Administrator dan Moderator Milis KOSTER dengan ini menyatakan bahwa:

KASUS DITUTUP untuk surat-menyurat tentang KOSTER dan TIC.

Pernyataan dan sikap KOSTER sudah jelas:

KONSEP PEMBENTUKAN WILAYAH KOSTER:
BOTTOM-UP, DARI BAWAH KE ATAS


  a.. Adalah sudah menjadi tradisi dan standar manajemen KOSTER, yang telah 
ditetapkan dalam rapat pengurus pusat KOSTER, bahwa bila
dalam satu wilayah kecamatan, kabupaten, atau kotamadya, sudah ada anggota 
KOSTER sedikitnya 3 orang, maka secara otomatis akan
membentuk satu KorWil (Koordinasi Willayah) dan dipimpin oleh seorang 
koordinator atau ketua KorWil.

  b.. Daerah setingkat kecamatan terdiri maksimum satu KorWil.

  c.. Daerah setingkat kabupaten atau kotamadya terdiri dari minimum satu 
KorWil dan maksimum sebanyak kecamatan dalam kabupaten
atau kotamadya tsb.

  d.. Dengan demikian KOSTER saat in mencakup KOSTER kotamadya Bogor, KOSTER 
kabupaten Bogor, KOSTER kotamadya Depok, KOSTER
kotamadya Jakarta Selatan, KOSTER kotamadya Jakarta Timur, KOSTER kotamadya 
Jakarta Barat, KOSTER kotamadya Jakarta Utara, KOSTER
kotamadya Jakarta Pusat, dlsb.

  e.. KOSTER kotamadya Bogor dan KOSTER kabupaten Bogor membentuk KOSTER Bogor 
Raya, KOSTER kotamadya Jakarta Selatan, KOSTER
kotamadya Jakarta Timur, KOSTER kotamadya Jakarta Barat, KOSTER kotamadya 
Jakarta Utara, dan KOSTER kotamadya Jakarta Pusat,
membentuk KOSTER Jakarta Raya.

  f.. Jadi, KOSTER Jakarta Selatan, Timur, Barat, Utara sudah terbentuk lebih 
dulu sebelum ada KOSTER Jakarta Raya.

  g.. Ini adalah menyangkut manajemen standar KOSTER tentang pengelolaan 
personel dalam kuantitas besar, yang berbasis pada struktur
perpaduan manajemen organisasi militer dan perusahaan:
  a.. Dengan demikian pembentukan wilayah KOSTER adalah "dari bawah ke atas" 
atau "bottom-up", bukan dari atas ke bawah atau "top
down." Jadi KOSTER suatu wilayah ada atau dibentuk, karena memang ada 
anggotanya berdomisili di wilayah tsb.


KESIMPULAN

Jadi, secara KOSTER, keberadaan KOSTER Jakarta tak mungkin ada tanpa KOSTER 
JakSel, KOSTER JakTim, KOSTER JakBar, dan JakUt.



Pernyataan TIC juga sudah jelas:

saya Dzumanji

TETAP "MENJAGA dan MENJUNJUNG TINGGI BRODHERHOOD" dengan KOSTER

TiC-kemayoran hanya mengakui KOSTER (JAKARTA).


Kirim email ke