At 07:03 AM 11/21/98 +0700, you wrote:
>>
>>Dulu sebelum Reformasi - saya adalah pengagum A.Baramuli tapi setelah
>>beliau jadi Ketua DPA semua berubah bak langit dan bumi .
>>
>
Ayo yang ini, layak dikagumi atau disesali?
SUARA PEMBARUAN DAILY
DPA Usulkan Dialog Nasional Ditangguhkan
Biak, Pembaruan
Dewan Pertimbangan Agung (DPA) telah mengusulkan kepada
Presiden BJ Habibie agar dialog nasional dengan rakyat Irian
maupun rekonsiliasi nasional yang diajukan Gubernur
Lemhanas, Agum Gumelar, ditangguhkan hingga selesai Pemilu
1999.
Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) AA Baramuli
dalam wawancara khusus dengan Pembaruan di atas pesawat
dalam penerbangan dari Jayapura ke Biak, Sabtu (28/11)
mengatakan, alasan diajukannya penundaan ini karena setelah
pemilu kita mempunyai pemerintah yang kuat legal dan
mendapat legitimasi dari rakyat.
Turut dalam penerbangan rombongan tersebut Menteri
Penerangan Muhammad Yunus, anggota DPA Letjen TNI
Tarub dan Freddy Latumahina.
''Kalau dialog itu terus dipaksakan dan dilaksanakan kemudian
pemerintah terpilih bukan pemerintah yang sekarang, maka
dialog itu harus diulangi lagi. Jadi tidak efisien sebagai bangsa,''
ujar Baramuli.
Menurutnya yang paling penting saat ini adalah rakyat tetap
tenang hingga Pemilu 1999 yang akan menghasilkan
tokoh-tokoh yang mempunyai legalitas dan legitimasi sebagai
pemerintah, sehingga hasilnya akan ditindak lanjuti dan
direalisasikan.
Menjawab pertanyaan tentang adanya keinginan melepaskan
diri dari negara kesatuan RI oleh sekelompok masyarakat Irja.
Baramuli mengatakan secara defakto dan yuridis Irian ini sudah
menjadi bagian integral dari negara kesatuan RI.
Yang terpenting saat ini adalah bagaimana memberikan
otonomi yang seluas-luasnya kepada daerah serta perimbangan
keuangan, maka provinsi akan maju dengan pesat dan rakyat
akan menikmati hasil pembangunan sebagaimana layaknya.
Baramuli mengatakan, untuk melakukan pemerataan
pembangunan serta hasil-hasilnya serta efisiensi pelayanan
kepada rakyat Irian, yang terpenting adalah membatasi provinsi
Irja menjadi dua provinsi, yaitu satu provinsi di bagian selatan
dan satunya di bagian barat.
''Hal ini akan memuaskan hasil yang luar biasa selain
pemekaran provinsi pemberian otonomi seluas-luasnya dan
perimbangan keuangan,'' ujar Baramuli yang mengaku akan
memperjuangkan ke pemerintah pusat. Di sisi lain, Irian punya
potensi yang luar biasa yang belum diolah.
Karena itu, masyarakat Irja jangan cepat terpancing dengan
isu-isu yang diciptakan oleh segelintir orang, yang nantinya
akan mengorbankan masyarakat itu sendiri.
''Saya juga berharap agar masyarakat jangan ikut menaikkan
bendera Papua Barat (Bintang Kejora) pada 1 Desember
1998 yang akan datang, mengingat itu perbuatan yang sudah
mengarah pada makar,'' katanya pula.
Ketua DPA AA Baramuli mengatakan, semua pihak
hendaknya menahan diri dan berhenti menghujat ABRI.
Mengingat ABRI adalah komponen bangsa yang mempunyai
andil yang besar bagi terciptanya keamanan serta tetap
kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa ini.
Dikatakan, adanya kelompok yang terus menerus
mengembangkan isu dan terus menyudutkan ABRI karena
dinilai ABRI banyak merugikan rakyat. Misalnya pelanggaran
HAM di daerah-daerah operasi militer (DOM) dan lain
sebagainya. Menurut Baramuli, tuntutan penghapusan dwi
fungsi ini tidak bisa diterima secara benar. ''Dwi fungsi itu tidak
perlu dihapus mungkin yang dikehendaki adalah ABRI tidak
usah duduk di DPR,'' kata Baramuli.
kalau mau lengkap klik sendiri di:
http://www.suarapembaruan.com/News/1998/11/291198/Headline/hl03/hl03
html
---------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
ICQ UIN 23276722
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com