salam koster yup om iwan...sepakat apa yg disampaikan... negara2 lain sudah menurunkan harga BBM nya...masak kita di indonesia belon juga sih ?? kebangetan nih.... ibarat slogan pertamina , kita buntung ,pemerintah untung !! he..he.. udah gitu pekerja di SPBU kan di Outsourcing kan ke pihak III , dengan gaji UMR propinsi ?? kudu nya pihak pemilik SPBU itu memperhatikan kesehatan / polusi yg ditimbulkan thd uap BBM itu...bisa2 mereka pada kena paru2 basah, ISPA, Kanker paru tuh.... kalo dah begitu siapa yg mau tanggung jawab ?? apakah pemilik SPBU ? mana mau mereka memikirkan kesehatan para pekerjanya , yg penting Untung2 .....! ah sudahlah....inilah realita yg terjadi di negara indonesia tercinta....
bst rgds, Gerry - Koster039 The real thunder bear 081511571171 www.suzuki-thunder.net --- In [email protected], "THUNDER RIDER" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > writen: > Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban > mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan > melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. > Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. > Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi > menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan > karena tidak menghargai pelanggan. > whaaa kkkaaaaa khaaaaaaakkkkkkkkk ... ... ... > > Waktu saya ke London, Inggris, bbrp waktu lalu . . . > Stasiun Pompa Bensin disana tak ada yg melayani, > jadi kita swalayan mengisi sendiri . . . > Cara bayarnya pakai kartu kredit, begitu digesek, didebit, > pompa bensinnya otomatis mengisi sesuai jumlah pembelian . . . > > Paling banter juga yg mengawasi robot . . . > > whaaa kkkaaaaa khaaaaaaakkkkkkkkk ... ... ... > > . . . > > Ini namanya meletakkan senyum tak pada tempat semestinya . . . > > Yg dibutuhan para pengendara bukan senyum, tapi harga murah BBM > > Harga BBM di dunia sekarang krn krisis sdh merosot 50% . . . > > Tp Indonesia msh tetap bertahan . . . > Alasannya bahwa harga tsb labil, dan Pemerintah menunggu harga stabil > Sementara itu, rakyat buntung, pemerintah untung . . . > > . . . > > ----- Original Message ----- > > From: Purwaning Baskoro > To: [email protected] > Sent: Monday, October 27, 2008 5:46 PM > Subject: [www.suzuki-thunder.net] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin > > > > -------------------------------------------------------------------------- > > From: On Behalf Of usep indra [EMAIL PROTECTED] com] > Sent: 24 October 2008 11:33 > Subject: Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin > > > > > Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom > bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja. > Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal > yang mungkin tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya. > > Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom bensin. > Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat > pom bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap > hari dan kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar > mengurangi uap bensin yang terhirup. > > Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar > sambil ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin > tersebut. > > Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya > menjawab bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada > yang sesak. Dan makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, > katakan saja flu, perasaan sakit di dada semakin menjadi. > > Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban > mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan > melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. > Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. > Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi > menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan > karena tidak menghargai pelanggan. > > Hazrah kazrah! > > Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya > seragam. Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina > di televisi yang mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan. > > Ironisnya, dibalik senyum yang mereka be rika n, ada derita yang harus > mereka tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat > membe rika n gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya > paru-paru dan otak mereka. > > Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker > penutup hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu > dibalik senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan. > > Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib > para pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas > pom bensin agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas > pom bensin dengan masker penutup hidung. > > Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom > bensin ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke > kendaraan saya. Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu > dibalik senyuman petugas pom bensin ada derita yang harus mereka > tanggung akibat menghirup uap bensin. > > Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa > diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung. > > catatan: > Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, > diterapkan tiga shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya > sekitar 8-9 jam. Jumlah jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin > terus menerus. > > Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir > dapat mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom > bensin dibolehkan memakai masker penutup hidung. > > > > > > > . > > > > > > > __._ >
