BLACK RIVER�s MANGROVE
Oleh :
Achmad taufik
Hutan pasang surut atau hutan payau yang lebih dikenal dengan sebutan hutan Mangrove
adalah suatu ekosistem yang khas. Vegetasi Mangrove biasanya pertumbuhannya sangat
dipengaruhi oleh kadar garam serta adanya aliran sungai yang berair tawar, Sehingga
pada umumnya hutan mangrove berada di muara -muara sungai di tepi pantai yang cukup
terlindung dari hempasan gelombang dan angin laut.
Saat ini hutan mangrove indonesia mencapai luas sekitar 4,25 juta hektar yang tersebar
hampir di setiap provinsi (Darsidi,1984).Jika dibandingkan dengan luas hutan daratan
maka luas hutan mangrove ini hanyalah 3% dari seluruh luas hutan daratan yang ada..
Bengkulu yang memiliki kawasan mangrove seluas 100.000-110.000 ha, kini hanya
tertinggal 30.000-35.000 ha saja. dari yang tertinggal tersebut 400-500 ha
dimanfaatkan atau dikonversi menjadi lahan pertambakan. Penyebab kerusakan atau
berkurangnya luasan kawasan mangrove tersebut adalah perkebunan besar yang mencapai
pinggir pantai (Bengkulu Selatan), pertambangan pasir dan konversi menjadi lahan
tambak (Kotamdya Bengkulu dan Bengkulu Utara).
Dari sekian luas kawasan Mangrove di Bengkulu maka kita dapat melihat beberapa
kerusakan yang nampak nyata di depan mata kita. Sebagai contoh kawasan mangrove sungai
hitam. Kawasan Mangrove Sungai hitam ini berada di wilayah perbatasan Bengkulu Utara
dengan kotamadya Bengkulu tepatnya berdekatan dengan jembatan sungai hitam, dari hasil
investigasi awal kawasan Mangrove ini didominasi oleh jenis Bakau (Rhizophora sp)
selain itu juga terdapat Jenis (Sonneratia sp) Atau api-api dan juga terdapat jenis
tanaman nipah. Kawasan Mangrove ini diperkirakan memiliki luas 2 Ha. Kawasan Mangrove
ini dalam keadaan yang mengenaskan, Selain nampak bekas penebangan kayu yang masih
nampak tunggulnya juga disekitar kawasan mangrove telah dilakukan penambangan pasir
yang dilakukan oleh warga sekitar.
Kawasan Mangrove sungai hitam ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang
kehidupan dari masyarakat sekitar yaitu dengan digunakan untuk kawasan penggembalaan
itik, dan juga kawasan untuk mencari ikan dengan menggunakan bubu atau juga dengan
menggunakan jala. Dari hasil investigasi awal juga diperoleh bahwa di kawasan Mangrove
ini terdapat banyak jenis anakan ikan atau ikan-ikan yang masih kecil.
Kawasan ekosistem Mangrove sungai hitam ini sudah mengalami modifikasi atau dalam
ekologi telah mengalami dinamika ekosistem karena pada kawasan mangrove ini dijumpai
banyak jenis tanaman bawah dari jenis rumput-rumputan, selain itu juga bakau dan
sonneratia sebagian ada yang hidup di pasir bukan di lumpur yang tergenang oleh
gabungan air laut dan air sungai. Dari hasil investigasi awal juga diperoleh bahwa
kondisi kawasan mangrove ini terapit oleh jalan raya di saatu sisi dan terhalang oleh
gundukan pasir disisi yang lainnya. jalan masuknya percampuran antara air sungai dan
air laut hanya lebarnya berkisar antara 2-3 meter.
Dari hasil investigasi awal juga diperoleh bahwa di kawasan Mangrove ini terdapat
berbagai macam jenis satwa, yoitu diantaranya monyet hitam ekor panjang, dan juga
terdapat berbagai macam jenis burung seperti terlampir dibawah ini :
Daftar nama burung yang teramati Di kawasan mangrove sungai hitam
Pengamatan : 20 - 21 Maret 2000
08.00 - 09.30 WIB
No
Nama ilmiah
Nama Indonesia
Status
Antrepthes malacencis (755)
Burung madu kelapa
SKJB
Amaurornis phoenicurus(157)
Keroa padi
SKJB
Alcedo meninting (378)
Raja udang meninting
SJKB
Butorides striatus (36) *
Kokokan laut
SJKB
Dupetor flavicolis (52)*
Bambangan hitam
SJKB
Ixobrychus cinamomeus (51)
Bambangan merah
SJKB
Lonchura sp
Belum jelas sp-nya
SKJB
Orthotomus ruficeps (665)
Cinenen kelabu
SJK
Pycnonotus goiavier(514)
Merbah cerukcuk
SKJB
Passer montanus(800)
Burung gereja erasia
SJKB
Prinia familiaris (672)
Prenjak jawa
SJB
Todirhamphus chloris (381)
Cekakak sungai
SJKB
* jenis yang baru pertama kalinya teramati