknik ini didahului 
memanaskan mesin. Maksudnya panas membuat reaksi kimia cairan pembersih cepat 
melumerkan kerak. "Biarkan cairan bekerja 10 sampai 15 menit, lalu hidupkan 
mesin. Memang, mesin agak sulit dihidupkan. Kalau sudah bisa, digas-gas supaya 
kotoran terbuang lewat knalpot," terang Hasyim.
 
Kelistrikan dan Api
Komponen lain yang menentukan sempurnanya pembakaran adalah elektronik. Mulai 
dari sepul, pick-up coil alias pulser, kiprok, aki, CDI, koil dan busi. 
Termasuk juga kabel, soket dan kepala busi pun penting sebagai penghantar 
listrik.
Arus listrik yang bagus harus disokong penghantar yang baik pula. Makanya, 
sambungan antar kabel (soket) dan kedudukan ground alias massa jadi penting.
Membersihkannya pun cukup gampang. Cukup kerik permukaan konektor  atau gosok 
pakai ampelas. Bisa juga pakai cairan kimia pelumas yang banyak dijual di toko 
onderdil dengan harga di Rp 30.000-an. Misalnya, MTR, WD40 dan AHRS Multicare. 
Jika pakai cairan kimia perawatan, cukup menyemprotnya ke seluruh konektor. 
Jangan lupa ke titik massa atau ground.
Kelar itu, bersihkan juga busi. Terutama bagian kepalanya, yaitu elektrodanya 
agar percikan api lebih besar dan biru. Jangan lupa setel kembali gap atau 
jarak antar elektroda busi. Rata-rata tiap pabrikan motor menganjurkan 0,7 mm. 
Biar api busi besar dan biru. Mulai sekarang, hitung konsumsi BBM-nya. (Aries)
 
    


      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang 
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke