Mengendarai Kendaraan Roda Dua pada hakikatnya menyiasati tiga gaya yang
timbul pada kedua ban Kendaraan Roda Dua agar selalu di bawah kapasitas yang
dapat diterima ban. Artinya, gaya cadangan harus selalu tersedia untuk
mengantisipasi segala kemungkinan yang ada selama berkendara. Ada beberapa
cara yang dapat dilakukan agar tetap nyaman dan aman menjelajah jalanan
dengan Kendaraan Roda Dua Anda.

1. Sesuaikan tekanan ban dengan rekomendasi pabrik. Tekanan terlalu tinggi
membuat pengendaraan Kendaraan Roda Dua kasar (bumping), daya cengkeram
terhadap jalan turun, dan ban cepat aus. Sebaliknya, tekanan ban terlalu
rendah menyebabkan pengendalian menjadi berat, boros BBM, dan menurunkan
kemampuannya Kendaraan Roda Dua bermanuver. Penambahan tekanan 1 - 2 psi
dianjurkan agar tak perlu terlalu sering memompa ban.

1. Ketika berbelok, posisi bukaan gas harus tepat. Bukaan gas yang terlalu
tinggi menyebabkan ban belakang selip, bahkan tergelincir, akibat gaya
sentrifugal. Sebaliknya, jika sudut kemiringan Kendaraan Roda Dua terlalu
besar tanpa dibarengi bukaan gas yang cukup, Kendraan Roda Dua bisa
terjatuh.

2. Posisi gigi transmisi - terutama saat berbelok - mesti sesuai. Kecepatan
rendah pada posisi gigi tinggi menjadikan mesin seolah akan mati karena
putaran mesin tidak sinkron dengan putaran roda, Kendaraan Roda Dua
melonjak-lonjak, kestabilan menurun, dan pengendaraan tidak nyaman.

3. Pengereman sebaiknya tidak hanya mengandalkan roda belakang, melainkan
keduanya agar jarak pengereman minimum. Jika hanya roda belakang yang direm,
walaupun sampai terkunci, Kendaraan Roda Dua tetap meluncur dengan buntut
Kendaraan Roda Dua ngepot ke samping. Sebaliknya, jika hanya menggunakan rem
untuk roda depan, meski tidak sampai terkunci, Kendaraan Roda Dua bisa
menukik (brake dive), bahkan terjungkal ke depan.

4. Banyak pengendara Kendaraan Roda Dua menekan tuas rem depan hanya dengan
jari tengah dan telunjuk agar dua jari lainnya dapat membuka gas segera
setelah tuas rem ditarik. Ini mempercepat akselerasi. Namun, ada pula yang
menganjurkan keempat jari menekan tuas rem demi pengontrolan pengereman yang
lebih mantap. Memang tidak ada petunjuk mana yang paling tepat, sebab semua
itu tergantung pada kebiasaan dan efektivitas yang dirasakan pengendara.

5. Penggunaan rem depan dengan tepat membutuhkan teknik yang harus dicoba
hingga menjadi kebiasaan spontan dan otomatis, sebab keadaan darurat bisa
muncul tiba-tiba tanpa memberi kesempatan berpikir. Banyak kasus Kendaraan
Roda Dua terjungkal saat terjadi panic braking akibat pengereman roda depan
secara brutal.

6. Mesin Kendaraan Roda Dua umumnya berisi hanya satu atau dua silinder
sehingga harus bekerja pada putaran mesin (rpm) tinggi yaitu 6.000 - 7.000
rpm.
Karena rpm ini lebih tinggi daripada rpm mobil, maka umur oli mesin
Kendaraan Roda Dua sangat terbatas. Untuk menghindari kerusakan jangan
sampai terlambat
mengganti oli mesin dengan jenis yang dianjurkan pabrik. Bahaya akibat
keterlambatan penggantian oli mesin Kendaraan Roda Dua lebih tinggi
daripada mobil.

7. Usahakan agar posisi Kendaraan Roda Dua tidak menyusahkan mobil yang
melaju di belakangnya: jika hendak disusul, Kendaraan Roda Dua terlalu ke
tengah, atau jika tidak disusul, Kendaraan Roda Dua terlalu lambat jalannya.
Terutama jangan dilakukan di jalan sempit atau hanya terdiri dari dua
jalur. Ini demi keselamatan semua pihak karena
jika terjadi manuver mendadak atau panic braking, pengendara Kendaraan
Roda Dua-lah yang paling terancam bahaya. Soalnya, jumlah gaya yang
mampu diterima dua roda lebih sedikit daripada empat roda.

8. Selalu kenakan helm secara semestinya. Helm berfungsi melindungi kepala -
bagian tubuh paling peka, penting, sekaligus rawan. Sebaiknya, pilih helm
yang bulat polos, jangan yang berprofil atau ada tonjolan
aksesorinya. Jika terjadi kecelakaan, tonjolan yang ada pada helm
berprofil dapat tersangkut sesuatu di jalan (tidak menggelincir seperti
helm bulat polos), yang justru membahayakan leher pemakai. Sewaktu
berkendara - terutama di malam hari kenakanlah jaket untuk menghindari
serangan paru-paru basah. Warna- warna terang mencolok amat dianjurkan bagi
aksesori ini agar mudah terlihat oleh pengemudi lain.

9. Jangan meletakkan barang bawaan (apalagi yang cukup berat) di atas setang
Kendaraan Roda Dua karena hal ini mengganggu pengendalian. Sebaiknya,
gantungkan bawaan di kaitan yang biasanya ada di bagian dalam tebeng
Kendaraan Roda Dua. Lebih baik lagi jika Kendaraan Roda Dua dilengkapi kit
bagasi atau jala pemuat barang yang bisa dipasang di bagian
belakang jok Kendaraan Roda Dua. Lokasi penempatan
bagasi di bagian belakang juga memundurkan lokasi titik berat Kendaraan
Roda Dua sehingga karakter pengendalian lebih nyaman. 10. Selalu
yakinkan diri telah siap fisik dan mental untuk berkendara. Percayalah
bahwa dasar pengetahuan serta pengalaman Anda sudah cukup. Hal ini
menjadi sugesti dan menjadikan performa berkendara
meningkat. Namun, kepercayaan diri ini harus dibarengidengan ketelitian
dan pengecekan berkala kondisi Kendaraan Roda Dua Anda agar selalu
ready to rock'n roll.
_________________
Apapun thundernya....disini Komunitas dan tempat Hang Out nya....!
di www.suzuki-thunder.net !!! Bukan yang lain!!!

Kirim email ke