Sekilas Info P.Baskoro
WebBlog: http://endonesia-bebas.blogspot.com --- On Fri, 1/5/09, Ki Djoko Lemot <[email protected]> wrote: From: Ki Djoko Lemot <[email protected]> Subject: [RSA-INA] [FSRJ;] Pemerintah Akan Ambil Alih Angkutan Umum To: "fsrj" <[email protected]>, "jokealabikers" <[email protected]>, "Hornet" <[email protected]>, "Horneters Google" <[email protected]> Date: Friday, 1 May, 2009, 1:39 PM Aduh booss... mbok dari dulu aja sebelum ada busway. dulu jaman PPD masih berjaya kita cuma butuh beli tiket langganan aja yg warnanya berbeda2 tiap bulannya. beli diblok M. naik bus tinggal kasih karcis. beres. kalo kita kebanyakan cuti or libur mendadak.. ya resiko. karcisnya kan udah ada tanggalnya. tanggal lewat tidak berlaku. Pemda jelas untung tho.. tiket dibeli FULL. dipakenya tidak full. dihari lain bis-nya masih bisa disewa anak sekolah dgn tarip bersahabat. beda dgn sewa bus swasta yg jauh lebih mahal.. Pemerintah Akan Ambil Alih Angkutan Umum JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan ambil alih angkutan umum agar sarana transportasi lebih manusiawi. Sistemnya akan menyamai busway, sehingga sistem setoran akan dihapus. Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi Soetanto Suhodo mengatakan, penyebab rusaknya sistem angkutan umum di Jakarta adalah penerapan sistem setoran. Kewajiban mengejar target pendapatan memicu pengemudi ugal-ugalan dan tidak mengindahkan keselamatan penumpang. Aksi ugal-ugalan tersebut ditambah dengan {mengetem} sembarangan dan menaik-turunkan penumpang bukan di halte sehingga memacetkan jalan. Dia melanjutkan, Pemprov DKI sudah memulai menerapkan sistem kompensasi pengemudi angkutan yang bukan berbasis setoran. Seperti, sistem gaji untuk sopir atau pembayaran kompensasi berdasarkan kilometer yang ditempuh. "Seperti yang sudah diterapkan pada busway," tambah dia. Dalam perkembangannya, lanjut Soetanto, sistem kompensasi perkilometer ini akan diterapkan pada angkutan umum di Jakarta. Mantan anggota Dewan Transportasi Kota (DTK) Jakarta ini menambahkan, masyarakat harus merasakan transportasi yang aman, nyaman dengan mutu keselamatan baik. Namun pengambilalihan ini akan dikaji untuk mendapat masterplan yang baik. Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu-lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Akbar mengatakan, penghapusan sistem kompensasi berbasis setoran akan dilakukan secara bertahap. Sebagai percontohan, kata dia, sistem ini telah diterapkan pada busway, di mana operator dibayar per kilometer yang ditempuh. Kemudian, sistem ini akan digunakan terhadap seluruh angkutan pengumpan (feeder) busway. "Nantinya, seluruh angkutan umum di Jakarta tidak akan dibolehkan menerapkan sistem kompensasi berbasis setoran," terang Akbar. (Neneng Zubaidah/Koran SI/ram) -- -Mbah MaridJoss- Mariyuk Marisini Kitageligeli --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ ----------------------------------------------------------------------------------------- Share the Road !!!! Untuk posting: [email protected] Untuk keluar dari grup: [email protected] Website: www.rsa.or.id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
