Rekan Kuli-tinta, berita menarik antar media
Berita gagalnya Habibie beli UMMAT
tidak seberapa seru dengan berita akan terbitnya 
GAMMA.
GAMMA ( GAgasan Haji Mahtum MAstum).
Ada iklan yang saya baca di KOMPAS, GAMMA menawarkan pekerjaan bagi
para peminta.
Ada Redaktur, reporter, fotografer dan Desainer.
Saya perlu memastikan bahwa ternyata jumlah Redaksi yang diboyong ke
GAMMA, tidak banyak. Tak sanggup menerbitkan majlah dengan SDM yang
dibajak dari GATRA.
Sedangkan GATRA tetap terbit dan berkibar dengan berita-berita yang
menggigit...Theo Syafei, Prabowo dan artikel yang cukup panas, tampil
dihalaman dalam.
GATRA bukan saja menunjukkan independensinya, juga menampilkan
kualitas para jurnalis yang tetap setia dengan GATRA dengan tingkat
kemampuan yang bisa dibilang handal.
GAMMA harus siap-siap menerima kenyataan yang kemungkinan akan di luar
perkiraan.
Meskipun saat ini surat edaran ke para biro iklan/pemasang iklan, Agen
penjualan majalah yang ditanda tangani Mahtum Mastum sudah disebarkan.
Isinya hanya menunjukkan ketidak percayaan diri.
NAma-nama pengasuhnya dan redaksinya menjadi alat untuk dijual. Tapi
siapa yang menjadi tonggak, figur yang mau dijual ? Beda dengan muncul
TEMPO, ada figur Gonawan Mohammad, ada Fikri Jufri, pengamat ekonomi
yang handal.
Di GAMMA, hanya mau menjual nama para Konglomerat - Franky
Welirang-menantu Oom Liem, Usman Admadja- Boss BCA,(Nama-nama para
investor MAJALAH GAMMA), yang diageni oleh Lukman setiawan, Harjoko
Trisnadi dengan brookernya Mahtum Mastum.. Itulah GAgasan Mahtum
MAtum, maumendirikan majalah membajak SDM potensial dari GATRA lalu
digadaikan ke para investor yang nota bene Proyek KKN juga.

Viva la viva KKN, viva la viva compania

aktivanto_20
GATRA...tidak
[EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> 
> >  Selasa, 29

