>Kabar dari PIJAR > > >From: Aliansi Jurnalis Independen >Sent: Senin, 23 Nopember 1998 23:21 >Subject: AJInews: SCTV Tolak Tekanan Habibie > > >SCTV TOLAK TEKANAN HABIBIE > >JAKARTA (AJInews. 23/11/98): Tekanan terhadap SCTV kini menggunakan >cara-cara "formal", yakni dengan memaksa melunasi utangnya kepada Bank Bumi >Daya (BBD). Padahal berdasarkan perjanjian BBD dengan SCTV, tanggal 30 April >1998, telah disepakati adanya restrukturisasi utang itu. Dengan >restrukturisasi itu, kewajiban SCTV untuk mencicil utang berikut bunganya >baru dimulai pada triwulan ke-empat tahun 1999. Selain pengunduran masa >angsuran pokok dan bunga, restrukturisasi tersebut juga meliputi >perpanjangan jangka waktu kredit dari delapan tahun tiga bulan (26 Juni 1997 >hingga 25 September 2005) menjadi sepuluh tahun tiga bulan (26 Juni 1997 >hingga 25 September 2007) > >Korespondensi terakhir antara pihak BBD dan SCTV adalah pada tanggal 9 >November 1998 melalui surat No. JBP/746/98/RM. BBD menyetujui pengalihan >off-shore loan dari BBD cabang Tokyo menjadi on-shore loan BBD cabang Wisma >Barito Pacific. Pada surat tersebut juga disepakati konversi sebagian utang >SCTV dari mata uang dollar AS menjadi Rupiah. > >Dengan demikian, hingga tanggal 9 November 1998 dari pihak BBD tidak ada >isyarat apapun bahwa bank tersebut akan mengambil-alih SCTV. Hingga pada 16 >November 1998, Direktur Pemberitaan SCTV, Riza Primadi, mendapat kabar >mengenai adanya rencana akuisisi SCTV melalui BBD. Pertanyaan yang muncul, >mengapa dalam waktu 7 hari, BBD berubah sikap 180 derajat. Penggunaan >cara-cara "formal" seperti ini sebenarnya bukanlah barang baru. Ingat apa >yang dilakukan Soeharto dulu? Ketika Tempo, Editor dan Detik dibredel, Bob >Hasan ketiban pulung mendapat SIUPP dari pemerintah untuk menerbitkan GATRA >dan klaim saat itu adalah GATRA pengganti TEMPO. Padahal pada saat itu, 50 % >saham TEMPO dimiliki karyawan TEMPO (pemegang saham mayoritas), sedangkan >saham GATRA 100% dimiliki oleh Bob Hasan. Tragisnya, nasib yang sama akan >menimpa SCTV di era , yang katanya, reformasi, padahal tak selembar sahampun >dipegang oleh karyawan. Kabarnya, fenomena penggunaan cara-cara "formal" ini >akan semakin marak menimpa berbagai media massa di Indonesia, apalagi jika >media tersebut "potensial". > >Pada dasarnya karyawan SCTV tidak menutup diri terhadap perubahan komposisi >pemegang saham, sepanjang Liputan 6 SCTV masih dapat mempertahankan >kemandirian pemberitaannya. Sejalan dengan semangat reformasi, para karyawan >SCTV akan tetap mempertahankan dan memperjuangkan pers yang bebas dan >mandiri, demi tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih >demokratis. > > > > > --------------------------------------------------------------------------- [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] UIN 23276722 --------------------------------------------------------------------- To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
