sumber di http://indonesianco mmunity.multiply .com/journal/ item/3797/ 
Pelajaran_ untuk_anak_ bangsa_dari_ email_seorang_ Jubir_Presiden



dear all,

tentang email tersebut bener atau nggak, tapi memang itulah kondisi

yang terjadi pada bangsa ini, so bagi kita yang mau berpikir bagaimana

kedepannya bangsa ini, mohon disharing.

thx





—– Forwarded Message —-

From: Muchlis Hasyim 

To: ronggo..l4w3@ yahoo.com

Sent: Saturday, July 4, 2009 3:57:39 PM

Subject: Fw: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan



Bos, emailnya sudah saya Fwd ke Daeng. Semoga penjelasan Daeng ini memupus

kekhawatiran kita semua.

Salam



MH



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung

Teruuusss…!



From: Andi Mallarangeng

Date: Fri, 3 Jul 2009 18:59:14 -0700 (PDT)

To: 

Subject: Re: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan



Muchlis yang baik tapi sedang gundah,



Menurut saya, kita masih on the track. Isu yang menyudutkan saya di

Makasar, masalah di Medan, DPT bermasalah, atau omongan ngaco PS tentang

GBK tidak akan mempengaruhi pemilih. Apa dia punya bukti kita memanipulasi

media. Masyarakat kan melihat media sendiri lah yang menentukan berita mana

yang pantas mereka turunkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ada

beberapa argumen yang bisa memperkuat keyakinan saya bahwa beragam isu ini

tidak akan mempengaruhi kita.



Pertama, bangsa kita berada pada tahap puncak konsumerisme yang menyebabkan

kaburnya identitas Nasional. Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila itu tinggal

jargon2 saja. Jadi orang akan memiih dari apa yang mereka lihat dan sukai

dan itu jelas masalah pembawaan dan penampilan. Masyarakat konsumen tidak

akan peduli dengan apa yang dibawa oleh orang tersebut. Mau kapatalis,

sosialis, atau neolib sekalipun, mereka tidak akan pedulikan. Yang penting

mereka puas dengan penampilan si kandidat.. Dan kandidat itu adalah

SBY-Boediono. Jadi, kejadian saya di Makassar kemarin itu tidak usah

dipikir terlalu berat, itu hanya sebuah eksperimen kecil saya untuk melihat

apakah isu berbau SARA masih mendapat tempat di masyarakat kita? dan saya

sudah mendapatkan jawabannya, memang betul terjadi sedikit riak di Makassar

sana dan mungkin elektabilitas JK langsung meningkat tajam. Tetapi lihatlah

pada hari pencontrengan nanti, masyarakat tetap tidak akan bergeming dari

pilihan kita. Sebab bagi masyarakat konsumen, yang penting bukanlah isu,

tetapi penampilan dari kandidat. Ibaratnya blackberry vs pancasila, jelas

ketahuan mana yang laku dan tidak sekarang ini. Masyarakat kita mati2an

berhutang kiri kanan buat beli blackberry makin lupa lah sama pancasila.

Ingat bung, Obama bisa jadi presiden hanya karena konsumerisme dan

kapitalisme di AS sedang runtuh sehingga penduduknya kembali ke nilai-nilai

kebangsaannya yaitu “all men are created equal”, makanya kulit hitam bisa

jadi presiden. Kalau ndak ada keruntuhan ekonomi ndak mungkin kejadian tuh

Obama boss.



Kedua, FZ cs tidak percaya bahwa politik aliran sudah mati di Indonesia.

NU, Muhammadiyah apalah yang lain juga sudah tidak seperti dulu lagi. Kita

kan juga liat sendiri, kyai kan UUD juga akhirnya toh, tinggal mana yang

kantongnya paling dalam dan janjiny paling manis aja. Dan kita kan main

cantik sekali seperti anda liat. Lalu, orang seperti ini ini juga tidak

mau belajar dari sejarah kepemimpinan nasional di Indonesia. Sejak negara

ini berdiri, semua presiden yang naik itu karena kecelakaan sejarah. Bung

Karno diangkat menjadi presiden, karena Jepang kalah dari sekutu dan

terjadi vacuum of power pada masa itu. Soeharto naik juga akibat kecelakaan

sejarah yaitu terjadinya peristiwa 65. Nah yang lucu, setelah itu

kecelakaan sejarahnya semakin ngaco. Reformasi bergulir tahun 98,

menghasilkan presiden yang buta. Presiden buta dijatuhkan, naik pula lah

perempuan bisu. Kalau politik aliran memang belum mati, sudah pasti Mega

atau Habibie jadi. Lagipula kalau memang ada politik aliran maka alirannya

pasti jawa, laki-laki, militer dan islam. Non jawa seperti saya dan

teman-teman ini kan sudah memang tempatnya jadi king maker saja, lebih enak

ndak repot tapi kebagian serunya toh. Makanya SBY berbeda, dia muncul by

design yang matang lewat pemilihan langsung.



