Kalau tanggapan sy sih, cendrung positiv saja dan mungkin rada motivativ. . . .
Parkiran jauh, muter lumayan jauh, kadang tidak beratap sehingga hujan kehujanan panas kepanasan, lahan parkir sempit sehingga desak-desakan pada lecet, spion lampu sen patah, main geser seenaknya, parkir mahal 1000 untuk 2 jam pertama, dan masih banyak lagi. Kalau dalam satu area sih, tempat parkir tak ada yang jauh Bro. Tak usah dipikir hal itu. Dan dekat-jauh itu kan relativ. Jauh itu untuk ukuran brogader KOSTER mungkin diatas 100 km. Kalau kita selalu berpikir "suatu jarak itu jauh", ini akan membuat kita "malas dan lelah". Utk ukuran sy, Jakarta - Bandung itu relativ dekat. Kalau parkir spdmotor tak beratap kena hujan-panas, biasa saja lah Bro, kan kita naik spdmotor, juga kena hujan-panas bahkan angin dan debu. Alangkah sengsaranya hidup kita kalau hal semacam ini menjadi kendala. Acuhkan saja. Perduli amat. Kalau sy paling bilang begini: "Emangnya gue pikirin?!" Kalau spdmotor jadi kotor, yah palingan kan nanti juga dicuci. Kalau bro ingin spdmotornya kalau parkir agak terlindungi dr hujan-panas, bisa pakai kerudung spdmotor (moto cover), harganya sekitar Rp 50 ribu, yg kecilan Rp 35 ribu dan yg besaran Rp 7o ribu. Lebih-kurang seharga jas-hujan. Yg bagusan tentulah sedikit lbh mahal. Kalau parkir spdmotor, yah sudah tahulah kondisinya begitu, tinggal kita saja lah yg pandai-pandai menempatkan posisi spdmotor agar tak digencet spdmotor lain. Kalau spdmotor sy sih, sdh sy rancang agar spdmotor lain ogah dekat-dekat, dan cukup handal (reliable) dan terlindungi (protected), dan kalau parkir sy selalu pilih tempat yg aman dan selamat (secure and safe), dan kalau bisa tak kena hujan-panas. Jadi bgmn kita saja lah mengatasi keadaan. Berhentilah menunding org lain bahwa mrk menimbulkan kesulitan atau kesusahan buat kita. Belajarlah menghadapi dan menangani segala sesuatu agar kita selalu ok dlm bbg sikon. Kalau sy pribadi sih, paling bilang gini: "Kenapa gara-gara org lain gue musti susah?! Peduli amat! Yg penting gue hrs bisa survive!" Bukan parkir saja yg mahal, semua juga mahal. Tapi murah-mahal itu kan relativ, bergantung kita punya sedikit-banyak duit. Drpd mikirin mahal, maha lagi, dan mahal, mendingan kita mikiran bgmn kita bisa menghasilkan uang banyak shg semuanya jadi murah utk ukuran kita. Kasarnya, drpd kita merenungi diri kita yg miskin, mendingan kita berpikir dan berupaya agar kita bisa jadi kaya. "Kalau org lain bisa, knp kita tidak?! Apa bedanya?!" "Apa yg salah dgn kita?!" Sukses kita adalah ditangan kita sendiri, dan kunci kesukesan itu dlm genggaman kita. Bukan pd org lain! . . . Sebegitu hinanya kendaraan roda dua sehingga di pusat pembelajaan ataupun diperkantoran selalu terpinggirkan, atau mulai adanya kembali kaum neo borjuis dimana pengistimewaan kaum tertentu yang boleh parkir di depan pusat pembelajaan ataupun di perkantoran. Utk kendaraan roda-dua, sy pribadi tak merasa itu kendaraan hina. Secara teknik, spdmotor adalah kendaraan alternativ atau pengganti mobil. Masing-masing dirancang sesuai dgn tujuan, fungsi dan kegunaannya. Jadi tak betul kalau spdmotor dirancang utk org miskin atau yg tak mampu utk beli mobil. Itu pandangan yg sama sekali keliru. Tentu saja spdmotor lbh murah drpd mobil, krn material dan fasilitas disediakan kan lbh sedikit. Utk sendiri atau berdua, berspdmotor jauh lbh hemat drpd bermobil. Dlm sikon macet, spdmotor lbh unggul drpd mobil. Ini faktor efisiensi dan efektivitas operasional! Siapa bilang berspdmotor itu hina? Kebanyakan org malah acungin jempol ketika sy meluncur dgn roda-dua! Hmmm . . . moto sy memang bikin bangga! Didlm masyarakat dimana pun selalu ada strata sosial dan ekonomi dan ada kelompok ekslusiv. Jadi