Selamat tahun baru 1999 bagi rekan2 di milis ini.
Semoga tahun depan, Paha Bibie akan benar2 melaksanakan pemilu yang jurdil
dan bebas dari kekerasan.



>
>Pidato Presiden Republik Indonesia Pada Akhir Tahun 1998
>
>Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh;
>Salam Sejahtera
>Se-Tanah Air;
>Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 1998 dan memasuki tahun baru,
>tahun 1999.
>Saya ingin menggunakan kesempatan yang berbahagia ini untuk menyampaikan
>ucapan Selamat Tahun Baru kepada seluruh anggota keluarga besar Bangsa
>Indonesia. Khusus kepada umat Kristiani, saya ucapkan selamat Hari Natal.
>Semoga Natal tahun ini membawa kedamaian dan kebahagiaan di hati
>Saudara-saudara semua.
>
>Kapada umat Islam, saya ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa.
>Mudah-mudahan segala amal ibadah kita di bulan suci Ramadhan tahun ini akan
>diterima oleh Allah SWT, dan kita menjadi orang-orang yang bertaqwa.
>Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air; Tahun 1998 adalah tahun penuh
>keprihatinan. Kesulitan-kesulitan ekonomi yang terjadi akibat krisis
moneter
>yang terjadi pada pertengahan tahun 1997, belum sepunehnya dapat kita
atasi.
>
>Akibatnya angka pengangguran dalam masyarakat terus bertambah. Jumlah
>anggota masyarakat yang tergolong miskin dengan sendirinya juga meningkat
>pula. Krisis di bidang ekonomi ini telah menimbulkan dampak yang luas pada
>semua segi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita.
Stabilitas
>sosial menjadi terganggu. Demikian juga stabilitas di bidang politik,
>pertahanan dan keamanan.
>
>Gangguan stabilitas sosial itu nampak dengan menculnya berbagai ketegangan,
>kerusuhan, penjarahan dan berbagai jenis tindak kekerasan lainnya. Semua
ini
>sungguh memprihatinkan kita bersama. Sebagai bangsa yang selama ini dikenal
>oleh dunia sebagai bangsa yang berbudi pekerti luhur, berkepribadian halus
>serta menjunjung tinggi nila-nilai agama, kita patut bertanya: Apa yang
>salah pada bangsa kita ini. Mengapa kita tiba-tiba menjadi akrab dengan
>kekerasan. Padahal kita bangsa yang menjunjung tinggi akhlak dan moral. Di
>penghujung tahun 1998 ini marilah kita sama-sama merenungkan tentang
>berbagai sisi kelabu kehidupan masyarakat kita. Mudah-mudahan renungan itu
>akan menyadarkan kita agar kita kembali kepada ketinggian harkat dan
>martabat kita sebagai bangsa yang besar
>
>Saudara-saudara se-bangsa dan se-Tanah Air;
>Di tahun 1998 kita mengalami pergantian kepemimpinan nasional. Dengan
>berhentinya Presiden dari jabatannya, maka sesuai dengan dengan ketentuan
>Pasal 8 UUD'45 dan Ketetapan MPR Nomor VII/MPR/1973, posisi itu digantikan
>oleh Wakil Presiden. Kabinet baru yang dinamakan kabinet Reformasi
>Pembangunan telah dilantik pada tanggal 22 Mei 1998. Tugas yang dipikul
oleh
>kabinet ini sangat berat. Sebab, dalam masa yang singkat, Kabinet ini harus
>bekerja keras mengatasi persoalan ekomoni, meredakan gejolak sosial dan
>menciptakan stabilitas politik.
>
>Upaya-upaya pemulihan ekonomi sedikit demi sedikit telah membuahkan hasil,
>walau masih jauh dari apa yang kita harapkan. Kesulitan sembilan bahan
pokok
>kebutuhan rakyat telah dapat kita atasi dengan sebaik-baiknya. Kita telah
>dapat mengendalikan laju inflasi dan mempertahankan stabilitas nilai tukar
>mata uang, walaupun belum mencapai tingkat nilai tukar yang wajar
>sebagaimana kita harapkan. Arus barang dan jasa sedikit demi sedikit mulai
>lancar dan ketersediaan barang juga mulai membaik. Secara bertahap kita
>telah menurunkan suku bunga perbankan untuk mendorong tumbuhnya kegiatan
>ekonomi di sektor riil.
>
>Langkah-langkah di bidang ekonomi yang kita laksanakan telah berhasil
>mencegah merosotnya pertumbuhan ekonomi ke jurang yang lebih dalam. Bahkan,
>sedikit demi sedikit telah memberi harapan untuk menapak kembali.
>Kepercayaan negara-negara sahabat juga telah menunjukkan tanda-tanda akan
