Para Netters, Sungguh menarik baca koran pagi ini. Menyusul tuduhan fasis dari Rendra buat mahasiswa radikal yang tidak bisa menggunakan cara2 beradab dalam berbicara, kini giliran Gus Dur: "...Sebagian mahasiswa mau menang sendiri... dalam mengemukakan pendapatnya mahasiswa mulai enggan menerima masukan dari pihak lain...." Gus Dur juga menilai mahasiswa tidak menggunakan etika. Herman dari FKSMJ dalam reaksinya menyatakan bahwa Gus Dur hanya memikirkan ummatnya saja ( Islam ?). Herman menambahkan bahwa bila aksi turun kejalan dianggap mengganggu, ya mau apa lagi . FKSMJ punya pandangan lain ( kepala keras ?). Tanggapan mahasiswa dari kelompok lain seperti KAMMI agak lain . Novel mengatakan bahwa dia tidak melihat tanggapan Gus Dur sebagai meng-intervensi gerakan mahasiswa. " memang selama ini masih banyak mahasiswa belum tahu arti kebebasan yang bertanggung jawab". Apakah komentar yang lunak ini karena menganggap kelompoknya termasuk yang turut dipikirkan oleh Gus Dur, sama sekali tidak disebutkan. Yang terang adalah amat menarik melihat dua rezim baru kebal kritik saling berhadapan. Rezim Mahasiswa Radikal yang hobynya membuat kacau jalanan tanpa mau mikir, serta rezim single GUS DUR sang Wali . Bagaimana Mas Manurung ? Salam. Indonesia without violence! --------------------------------------------------------------------- To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