dimana-mana hampir selalu ada ekslusivitas parkir. Di pusat perbelanjaan, di perkantoran, bahkan di kampus dan sekolahan, dlsb. Ada parkir khusus pemilik, ada parkir khusus petinggi atau pejabat, ada parkir khusus karyawan, ada parkir khusus anggota organisasi kelompok spt club member, ada parkir tamu penting, ada parkir pelanggan khusus berstiker, dan ada parkir umum. Jadi tak usah dihiraukan masalah ini. Mendingan pikirkan, upayakan, atau cari jalan bgmn caranya agar kita bisa parkir di tempat ekslusiv. Bikin diri kita dan atau spdmotor kita ekslusiv, kan begitu? Kalau spdmotor sy, hampir selalu memperoleh ekslusivitas atau perlakuan istimewa dlm hal parkir. Bahkan bisa parkir di lahan parkir mobil. . . . relakah kita pengendara/pengguna motor roda dua selalu terpinggirkan, atau memang pengendara/pengguna motor roda dua kaum marjinal yang perlu dipinggirkan??? Serupa dgn hal diatas, bahwa dimana pun di dunia ini, selalu ada kelompok terpinggirkan atau dianggap sepele. Inilah dunia nyata! Drpd menganggap pengendara spdmotor kaum marjinal, mendingan kita berpikir dan bertindak agar bgmn caranya jangan sampai org menganggap dan memperlakukan begitu. Buat apa berpikiran negativ, rendah diri, sedih atau sakit-hati?! Kan itu bikin kita jadi sensara! Berpikir positiv lah, tp rendah hati, bukan rendah diri! Berbuatlah sesuatu yg baik dan terpuji, agar org berpikir bahwa kita memang patut atau pantas dihargai dan dihormati, dan layak memperoleh perlakuan khusus atau istimewa. BTW, sejak sy pertama kali mengendarai spdmotor di jalan raya, sy tak pernah merasa dipinggirkan atau disepelekan, direndahkan atau dipandang sebelah-mata oleh para pengendara mobil, tp biasa saja, dan menganggap diri sy yg mengendarai spdmotor sejajar dgn mrk yg mengemudikan mobil. Tak pernah sy merasa derajat atau harakat diri sy turun lantaran berspdmotor. Begitu juga dlm hal parkir. Jadi semuanya terpulang kpd diri kita sendiri masing-masing, bgmn kita hrs berpikir, memandang, bersikap, dan bertindak. . . . Dunia nyata ini bagaikan sebuah cermin. Apa yg kita lakukan, akan terpantul pd perlakuan org thdp kita. Berteriaklah, org akan balik meneriaki kita. Pukullah org lain, org tsb akan balas memukul kita. Hargailah org lain, org pun akan menghargai kita. Jadi bgmn kebanyakan org memperlakukan pengendara spdmotor sebenarnya adalah krn perilaku dan tindak-tanduk kebanyakan oknum para pengendara spdmotor itu sendiri. Percayalah, kalau kita sopan, org juga akan sopan thdp kita. Hormatilah org lain, niscaya org juga akan hormat kpd kita. Dan bagaimana mengangkat citra baik (good image) masyarakat thdp para motobiker adalah salah satu tugas komunitas spdmotor spt KOSTER. Setidaknya masyarakat bisa menilai bahwa brogader KOSTER bisa jadi teladan. Salam. Thunder Rider, KOSTER 115, Parung . . . ----- Original Message ----- From: dedy_deka To: [email protected] Sent: Friday, July 04, 2008 10:01 PM Subject: [www.suzuki-thunder.net] Sepeda motor = Marjinal Parkiran jauh, muter lumayan jauh, kadang tidak beratap sehingga hujan kehujanan panas kepanasan, lahan parkir sempit sehingga desak-desakan pada lecet, spion lampu sen patah, main geser seenaknya, parkir mahal 1000 untuk 2 jam pertama, dan masih banyak lagi. Sebegitu hinanya kendaraan roda dua sehingga di pusat pembelajaan ataupun diperkantoran selalu terpinggirkan, atau mulai adanya kembali kaum neo borjuis dimana pengistimewaan kaum tertentu yang boleh parkir di depan pusat pembelajaan ataupun di perkantoran. relakah kita pengendara/pengguna motor roda dua selalu terpinggirkan, atau memang pengendara/pengguna motor roda dua kaum marjinal yang perlu dipinggirkan??? ______________________________________________________________________
