------------------------------------------------------------------------
Dibawah ini kita dapat membaca salah satu dari beberapa Surat Kabar
Indonesia, yang memberitakan suana kedamaian antara umat Islam dan umat
Kristen baik dalam hubungan kemasyarakat ataupun dalam hubungan
kekeluargaan, saya rasa Tuhan, yang juga Tuhan Islam dan Kristen, tidak
akan murka, kalau seorang Muslim membiarkan Istrinya memeluk agama lain
dan sebaliknya Tuhan tidak akan murka, apabila seorang Kristen
membiarkan istrinya memeluk agama lain, Respek saya terhadap Yasir
Arafat bertambah besar yang selama ini memperjuangkan Rakyat Palestina
Merdeka yang juga dalam rakyat Palestina banyak yang beragama Kristen.
Penyerangan Amerika terhadap Irak bukanlah politik Kristen melaikan
politik Amerika dan perlu diketahui bahwa tangan kanan Saddam Husein,
Tarik Azis juga beragama Kristen.

Pemberitaan-pemberitaan semacam ini, baik sebelum reformasi ataupun
selama ini, berdasarkan penelitian saya hampir dan belum pernah
diberitakan oleh surat kabar Republika diberitakan, yang mana saya dalam
hal ini menarik kesimpulan, bahwa Surat kabar REPUBLIKA tidak suka untuk
membeberkan berita kedamaian antara umat Islam dan umat Kristen, juga
termasuk KISDI, sebagai salah satu organisasi dijaman orde baru yang
mendorong untuk mengeluarkan FATWA, Haram hukumnya mengucapkan selamat
hari Natal kepada orang Kristen.

Pada suatu waktu akan keluar kekuatan Islam dan Kristen yang berjiwa
Nasional dan demokratis.

salam
eu
______________________________________________________________________

Sabtu, 26 Desember 1998
Dari Arafat dan Suha hingga Kim Beazley
INTERNASIONAL

BETHLEHEM (AFP): Umat kristiani di seluruh dunia kemarin merayakan
Natal. Di Bethlehem, tempat lahir Nabi Isa, sekitar seribu umat Kristen
Palestina mengikuti misa yang juga dihadiri Yasser Arafat dan istrinya,
Suha, yang menganut Kristen.

Ribuan umat kristiani lainnya, yang datang dari luar negeri yang
berkunjung ke Tanah Suci Palestina memberi tepuk tangan saat iringan
Pendeta Latin Tanah Suci Mgr Michel Sabbah, bergerak perlahan menuju ke
Bethlehem. Lonceng gereja terus berdentang di Bethlehem.

Sabbah tidak bisa meninggalkan suasana Palestina yang masih dibaluti
ketidakpastian setelah tahun depan perjanjian Oslo akan habis masa
berlakunya. Dalam misa tersebut ia juga berdoa bagi para tahanan
Palestina yang tidak juga dilepaskan oleh Israel.

"Kami berdoa bagi para tahanan dari tanah kami, yang masih kehilangan
kebebasan dan kedamaiannya," katanya.

Sementara umat kristiani di Baghdad, yang baru saja dihantam 'Operasi
Rubah Gurun', merayakan Natal di sekitar 50 gereja yang tersebar di
seluruh kota.

Di Al Karrada, bagian timur Baghdad yang penduduk umumnya beragama
Kristen, serangan empat hari pekan silam seperti tidak meninggalkan
bekas. Mereka tumpah ruah untuk mengikuti misa malam Natal. Prianya
mengenakan baju sangat rapi, ditemani wanita dengan kalung emas
berbentuk salib dan anak-anak yang mengenakan sepatu mengkilap dan gadis
yang mengenakan bando mengunjungi misa malam hari.

"Keluarga akan berkumpul dan jumlahnya sekitar 30. Akan ada daging
kalkun dan kami akan berwisata, mungkin ke Habbaniyeh," kata Taufik.
Habbaniyeh adalah kota tua yang pernah menjadi tujuan wisata terkenal di
Timur Tengah.

Di Irak, yang mayoritas penduduknya muslim dan sedang menjalani puasa
Ramadan, perayaan Natal adalah kegembiraan bagi semua orang.

"Saya muslim, tapi saya menyukai suasananya," kata Mohammad, sambil
mendorong kedua anak gadisnya ke lengan Santa Klaus yang menghibur
anak-anak di jalanan.

Di Filipina, satu-satunya negara Asia yang berpenduduk mayoritas
Kristen, warga merayakan dengan meriah dan satu radio melaporkan adanya
orang yang terluka karena mercon.

Sementara di Beijing, ribuan penduduk kristiani memadati dua gereja
Katholik yang ada di ibu kota negara komunis tersebut.

Katedral Utara, yang didirikan oleh misionaris Jesuit terkenal Matteo
Ricchi pada abad ke-16, terang-benderang dengan cahaya lilin saat ribuan
orang merayakan 'Kebahagiaan Natal'.

Polisi mengendalikan kerumunan dan hanya memberikan izin masuk bagi
mereka yang membawa undangan.

Pada Natal tahun ini, untuk pertama kalinya Bala Keselamatan diizinkan
beroperasi di Cina.

Di Jepang dan Thailand, di mana Natal bukan hari libur, segala kegiatan
masih berjalan dengan biasa.

Sedangkan di Kuba, perayaan Natal berlangsung meriah setelah
pemerintahan Komunis Fidel Castro
mengubah warna kalender untuk tanggal 25 Desember menjadi merah.

Di Canberra, PM Australia John Howard merayakan Natal dengan mensyukuri
prestasi ekonomi nasional negerinya selama 1998 yang tetap stabil dan
tidak terseret ke dalam krisis ekonomi Asia.

"Banyak yang telah kita capai pada tahun 1998. Ekonomi nasional tetap
tumbuh dan berhasil menghindari dampak krisis yang dialami negara-negara
Asia. Belum pernah ekonomi Australia sekuat sekarang selama 30 tahun
terakhir ini," kata Howard.

Penghargaan serupa juga disampaikan pemimpin oposisi Kim Beazley dalam
pesan Natalnya. Dia mengingatkan bahwa selama tahun 1998 banyak terjadi
peristiwa sedih dan bencana yang menewaskan sejumlah petugas pemadam
kebakaran maupun polisi.

"Kita wajib mengenang dan memanjatkan doa kepada mereka yang tewas dalam
menjalankan tugas mulia mereka," ujar Beazley.

Sebagian masyarakat Australia merayakan Natal dengan berenang di pantai,
sekaligus untuk mengurangi kepanasan. Suhu di seluruh wilayah benua
tersebut kali ini cukup panas, rata-rata di atas 30 derajat Celcius.
(Nur/L-1)
Hak cipta � 1997-1998 Media Indonesia

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **

Indonesia without violence!

Kirim email ke