KONDISI THUNDER RIDER DALAM KECELAKAAN
Thunder Rider sejak saat detik peristiwa dlm kesadaran penuh, shg dpt
mengikuti detik-detik peristiwa tsb. Tp krn benturan
helm dan beton sangat keras, sempat membuat pening kepala sekitar 3 menit. Krn
helm yg baik luar dan dlm, benturan tsb tak
menyebabkan kepala pecah, luka, ataupun gegar otak. Tp tangan dan lengan kanan
yg berfungsi sebagai penahan koprol dan pelindung
kepala, terpaksa beradu keras dgn beton, shg mematahkan rusuk bahu kanan depan
(clavicula). Kaki kanan terkilir tp tak robek atau
pun luka krn perlindungan maksimum sepatu boot, walaupun tapak sepatu itu koyak
dan lepas. Tempurung lutut kanan yg juga jadi
tumpuan koprol berdarah, tp tak parah, krn perlindungan celana jeans tebal.
Thunder Rider sgr merangkak dan bangkit utk menghindarkan kemungkinan
ditabrak kendaraan dr belakang. Tp krn peningnya kepala,
patahnya rusuk bahu, dan terkilirnya kaki kanan, upaya ini gagal dilakukan.
Namun brogader KOSTER lain sgr bertindak dan
menyelamatkan ke tepi kiri jalan.
Helm bagian kanan membentur beton, helm tak pecah, tp tampak jelas bekas
benturan dan gesekan keras sampai cat helm tsb
terkelupas. Jaket KOSTER Jakarta robek dgn dua lubang di bagian bahu dekat
leher kanan. Sepatu boot touring sebelah kanan terbelah
dua sampai tapak karetnya terlepas. Celana jeans tebal hitam dpt bertahan thdp
gesekan.
Seandainya Thunder Rider tak menggunakan helm standard, sepatu boot
touring, jaket tebal, celana jeans tebal, dan tak dlm
kesadaran penuh utk sgr melompat dlm detik pertama, kemungkinan besar akan
tertimpa moto Thunder seberat ratusan kg tsb, kepala
pecah dgn otak berhamburan di jalan, atau setidaknya luka berdarah dan gegar
otak, kaki, betis dan lutut hancur, juga tangan lengan
dan bahu hancur.