*Balada Sebuah Helm*

Ada postingan di millis mxrider yang isinya lumayan membuat orang berfikir
dan muda2han juga tersadar, dimana isi dari email tersebut adalah
tentang kesadaran pemakaian peralatan safety dalam berkendara, berikut
isi dari postingan tersebut yang berjudul "*Helm mu ituu…" *Dan semoga kita
segera tersadar setelah membaca cerita tersebut.
*Helm mu ituu…*
*Helm Cetok*
Mansur (bukan nama sebenarnya) sedang berkendara, dan dengan kelihaian yang
dianggap cukup untuk melibas jalanan di ibu kota
ini, dia memacu kendaraan roda dua nya. Dia mungkin berpikir, teknik
berkendaranya jauh lebih baik, terbukti dia tidak pernah celaka fatal
selama ini dengan gaya berkendara seperti itu. Tapi, malang
tidak bisa dihindarkan, disaat niatnya mau menyusul mobil kontainer
yang maha besar itu, ternyata mengalami kegagalan, dan kali ini
"fatal". Dia terjatuh dari motornya, sedangkan helm nya hanya mampu
menahan kepala bagian atas saja yang tidak terluka…akhirnya..dia meninggal
karena benturan keras di kepala.

*Kunci Tali Helm*
Darman (bukan nama sebenarnya) seperti biasa, berkendara ke tempat yang
ditujunya dengan gontai, tanpa perasaan atau firasat apapun, tiba-tiba
kendaraan di depan menghindari lubang, dan akhirnya ditabrak oleh
Darman, beliau jatuh, dan juga, harus kehilangan nyawa, hanya karena
helm terlepas, kini kembali, meninggal karena benturan keras di kepala.
Sedangkan
Sukri (bukan nama sebenarnya) harus menerima luka di sebagian mukanya,
karena terseret aspal, pada saat berkendara dengan sepeda motornya,
tapi beliau tidak mengancingkan tali helm. Ah…tragis…

*Selalu Pakai Helm*
Pada saat pulang kerja Marno dan Marni (bukan juga nama asli) yang kebetulan
adalah suami istri, melewati jalan komplek yang sangat sepi, dan hanya
sedikit kendaraan lain yang lalu lalang, tapi beda dengan cerita
sebelumnya, Marno dan Marni adalah orang yang sangat sadar atas
kelengkapan keselamatan. Di tengah jalan sepi itu, tiba-tiba menghadapi
jalan yang sangat licin, dalam kecepatan kurang dari 05 Kmpj tiba2
Marno kehilangan kendali lalu terjatuh, kepala Marno pun membentur
dengan keras aspal tempat Marno terjatuh, pada saat itu Marno sempat
ling lung, karena benturan itu sempat membuat kepalanya pening sesaat.
Dalam hati Marno, betapa beruntungnya memakai kelengkapan keselamatan
walau hanya di daerah sepi sekalipun…banyak anggapan, bila berkendara
dengan sepeda motor jarak dekat, tidak akan terjadi kecelakaan yang
fatal…tapi…malang tidak ada pernah yang akan tahu. Teringat dengan dialog
tanpa akhir ini :
Penanya : "Koq gak pake helm mas?"
Penjawab : "Ah, dekat koq, lagian di dalam komplek"
Penanya : "Kalo deket kenapa enggak jalan kaki mas?"
Penjawab : "Capek ah..lebih baik naik motor.."
Penanya : "Loh..terus..naik motor koq gak pake helm?"
Penjawab : "kan deket????"
Penanya : "[EMAIL PROTECTED]@[EMAIL PROTECTED]@!"
(*melanjutkan cerita Marno dan Marni*)
Sayang, pada saat itu Marni tidak menggunakan boots yang biasa dipakai bila
berkendara dengan Marno, walhasil, kaki Marni pun terluka, walau hanya
lecet, tapi efek luka itu tetap meninggalkan perih di kaki Marni.
Seperti juga pada saat Marno dan Marni menolong Sarip (bukan nama
sebenarnya) di tengah jalan, dia mengalami kecelakaan tunggal akibat
terbelit bendera Parpol, dia mengalami luka yang serius pada telapak
tangan dan kaki nya, Marno bertanya kepada Sarip, "kenapa enggak pake
sepatu, mas?",
Sarip pun menjawab dengan suara merintih sedang menahan perih lukanya,
"biasanya saya pake sepatu mas,
tapi tadi saya terburu-buru, jadi saya pakai sendal..".

Kecelakaan bukan hal yang dapat dengan mudah di prediksi, ingat para
pembalap
proffesional, dengan technical skill sudah jauh diatas kita? Mereka
tetap mendapatkan kecelakaan..karena memang…kecelakaan bukan dipandang dari
sejauh mana kita pandai mengendalikan kendaraan kita….
Atau mau jadi contoh dari cerita ini selanjutnya?
*(based on true story)*
**Kegagalan adalah keberhasilan dari perbuatan - tidak berbuat apapun yang
menjadi sebuah penyesalan**

Tulisan ini diambil dari millis mxrider

Kirim email ke