Salam,
Tergerak ingin ikut urun rembug dengan teman-teman semua mengenai perlu
tidaknya fungsi Angkatan Bersenjata bagi kita.
Yang kita hadapi sekarang adalah fakta bahwa kemuakan rakyat terhadap
kebrutalan tentara sudah mencapai titik didihnya. Bahwa ada tersisa sedikit
respek terhadap marinir, dll , itu hanya pengecualian sesaat yang (kalau
marinir tidak hati-hati) mungkin nanti akan berbalik juga. Ironinya adalah
bahwa setelah 32 tahun marinir dan kopassus bertukar posisi dalam papan
catur politik Indonesia.
Yang menyebabkan simpati rakyat 30 tahun lalu (atau sekarang) berbalik
menjadi kebencian yang luar biasa di hari ini (atau masa depan) adalah
karena tentara digunakan untuk melindungi dan melanggengkan segala macam
ketidakadilan dan kejahatan yang dilakukan kekuasaan, dengan dalih apapun :
konstitusi, sapta marga, survival (economic, political) necessity). Tentara
digunakan untuk menindas rakyat, padahal eksistensi mereka ditegakkan atas
dasar perlindungan terhadap rakyat.
Tapi apakah hal-hal diatas cukup buat jadi alasan agar ABRI dibubarkan, agar
fungsi AB (bukan ABRI) ditiadakan ? Dikatakan bahwa jaman kapitalisme
global seperti sekarang menyebabkan penguasaan sarana ekonomi (gedung,
tambang, dll) oleh pihak asing menjadi suatu hal yang biasa, sehingga fungsi
AB untuk mempertahankan integritas kedaulatan nasional menjadi absurd. Tapi
yang harus diingat adalah bahwa daerah segitiga emas di Jkt atau gunung
Grasberg di Irian sampai detik ini masih merupakan bagian integral dari
negara Indonesia yang berdaulat. Freeport McMoran, Rio Tinto atau BHP boleh
mempunyai konsesi ratusan ribu hektar , tapi itu tidak berarti mereka
berdaulat atas wilayah itu.
Swiss dan Vatican sebagai contoh negara zonder tentara tidak sepenuhnya
tepat. Kedua negara ini memang bisa dijadikan alternatif, tapi sebelum
diambil keputusan mungkin diperlukan elaborasi lebeih jauh mengenai untung
ruginya. Swiss (mungkin) tidak memiliki tentara reguler, tetapi setahu saya
mereka menjalankan sistem milisi (wamil) dengan ketat, sehingga setiap WNS
(warga negara swiss) yang memenuhi syarat harus ikut serta dalm program ini.
Vatican juga tidak mempunyai tentara reguler, mereka melakukan outsourcing
fungsi AB ini ke Swiss. Tetapi faktor sejarah dan posisi (politik maupun
geografis) negara-negara ini juga memainkan peran penting yang tidak bisa
diabaikan, sehingga bisa dengan mudah dipersamakan dengan keadaan yang
dihadapi Indonesia.
Saya tidak sependapat dengan ide bahwa AB tidak lagi diperlukan dan karena
itu bisa dibubarkan. Bahwa fungsi AB dalam menjaga kedaulatan (teritorial)
negara selama ini tidak berjalan seperti yang diharapkan dan ABRI justru
lebih sibuk mengurusi masalah-masalah diluar fungsi awalnya menurut saya
belum cukup jadi alasan untuk membubarkan ABRI sama sekali. Kalau alasan
itu yang dipakai, maka MA, Kejaksaan and practically hampir semua aparat
negara dibidang hukum (misalnya) juga mesti dibubarkan karena mereka tidak
bisa menjalankan fungsi menjamin terlaksananya hukum dan keadilan dengan
baik, malah justru asyik terlibat dengan urusan sogok-menyogok.
Fungsi AB tetap diperlukan karena suka tidak suka kita mesti menghadapi
kenyataan bahwa integritas teritorial negara, kedamaian yang dirasakan
rakyat, atau pendeknya apa yang dislogankan sebagai persatuan dan kesatuan
(tapi bukan keseragaman) yang kita miliki bukanlah sesuatu yang sifatnya
"given", ada dengan sendirinya. Hal-hal itu kita dapatkan dengan perjuangan
dan hanya dapat kita pertahankan dengan perjuangan. Saya tidak akan
berlindung pada dalil bahwa letak yang strategis, kondisi bangsa yang
luarbiasa majemuk dll. adalah justifikasi satu-satunya bagi dibutuhkannya
fungsi AB; saya juga tidak mau terjebak dalam "siege mentality" bahwa musuh
kita selalu mengintai di setiap sudut, tapi adalah naif kalau kita
menganggap bahwa Republik Indonesia tidak akan mempunyai musuh yang hanya
bisa dihadapi oleh fungsi AB dengan kekuatan senjata.
Sebaliknya berbeda dengan Santi, saya pun tidak setuju jika fungsi AB adalah
(antara lain) untuk mengayomi rakyat, karena Rakyat harus mengayomi dirinya
sendiri melalui cara-cara demokratis melalui parlemen, dll. Rasa aman yang
dinikmati rakyat harus datang dari kesadaran bahwa terdapat seperangkat
aturan hukum yang telah disepakati bersama yang akan menjamin bahwa hal-hal
yang merugikan masyarakat akan dicegah atau dikenakan sanksi.
Mungkin yang harus kita pikirkan ialah format bagaimana yang bisa kita
terapkan dalam fungsi AB untuk menjamin agar kebrutalan tentara tidak
terulang lagi. Apakah dengan menerapkan sistem milisi (wamil) sehingga
kekuatan AB reguler dapat ditekan sekecil mungkin dengan tetap
mempertahankan adanya fungsi AB ? Apakah dengan melakukan kaji ulang secara
mendalam & menyeluruh terhadap doktrin tentara sehingga mereka benar-benar
menyadari & mengamalkan fungsinya sesuai dengan keinginan rakyat ? Apakah
dengan menerapkan sistem kontrol yang ketat sehingga setiap operasi
militer/intelejen harus disetujui dan kemudian dipertanggungjawabkan kepada
wakil rakyat di parlemen ?
Situasi saat ini memang begitu panas & sebagian dari kita mungkin
beranggapan bahwa sekaranglah saat yang paling tepat untuk "melucuti" ABRI
dari semua privilege-nya yang selama ini telah disalahgunakan. "It's time
to seize the moment", karena kalau kita menunggu lebih lama lagi (6 tahun ?)
niscaya ABRI (tepatnya KBA, karena bohong besar kalau yang menikmati &
menyalahgunakan secara sewenang-wenang itu hanya ABRI aktif) akan kembali
merekayasa sehingga kita lagi-lagi terninabobok dalam buaian tipuan mereka
untuk mempertahankan semua posisi mereka seperti sekarang. Tetapi
masalahnya tetap sama : realita yang kita hadapi sekarang membuat kita can't
afford untuk melikuidasi fungsi dan eksistensi AB secara keseluruhan. Kita
tetap membutuhkan fungsi AB untuk menjaga integritas kedaulatan nasional.
Kita tidak menginginkan terjadi lagi kebrutalan dan pelanggaran yang
dilakukan tentara. Jalan tengahnya ialah dengan berusaha mencari cara
bagaimana agar fungsi AB tetap bisa dipertahankan DAN PADA SAAT YANG SAMA
kebrutalan tentara dapat kita cegah.
regards, rahmadd
> -----Original Message-----
> From: Samin [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
> Santi,
>
<snipped>
Himbuan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com