Ketiga, ancaman tentang gerakan mahasiswa dan rakyat itu sudah tidak

relevan lagi dengan iklim demokrasi sekarang. Hanya mimpi siang bolong yang

bisa menghadirkan kekuatan mahasiswa. Bahkan tahun 98′ pun banyak orang

salah meletakkan sejarah itu sebagai kebangkitan mahasiswa menggulingkan

Soeharto. Padahal bukan begitu. Itu memang jatuhnya Soeharto dan mahasiswa

jadi alat saja, tapi memang jumlahnya besar sekali jadi secara visual

kelihatan seperti sebuah fenomena gerakan mahasiswa yang digerakkan sebuah

pemikiran kebangsaan. Buktinya tidak ada satu pun tokoh mahasiswa yang jadi

legenda karena pemikirannya di tahun 98′. Rama yang jadi tokoh terpopuler

pun ternyata Cuma onggokan omong kosong saja dan sebentar lagi berangkat

pula ke bui. Jadi tidak perlu khawatir mahasiswa kita ndak ada yang

berkualitas pemikirannya sampai bisa menggerakkan massa jadi selalu

menunggu ditungangi. Dan yang menunggangi tidak pernah pintar sehingga

selalu ketahuan sehingga masyarakat tidak pernah percaya lagi sama

kredibilitas demo mahasiswa jadi tenang saja boss. Kita mengontrol pikiran

dan sentiment public sekarang, ndak ada yang bisa kalahkan itu. Sudahlah,

rakyat tidak percaya lagi pada mahasiswa. Kita datangin mereka ke tv saja

mereka sudah senang sekarang. jadi Bos, gerakan mahasiswa itu bukan lagi

suatu hal yang menakutkan sekarang.



Lagipula, taruhlah media tidak lagi “bersahabat”, itu hanya segelintir.

Media itu bisnis bung, owner nya ndak mungkin ambil risiko untuk lima tahun

ke depan. bisa ndak makan mereka kan. Yang penting anda kan sudah

dijelaskan dan ditunjukkan. selama skenario utama tetap terjaga, Cuma

hitungan hari kok dan jadilah kita berangkat ke Bermuda kan haha…… ingat

saja, skenario ini sudah lima kali dites dan tidak pernah gagal.. Dengan

persiapan sudah lebih lama dan panjang, skenario sekarang jauh lebih

sempurna.Ndak usah paniklah dengan semua isu yang berkembang ini, mereka

lupa musuh utama adalah waktu, bukan kita. betul kan? Kalau orang ini

memang bisa berbuat sesuatu kan sudah lama dia lakukan.



Ok boss, nda usah kuatir dengan FZ cs, mereka itu cuma angin sepoi-sepoi.

Tiga hari lagi dan lima tahun ke depan kita selesaikan urusan dengan mereka

satu persatu.



Trims



AM



From: Muchlis Hasyim 

To: mallarangeng@ yahoo.com

Sent: Saturday, July 4, 2009 8:52:49 AM

Subject: Fw: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan



Daeng,



Saya baru terima email dari kawan kita ini. Terus terang saya agak tidak

nyaman. Mungkin ini kembali menjadi pengingat Daeng. Isu kemarahan masy

sulsel, DPT, dan penggadaian GBK, Din Samsudin yang semakin rame, saya

khawatir bisa bergulir diluar kontrol kita. Perlu dicermati baik-baik dan

diantisipasi semaksimal mungkin boss. Saya harap Daeng bisa memberikan

pencerahan.



Trims



MH



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung

Teruuusss….!



From: Ronggo Lawe

Date: Fri, 3 Jul 2009 18:50:45 -0700 (PDT)

To: 

Subject: Kontrol media, mohon jadi pertimbangan



Kawan Muchlis,



Banyak yang mulai tidak suka dengan permainan kita di media. Mereka mulai

mengerti cara kita mengontrol berita di media. Itu sebabnya mereka terus

mempermasalahkan Kasus DPT bermasalah, isu SARA celi, penghinaan orang

Bugis oleh Andi, penjualan Gelora Bung Karno, dll. Saya lihat Fadli Zon cs

terus bergerak untuk menguji kekuatan kita di media.. Sebab mereka tahu

untuk isu-isu yang sangat sensitif itu, akan sangat janggal sekali jika

media tidak memberitakannya dan itu di luar kontrol kita boss. Saya lebih

khawatir lagi orang-orang seperti Fadli Zon ini bisa menggerakkan mahasiswa

dan masyarakat.



Jadi boss, permainan di media ini mulai berbahaya. Kayaknya kita harus

mencari strategi baru..



http://public. kompasiana. com/2009/ 07...u-makin- panas/



http://politikana. com/baca/ 2009/07/0. ..kin-panas. html



salam

orang



[Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke