Jumat, 8 Januari 1999
Peta Situs
------------
Beranda
Dapur
Gudang Data
Kotak Pos
------------
Analisa
Berita
The Net
Wawancara
Info Iklan      
                        
                        
                           
                        
 Sidang Kopassus Makan Waktu Lima Jam
 Pius dan Andi Tolak Bersaksi
                            
 detikcom. Jakarta. Sidang lanjutan terhadap 11 
 anggota Kopasssus, Jumat (8/1/99) memasuki tahap 
 putusan sela. Sidang berlangsung sekitar lima jam 
 sejak pukul 9.30 WIB dengan menghadirkan tiga saksi 
 korban dari enam yang dipanggil. 
 Dalam sidang yang sempat diksors karena Shalat Jumat 
 itu, hadir saksi korban Nezar Patria, Pius 
 Lustrilanang, dan Andi Arief. Sedangkan tiga 
 lainnya, Aan Rosdiana tak hadir karena alamat 
 panggilannya salah, lantas Faesol Reza berhalangan 
 karena saki, sedangkan Mugiyanto saat ini sekolah di 
 luar negeri. 
 Ketiga aktivis itu hadir dalam kesaksian karena 
 dalam putusan sela itu, mahmil memutuskan 
 melanjutkan sidang dengan mendengarkan saksi-saksi. 
 Dilanjutkannya ini, karena mahkamah yang diketuai 
 Kolonel CHK Susanto menolak eksepsi yang diajukan 
 penasehat hukum terdakwa yang diketuai Kol CHK 
 Rettob Abdullah. 
 Dengan demikian, asalan bahwa dakwaan kabur dan 
 Mahmil II Jakarta tak berhak menggelar sidang 
 seperti yang diberatkan pembela, tak bisa diterima. 
 Setelah penolakan itu, acara lalu dilanjutkan dengan 
 menengarkan saksi-saksi. Dan ternayta dalam 
 kesempatan itu, Pius dan Andi Arief sama-sama 
 menolak memberikan kesaksian. Sedangkan Nezar patria 
 yang dipanggil lebih dulu untuk bersaksi, mau 
 memberikan kesaksian meski semula keberatan. 
 Diungkapkan Nezar, bahwa pada 13 Maret 1998, pukul 7 
 malam dirinya dan Aan Rusdiana ditangkap di Rusun 
 Klender blok 3 nomor 7. Tangan mereka diborgol dan 
 dimasukkan Jimny merah. Diperiksa tiga hari tiga 
 malam di sebuah tempat. Sempat mengalami penyiksaan 
 dipukul dan disetrum. Dalam pemeriksaan yang 
 diajukan pertanyaan mengenai di mana Andi Arief, apa 
 aktifitas politiknya, dan bagaimana hubungan mereka 
 dengan tokoh oposisi Amien Rais, Megawati, Gus Dur 
 dan pengusaha Sofyan Wanandi. 
 "Saya jawab bahwa tak kenal dan tak punya hubungan 
 dengan Amien, Mega, Gus Dur dan Sofyan," katanya. 
 Dalam kesaksian ini Nezar mengenali terdakwa 4 
 sebagai salah seorang yang melakukan penangkapan di 
 rumah susun Klender. 
 Setelah hal itu ditanyakan hakim mahkamah terhadap 
 terdakwa 4, ternyata tak membantah melakukan 
 penculikan. Namun terdakwa membantah keterangan bila 
 naik Jumny. "Naggak betul itu, kami naik Kijang," 
 kata terdakwa 4. 
 Soal penculik membawa psitol juga terjadi saling 
 tegang. Menurut Nezar ada pistol, tapi terdakwa 
 mengelak. Sedangkan soal adanya dokumen di Rusun, 
 Nezar membantah, terdakwa 4 mengaku melihat dokumen 
 itu. 
 Selesai kesaksian Nezar ini, Koordinator Kontras 
 Munir SH mengatakan; "Secara golbal saat ini 
 persidangan cukup baik. Artinya ada ruang bagi saksi 
 untuk bercerita tanpa diposisikan sulit dan 
 tertekan. Kalau proses ini berjalan terus, saya kira 
 bagus." katanya. 
 "Tapi yang lebih penting bagaiamana hakim menilai 
 kesaksian. Karena yang disampaikan oleh saksi banyak 
 mengandung dakwaaan. Namun da yang menarik seperti 
 ada penyisksaan dalam dakwaan tapi tak disebut, dan 
 tidak dibantah dalam persidangan. Berarti itu 
 benar-benar ada," katanya. 
 Menurut Munir juga, ada institusi yang terlibat tapi 
 selama ini tidak terseret dan tak dibantah seperti 
 Kodim Jaktim, Kodam Jaya dan Polda. "Itu artinya 
 pelaku penculikan adalah isntansi lain,d an semua 
 tak dibantah,"tegas Tokoh Majalah UMMAT ini. 
 Sedangkan oditur Militer Harom Wijaya mengatakan, 
 setelah kesaksian itu akan ada penilaian dari 
 mahkamah. "Saya senang ada kerjasama saya dengan 
 saksi-saksi. Memang harus begitu, karena oditur 
 mewakili korban atau saksi.Tentang pengakuan dari 
 terdakwa 4 berarti dugaan kita benar." 
 Sedangkan Pius ketiak diminta bersaksi, menolak. 
 Alasannya, dakwaan ini hanya penculikan dan 11 
 kopassus saja. "Saya rasa ini lebih dari penculikan. 
 Saya tak mau berikan kesaksian yang hanya pelaksana 
 saja. Tapi juga megadili jalur komando yang paling 
 atas. Seperti Prabowo harus bertanggungjawab," kata 
 Pius. 
 Hakim setuju dengan penolakan Pius itu, dan 
 mengatakan Pius akan dipanggil sekali lagi untuk 
 jadi saksi. Jika tak sedia, akan dilakukan upaya 
 hukum. 
 Penolakan juga dilakukan Andi Arief. "Yang saya 
 inginkan 13 orang hilang itu dijelaskan dulu di mana 
 mereka berada. Ini harus ada klarifikasi dari 
 Presiden BJ Habibie dan Pangab Wiranto tentang nasib 
 rekan-rekan saya itu," kata Andi Arief. 
 Dia ingin supaya temuan DKP (Dewan Kehormatan 
 Perwira) ditidaklanjuti lagi. Artinya Prabowo juga 
 harus diseet ke pengadilan karena bersalah. "Kalau 
 perlu, saya tawarkan barter. Yakni 11 terdakwa itu 
 dibebaskan saja dari dakwaan hukum asal 13 orang itu 
 diserahkan, baik dalam keadaan matih atai hidup," 
 kata Andi Arief. 
 Ia menilai sidang ini hanya rekayasa. Sebab hanya 
 pelaksana saja yang kena. Sedangkan komandonya tak 
 kena. Buktinya yang dari lima orang yang nagkap 
 saya, hanya satu yang jadi terdakwa. Ini kan 
 sandiwara. 
 "Bebaskan mereka bila dalam peradilan sandiwara. 
 Mereka hanya pelaku di lapangan, dan berulangkali 
 peluk saya dan berkata: Maafkan kami, saya hanya 
 jalankan tugas," kata Andi beralasan. Yang penting 
 yang diadili adalah tingkat komando, bukan 
 pelaksana. 
 Saat Andi memberikan penjelasan ini, ada kejadian 
 aneh. Sebab tiba-tiba dia dicolek seorang terdakwa 
 Mayor Bambang dri belakang. Bahkan saat akan keluar 
 ruangan, Andi dan Bambang pun melakukan toast tangan 
 kanan. Tak heran bila adegan meggelitik yang 
 menggambarkan keakraban Andi dengan penculiknya itu 
 diingatkan hakim karena masih dalam persidangan. 
                            
                        
                        
                
            
            




______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **

Indonesia without violence!

Kirim email ke