YTH bapak Rosek,
Sebenarnya saya tidak mau mengomentari (yg
juntrunganya menjadi debat kusir), tapi saya akan
kasih masukan untuk bapak.
Saya sendiri terkejut kalau bapak tidak mengetahui
bahwa siamang pada saat ini secara bebas dipelihara
dan diperjual belikan.
Mungkin bapak bisa jalan-jalan ke Pasar Burung dimana
saja (Jakarta, Surabya, Bandung, Jogja dll) banyak
dijual monyet siamang.
Saya mengetahui jika satwa itu dilindungi, namun pada
kenyataannya yg buat undang-2 sendiri melanggarnya.
TERLALU BANYAK KRIMINAL DINEGRI KITA INI PAK, SAYA
SENDIRI AJA BINGUNG, mana yg kriminal/tidak.
Yang penting kita tidak berniat jahat.
Ini bukan berarti saya setuju dengan penangkapan satwa
langka dari habitatnya.
Sejarahnya saya dapat siamang, dari pedagang di PB.
Jatinegara, masih kecil, merah dan udah mau mati.
Karena iba saya beli dan saya pelihara.
Berkat Tuhan sekarang dapat hidup sehat sudah 6 bln
dengan saya.
Idealnya memang hidup siamang itu sama kelompoknya,
bukan dikandang atau kebun binatang.
Apakah bapak punya program mengembalikan hewan
kehabitatnya??
Tapi kalau dikembalikan kealam, apakah tidak akan
diambil lagi oleh orang??
Saya rasa masalah hukumnya yg harus ditegakan.
Tapi bagai mana hukum bisa tegak kalau perutnya pada
lapar, Susah yah !!!!
Masalah ini saya rasa bukan hanya terjadi di
Indonesia, tapi diseluruh dunia.
Pola pikir saya sederhana saja pak: dengan berternak,
hewan yg dihutan dapat dikurangi penangkapannya.
Lapangan kerja bisa tambah.
Impian saya sih Siamang, Burung merak dan satwa langka
lainnya bebas dijual belikan, kaya ayam kampung.
Kenapa ayam kampung tidak dilestarikan? Karena mudah
dikembang biakan. Mengapa tidak dengan satwa
lainnya???
Itu saja pak komentar saya, terima kasih atas
masukannya.
DOA DAN HARAPAN SAYA: MUDAH-MUDAHAN PADA SATU HARI
KELAK ADA PENANGKAR SIAMANG, MERAK, NURI, JALAK BALI,
CENDRAWASIH, KAKAKTUA DLL-NYA YG MUNCUL DARI MUKA BUMI
INDONESIA.
Wassalam, UjangT
Ps: jangan bersedih pak, saya lebih sedih melihat
orang yg dibantai karena masalah ekomomi. Kredit macet
akibat ulah capitalist barat.
Saya akan cari website penakar monyetnya kalau tidak
salah judulnya �House of monkey�
--- KSBK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pak Ujang,
> Saya terkejut membaca email bapak yang menyebutkan
> bahwa bapak memelihara siamang dan merak. ahukah
> bapak kedua jenis satwa itu dilindungi undang-
> undang, yang artinya pemeliharaan tanpa ijin adalah
> suatu tindakan kriminal dan kejahatan (UU No. 5
> tahun 1990). Apakah bapak punya ijin memelihara
> satwa tersebut? Kalau punya, dasar ijinnya
> yang dipakai peraturan yang mana? (karena ada
> beberapa eraturan yang
> sudah tidak berlaku lagi). Kalau bapak tidak punya
> surat ijin resmi, berarti anda telag melakukan
> tindakan kejahatan alias krminal!!!
>
> Itu dari aspek hukumnya, sementara dari aspek etika
> dan animal welfare,
> berapa siamang dan merak yang bapak punya? Seberapa
> besar sangkar mereka? Bagaimana hak-hak mereka untuk
> kawin, untuk hidup bebas di alam?
> Dan tahukah bapak bahwa hampir pasti (100%) primata
> (termasuk siamang)
> yang diperdagangkan di pasar domestik adalah hasil
> tangkapan dari alam,
> bukan hasil penangkaran. Artinya pembelian primata
> dari pasar, untuk
> alasan apapun, telah mendorong proses terancam
> punahnya primata tersebut
> dari alam!!! Apakah ini yang disebut konservasi?
> Sebelum kita berpikir
> ke arah penangkaran (konservasi ex-situ) alangkah
> bijaknya jika kita
> berpikir dulu soal konservasi in-situ (di
> habitatnya).
>
> Menyayangi bukan berarti memiliki dan mengurungnya
> dalam sangkar!! Saya juga baru dengar ada perorangan
> di luar negeri yang sukses menangkarkan
> aiamang, dimanakah itu? Sebagai informasi, saya
> selain bekerja di KSBK juga merupakan perwakilan
> dari International Primate Protection League
> (IPPL) USA, sebuah LSM internasional yang bekerja
> untuk melindungi primata dari prkatek eksploitasi,
> termasuk pemeliharaan untuk kesenangan.
>
> salam sedih,
> Rosek Nursahid
> KSBK-The Animal Conservation For life
> http://www.ksbk.or.id
>
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
http://personal.mail.yahoo.com/
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]