Ada kutipan menarik dari sebuah mail yang saya terima pagi ini berkaitan dengan maraknya bentuk kreatif aksi mahasiswa belakangan ini. >Date: Fri, 27 Nov 1998 15:37:29 -0800 (PST) >From: teewoel <[EMAIL PROTECTED]> >Subject: [Pnet] Renungan: Tulus spt Merpati - Cerdik spt ular -------------------------------deleted---------------------------------------- >Simbol adalah 'humor' dan inspirasi: >================================== > Manakala kata-kata dan pesan tidak lagi menggerak- >kan jiwa; "penguasa tidak arif dan peka thd hati nurani >rakyat"; itulah saatnya memunculkan simbol-simbol kreatif. >Ruang sidang para menteri serasa menjadi segar ketika >Marzuki Darusman cs secara berseloroh bertanya pada M.Andi >Ghalib [sering dipeseletkan menjadi Andi Gaib, krn suka >meng-"gaib"-kan perkara yang sudah jelas spt kasus Suharto >seolah-olah perkara yg super-rumit belat-belit]: >"Pak, ayamnya diapakan pak". "Sudah digoreng", begitu jawab >Andi Gaib. Menarik mengobservasi reaksi pak Gaib ini dlm >diskursus filsafat simbol; namun pada kesempatan lain saja >ini kita bahas. > Begitulah banyak anggota masyarakat di dalam maupun >di luar-negeri yang tertawa terkekeh-kekeh, senang, bahagia, >krn cocok ketika Pak Gaib mendapatkan ayam betina. Memang a- >gak berbau machoisme simbol itu; tapi pesannya jelas: >"Kalau tidak berani menyeret Suharto ke pengadilan ya anda > spt ayam itu." Betina, tidak berani bertarung spt ayam jago. >Jaksa Agung, perwira tinggi angkatan bersenjata yg termashur >di Indonesia krn kemampuannya yg tinggi utk merekayasa kekua- >saan, kekerasan, namun sikapnya spt ayam betina, "hopo tumon." > Surabaya tidak mau kalah, ketika para mahasiswa-i >demo di Kantor perwakilan rakyat; mereka menghadiahi yang >katanya wakil rakyat itu dengan beberapa bebek. Beberapa be- >bek itu dikalungi tulisan masing-masing: FKP, FPP, FDI, FABRI. > Masih ada yang lain? Tentu saja, jangan sebut mahasiswa >kalau tidak bisa iseng dan kreatif. Mahasiwa-i Yogya bosan >demo dihadapan manusia akhirnya melancarkan aksi mereka di >kebun-binatang. Mereka semua mengadu kepada para orang utan >itu tentang nasib bangsa Indonesia yang saat ini dipimpin oleh >manusia-manusia yang sering lebih kejam dari pada binatang. >Ketika tiba saatnya para orang utan itu utk memberi tanggapan >megaphone didekatkan ke mulut sang orang. Tidak ada suara ke- >cuali "slurp-slurp" atau suara jilatan. "Eeee...dimintai >tanggapan kok malah diemut!", begitu reaksi spontan wakil >demonstran yg menyodorkan megaphone itu. Dasar orang-utan:):). -----------------------------------deleted-------------------------- --------------------------------------------------------------------------- [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] ICQ UIN 23276722 --------------------------------------------------------------------- To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