>pulih kembali. Keterlibatan kita dalam forum kerjasama ekonomi baik
regional
>maupun internasional akan terus kita tingkatkan. Semua angkah ini kita
>tujukan untuk mempercepat pemulihan kondisi perekonomian nasional kita.
>
>Di tahun 1998 ini, kita berhasil menyelenggarakan Sidang Istimewa MRP,
>Sidang Istimewa itu telah mengambil berbagai Ketetapan yang menjadi
landasan
>dalam melaksanakan reformasi secara damai dan konstitusional. Selama
>penyelenggaraan Sidang Istimewa MPR kita menyaksikan terjadinya gejolak
>sosial dan politik sehingga menimbulkan jatuhnya korban tindak kekerasan.
>Kita sungguh prihatin dan sedih dengan semua ini. Kita berpendapat,
alangkah
>baiknya jika setiap perbedaan pendapat demokratis dan konstitusional serta
>mentaati ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. Saudara-saudara se-Bangsa
>dan se-Tanah Air;
>
>Di tahun baru 1999 kita akan menghadapi tugas-tugas yang sangat berat.
>Seluruh agenda reformasi yang telah digariskan oleh majelis Permusyawaratan
>Rakyat harus kita laksanak dengan sebaik-baiknya. Kita akan meneruskan
>langkah-langkah pemulihan ekonomi sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh
>seluruh lapisan masyarakat. Kita juga akan meneruskan langkah-langkah untuk
>menciptakan pemerintah yang bersih, cakap dan berwibawa serta bebas dari
>korupsi, kolusi dan nepotisme. Kita akan terus berupaya meningkatkan
>penegakan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
>
>Agenda politik yang telah disepakati akan kita laksanakan dengan konsisten
>di tahun 1999. Dalam waktu dekat ini, kita akan menyelesaikan pembahasan
>berbagai rancangan undang-undang di bidang politik. Insya Allah, pemilihan
>umm akan kita laksanakan pada bulan Juni yang akan datang. Pemilihan umum
>dengan sistem multi partai ini diharapkan akan menghidupkan kembali tradisi
>demokrasi dalam masyarakat kita.
>
>Kita semua berharap, pemilihan umumn ini benar-benar akan terlaksana secara
>jujur, demokratis dan adil. Apapun hasilnya nanti, haruslah kita terima
>dengan lapang dada.
>
>Dengan demikian, pemerintah baru yang akan dibentuk sesudah pemilihan umum
>nanti, akan benar-benar mencerminkan kehendak rakyat, agar kita dapat
>mengakhiri krisis politik yang tengah terjadi dewasa ini. Tidak ada maksud
>dari Pemerintah untuk mempertahankan status-quo politik. Semuanya kit
>serahkan kepada mekanisme demokrasi, sesuai dengan asas kedaulatan rakyat
>yang dianut oleh Undang-Undang Dasar 1945.
>
>Saudara-saudsara se-Bangsa dan se-Tanah Air; Saya mengajak kita semua untuk
>bersikap optimis dalam memasuki tahun baru 1999.
>
>Betapapun beratnya tantangan yang kita hadapi, kita harus memiliki
keyakinan
>bahwa Tuhan senantiasa menyertai bangsa kita. Semua tantangan berat yang
>kita hadapi, Insya Allah bakan dapat kita atasi dengan sebaik-baiknya
>melalui kerja keras dan semangat tidak kenal menyerah.
>
>Di tahun 1999 kita harus lebih memperteguh tali persatuan dan kesatuan
>bangsa. Kita harus mampu mengendalikan diri dan menahan diri dalam
>menghadapi masa-masa sulit penuh tantangan. Peliharalah kesabaran dan
>kejernihan berpikir. Jauhkan sikap tergesa-gesa dan kurang perhitungan,
>karena semuanya justru dapat membuat keadaan menjadi bertambah sulit.
>Akhirnya, sebagai bangsa yang memegang teguh ajaran-ajaran agama, marilah
>kita tingkatkan iman dan takwa kita dalam memasuki tahun baru 1999. Semoga
>di tahun yang baru ini, Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan rahmat dan
>hidayah-Nya kepada bangsa kita sehingga kita mampu mengatasi
>tantangan-tantangan berat yang kita hadapi.
>
>Terima kasih.
>Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
>Jakarta, 31 Desember 1998
>
>PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
>
>
>B.J. HABIBIE



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **

Indonesia without violence!

Kirim email ke