> >  Desember 1998
> >
> >
> >                   
> >                   
> >
> >                          Habibie Gagal Beli Ummat
> >
> >                                        detikcom. Jakarta. Majalah
> >                                        Ummat yang semula bakal
dibeli
> >                                        oleh Timmy Habibie, akhirnya
> >                                        gagal. Setelah saling
menjajagi
> >                                        sekitar sebulan, akhirnya
'kencan'
> >                                        antara Ummat dengan Timmy,
> >                                        putus di tengah jalan. Dan
kini,
> >                          Ummat mulai dilirik oleh beberapa
investor. 
> >
> >                          Wakil Pemred Ummat M Syafi'i Anwar kepada
> >                          detikcom, Selasa (29/12) membenarkan
> >                          batalnya kerjasama dengan PT Media Utama
> >                          Dharmajaya (perusahaan milik Timmy yang
> >                          membidangi media massa). 
> >
> >                          Dijelaskan, bahwa rencana kerjasama itu
> >                          resmi batal akhir pekan lalu. Ada beberapa
> >                          yang membuatnya gagal, antara lain faktor
> >                          saham. Semula, saham yang diharapkan
> >                          dimiliki Timmy adalah 40 persen. "Tapi
dalam
> >                          perkembangannya, pihak Timmy meminta 50
> >                          persen," jelas mantan wartawan Panjimas
ini. 
> >
> >                          Faktor lain, semual disepakati, dalam
> >                          beberapa kali penerbitan Timmy mengucurkan
> >                          dana sebesar Rp 40 juta. Pada kali pertama
> >                          dana segar itu didapat, lalu pada terbitan
> >                          berikutnya juga sehingga dua kali terbit PT
> >                          Media Utama Dharmajaya sudah mengeluarkan
> >                          Rp 80 juta. 
> >
> >                          "Tapi pada saat ketiga kalinya, kami
> >                          mendapatkan dana sudah sangat terlambat,
> >                          sehingga Ummat justru nombok dulu. Padahal
> >                          uang sebesar itu kan cuma untuk ongkos
cetak
> >                          saja," katanya. Ini yang mempengaruhi
> >                          penilaian Ummat terhadap niat baik Timmy
> >                          untuk mendanai majalah bernuansa Islami
itu.
> >
> >                          Hanya itu? Ternyata belum. Masih menurut
> >                          Syafi'ie, pihaknya juga kurang sreg dengan
> >                          gaya dan penampilan Timmy yang bernama
> >                          lengkap Sujatim Abdurrahman Habibie itu.
> >                          Apakah itu? "Wah susah ya mengatakannya,
> >                          barangkali dia itu terlalu impulsif gitu,"
> >                          tegasnya. 
> >
> >                          Puncaknya, ketika pihak manajemen Timmy
> >                          mau masuk ke Ummat dengan niat akan
> >                          melakukan rasionalisasi, terutama PHK
> >                          karyawan. Inilah yang paling sulit diterima
> >                          para awak Ummat. Sebab, menurut pakar
> >                          etika jurnalistik (Jurnalisme Profetik)
ini,
> >                          Timmy dianggap tidak memiliki wawasan
> >                          cukup soal penerbitan majalah. 
> >
> >                          "Masak kita disamakan dengan manajemen
> >                          Tabloid, dimana mereka memiliki Adil.
> >                          Sehingga ingin melakukan rasionalisasi
> >                          karyawan. Saya rasa nggak bisa. Ini yang
> >                          sangat berat. Dan akhirnya saya bersama
> >                          teman-teman akhirnya bersepakat untuk batal
> >                          saja," katanya. 
> >
> >                          Menurut Syafi'ie, adalah wajar dalam masa
> >                          penjajagan itu akhirnya gagal. Sebab, dia
> >                          mengibaratkan seperti halnya kencan antara
> >                          seorang pria dan wanita. Sebelum
benar-benar
> >                          memutuskan untuk menikah, tentu saling
> >                          menjajagi. "Kalau di tengah jalan ternyata
> >                          nggak cocok, mau diapain," paparnya dengan
> >                          perumpamaan. 
> >
> >                          Menurut sebuah sumber, ide agar Ummat itu
> >                          didanai oleh Timmy adalah dari Parni Hadi,
> >                          anggota dewan redaksi Ummat yang juga
> >                          Pemred Republika. Waktu itu, Haidar Bagir
> >                          sebagai pemilik saham Ummat mengutarakan
> >                          kesulitan keuangan majalahnya. Lantas
Parni,
> >                          yang memiliki hubungan dekat dengan Habibie
> >                          dan keluarganya, menawarkan ide bagaimana
> >                          bila Timmy menjadi investor. Lantas
dilakukan
> >                          beberapa pertemuan, sebelum akhirnya
batal. 
> >
> >                          Namun, Syafi'ie yang dikonfirmasi soal ini
> >                          mengelak. "Wah saya ngak ngerti soal itu.
> >                          Barangkali Anda lebih tahu," tuturnya. Yang
> >                          pasti, katanya, saat ini Ummat akan terbit
> >                          dengan kekuatannya sendiri lagi. 
> >
> >                          Mampukah bertahan lama? Menurut dia, tak
> >                          masalah. Buktinya Ummat masih mampu
> >                          menggelar penganugerahan Tokoh Ummat
> >                          1998 terhadap Munir SH Senin lalu. Dalam
> >                          penerbitan beberapa bulan ke depan pun,
> >                          katanya nggak masalah meski agak berat. 
> >
> >                          Namun demikian, yang membuat Syafi'ie
> >                          kaget, adalah ternyata banyak pihak yang
> >                          kemudian simpati dengan Ummat. Begitu
> >                          dipastikan Timmy cabut, ternyata ada lima
> >                          investor tertarik untuk membiayai Ummat. 
> >
> >                          Dari lima investor itu, dua yang tampaknya
> >                          sangat serius. Sekarang masih dalam
> >                          penjajagan, diharapkan Januari mendatang
> >                          sudah deal. "Saya mohon jangan ditulis dulu
> >                          kedua investor itu, sebab saya khawatir
gagal
> >                          di tengah jalan," katanya. Yang pasti,
investor
> >                          itu benar-benar baru dalam bidang media
> >                          massa. "Pokoknya bukan pengusaha minyak
> >                          atau tanker." 
> >
> >                          Nah siapakah juragan baru itu?
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> ** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
> 
> Indonesia without violence!
> 
> 
> 

_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **

Indonesia without violence!

Kirim email ke