DARIPADA ORANG LAIN TULIS DULUAN:

      THUNDER KOSTER . . . AROGAN DAN UGAL-UGALAN

      LEBIH BAIK SY TULIS DULUAN.


      Ini hanya perihal presepsi dan interpretasi, bgmn org memandang dan 
menafsirkan perilaku kita berspdmotor di jalan umum.
Silahkan lihat segi positiv dan negativ dari sudut pandang anda sendiri.

      Ceritanya begini. Sejak Kamis, Jum'at, sampai Minggu 27 s/d 30 November 
08, sy bolak-balik bbrp kali sehari antara Parung,
Bogor dan Jakarta Selatan, lantaran ada keluarga yg hajatan, dan sy sekeluarga 
termasuk bagian keluarga yg jadi panitia. Istri dan
anak-anak sy sejak Kamis malam sdh menginap di Jakarta. Jadi hanya sy sendiri 
yg bolak-balik.

      BTW, dlm kurun waktu bersamaan, kesehatan sy agak menurun: badan panas, 
meriang, batuk-batuk, dlsb. Tp utk tak mengecewakan
keluarga, tetap sy jalani juga, sejauh msh bisa bertahan. Orang kata, sekali 
seumur hidup keluarga minta bantuan, apa salahnya,
meski keadaan badan kurang nyaman, apa boleh buat.

      Tiap dlm perjalanan, target sy adalah berangkat dan tiba di tujuan dgn 
selamat sesegera mungkin dlm waktu
sesingkat-singkatnya. Terus-terang, kondisi badan sy sangat tak nyaman utk 
berkendara. Tp selama msh bisa, tak sy anggap sbg
perkara.

      Nah, kalian yang biasa lewat, route Parung via Ciputat atau via Pondok 
Cabe, dan sebaliknya, tahu sendiri bagaimana ramainya
dlm jam sibuk, dari pagi sampai malam. Tiap kali selalu ada saja spdmotor yg 
kurangajar, memempet, memotong, dan menyalip seenak
jidat pengendaranya.

      Krn kondisi badan sy yg lagi tak nyaman, keadaan semacam ini makin 
membuat sy tak nyaman dan merasa sangat terganggu. Dan kali
ini, karena sy sendirian, tanpa istri dan anak-anak, sy putuskan utk membabat 
habis siapa saja yg ugal-ugalan, tak perduli apa pun
spdmotornya.

      Jadi begitu ada spdmotor mempet, sy balas pepet dia sampai tak berkutik. 
Jika ada yg nyalip secara tak sopan, maka sy balas
salip dgn cara yg lbh menyakitkan lagi, agar dia sadar bahwa tindakan dia tak 
nyaman bagi org lain. Kalau ada yg coba potong jalur
sy, sy balas potong jalur dia dgn cara yg lbh kasar dan bisa membahayakan dia. 
Pendek kata, spdmotor mana pun yg coba macam-macam
pasti sy layani sampai tuntas. Intinya, kalau sakit sy lagi kumat, ya bisa 
begini jadinya.

      AlHasil sepanjang jalan tak ada spdmotor kurangajar yg tak sy babat 
habis, sampai pengendarannya terpaksa mengalah atau kasih
tangan minta maaf. Ternyata Thunder gembrot sy dgn dandanan full-touring bisa 
mengimbangi dan bahkan mengatasi manouver segala macam
jenis spdmotor, termasuk spdmotor bebek yg ramping.

      Satu kali, Jum'at pagi, 28 November 08, sekitar jam 08:00, dr arah Parung 
ke Ciputat, rupanya ada pengendara spdmotor bebek
Honda baru, yg tak mau mengalah. Dia balas menyalip sy lagi dgn gaya sengaja 
menantang dlm kelajuan sangat tinggi. Karuan saja sy
anggap perlu menghajar org ini. Sy susul dia, pepet dan potong jalurnya, shg 
dia mau jatuh. Dia kabur, terus sy uber lagi. Intinya
dia tak bisa lari dan terus sy bayangi di sebelah kanan. Dia sdh ngegas 
habis-habisan, tp tetap saja Thunder sy ada di samping atau
di depannya atau setidaknya membayangi di kanan belakang.

      Keadaan jalan yg penuh sesak kendaraan membuat dia sering gelabakan utk 
menyusup antar kendaraan atau menyalip dari kanan.
Ternyata kemampuan estimasi jarak dan kelajuan dia msh tdk begitu baik dan 
mentalnya msh ragu, krn bbrp kali sy bisa masuk dlm celah
antar kendaraan bersilangan dua arah yg dia tak berani ambil. Shg brp kali dia 
sy salip dan tinggalkan. Tp begitu sy kurangi
kelajuan, itu org bablas menyalip sy lagi. Nah kali ini sy tak kasih kesempatan 
samasekali buat dia. Thunder sy terus menerus
memepet Honda dia dlm kelajuan sangat tinggi sampai dia tak bisa berkutik lagi. 
Sampai akhirnya di kemacetan pasar Ciputat menjelang
jembatan fly-over dia menyusup dan melarikan diri di keramaian pasar.

      Tdk tahu persis apa kesan dia dgn kejadian tsb, tp setidaknya sy sdh 
meninggalkan pesan via tindakan bahwa jangan ngebut dan
ugal-ugal dan sok jagoan di jalan umum, dan ada org lain yg bisa lbh drpd ia 
tapi tak mau melakukannya, dan Thunder KOSTER yg satu
ini ternyata tdk kalah dgn segala spdmotor bebek baru model racing sekali pun, 
dan manouver berspdmotor di jalan umum tak
semata-mata ditentukan oleh performa spdmotor bersangkutan, tp juga dr 
kemampuan pengendara mengendalikan spdmotor, membuat estimasi
jarak dan kelajuan, dan mengambil peluang dlm kesempitan jalan.

      Ada kejadian lucu juga, sehari sebelumnya, Kamis malam, 27 November 08, 
sekitar jam 22:00 sy dr arah Ciputat ke Parung. Meski
sdh rada malam, jalan dr arah lebak Bulus menuju jembatan fly-over Ciputat msh 
sangat padat. Spt biasanya, kalau sakit sy lagi
kumat, sepanjang jalan tak ada spdmotor kurangajar yg tak sy babat habis, 
sampai pengendarannya terpaksa mengalah atau minta maaf
dgn sandi tangan mempersilahkan.

      Menjelang lampu lalulintas perempatan Ciputat - Pondok Cabe - Pamulang - 
Cinangka, di depan sy, agak sedikit jauh ada spdmotor
gembrot dgn sidebox besar plus lampu strobo pd tiang belakang kanan. Sekilas 
itu spt Thunder, mungkin dr salah satu komunitas atau
klub Thunder. Langsung sy uber sampai tepat di belakangnya. Ternyata itu Honda 
Tiger.

      Eh begitu sy dekati si Tiger tancap gas, dan sy balas susul dgn kelajuan 
seimbang. Gila juga itu Tiger, dia babat semua
kendaraan via salip kanan dgn kelajuan sekitar 100 s/d 120 kmph. Sy tetap uber 
dgn kelajuan sama, shg sy selalu di kanan dia dan
agak kebelakang sedikit mengambil jarak utk menghidari terserempet kendaraan dr 
arah depan, krn baik di kiri maupun di kanan penuh
dgn mobil kelajuan tinggi. Agak was-was juga sy dlm keramaian spt itu 
berkendara dgn kelajuan sekitar 110 kmph.

      Akhirnya uber-uberan ini terhenti di lampu merah pertigaan BojongSari - 
Sawangan - Parung. Begitu sy tengok ke kiri, eh
ternyata dia polisi beneran, lengkap dgn segala atribut kepolisiannya, whaaa 
khaaakkk khaaaaakkkkkkkk . . . tadinya sy pikir anggota
klub atau komunitas . . . pantasan bawa spdmotornya kencang sedemikian . . . 
dan begitu lampu hijau sy langsung kasih tangan dan
bablas tancap gas duluan ke Parung . . .






      Thunder Rider KOSTER 115 Parung

Kirim email ke