Martin, tak banyak orang yang hasil renungannya seperti yang Anda tulis
itu.
Haris Jauhari
----------
> From: Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Suara Hati List <[EMAIL PROTECTED]>; Reformasi Total List
<[EMAIL PROTECTED]>; Perspektif Mailing List
<[EMAIL PROTECTED]>; Kuli Tinta List <[EMAIL PROTECTED]>; FE
UI Today <[EMAIL PROTECTED]>; KdP <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED]; GSJ <[EMAIL PROTECTED]>; HKBP Mailing List
<[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [Kuli Tinta] IDUL FITRI DAN SEMANGAT REKONSILIASI
> Date: Tuesday, January 19, 1999 1:37 AM
>
> IDUL FITRI DAN SEMANGAT REKONSILIASI
>
> Oleh: Martin Manurung
>
> Rumah saya, dikelilingi oleh Mesjid dari empat sudut arah mata angin.
> Semuanya memukul bedug dan menggemakan takbir. Sungguh suatu suasana yang
> meriah ditambah dengan suasana langit yang terhiasi kembang api. Berada
> dalam suasana agamawi seperti ini justru mengajak saya memasuki suatu
tempat
> yang jauh dari keramaian, suatu tempat yang sunyi untuk merenungkan
apakah
> makna suasana itu bagi kehidupan umat manusia.
>
> Idul Fitri terjadi bukan hanya tahun ini. Bertahun-tahun hari raya agama
> Islam itu terjadi. Tetapi, entah mengapa Idul Fitri 1419 H ini saya rasa
> lebih sebagai suatu moment yang khusus maknanya bagi bangsa saya yang
> sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam. Idul Fitri 1419 H ini
juga
> bagi saya istimewa karena hari raya itu terjadi tak lama berselang dengan
> Hari Natal yang dirayakan oleh kaum kristiani. Dua hari raya dari dua
agama
> besar itu tentu punya makna yang signifikan untuk dikaji secara mendalam
dan
> bukan untuk dibiarkan begitu saja berlalu.
>
> Meskipun agama saya bukan Islam, saya mencoba untuk menggali pemaknaan
Idul
> Fitri. Paling tidak, penggalian itu dilakukan semampu saya untuk memahami
> kontekstual hari suci itu. Dalam format negara Indonesia yang mengalami
> reformasi, Idul Fitri memberikan suatu inspirasi dan pesan universal yang
> seharusnya dapat diresapi oleh setiap insan yang berakhlak. Idul Fitri
> memberikan moment bagi terciptanya manusia-manusia yang bersih dari
segala
> dosa. Idul Fitri juga memberikan kesempatan bagi setiap insan untuk
membuang
> segala iri hati dan dengki serta dengan hati yang tulus mampu memaafkan
> segala kesalahan orang lain. Pendeknya, Idul Fitri membawa suatu pesan
> rekonsiliasi yang tak terbatas (unlimited reconciliaton), yakni bagi
setiap
> manusia dan bagi setiap jenis kesalahan.
>
> Idul Fitri mengisi batin kita dengan kekuatan untuk memaafkan dan memohon
> maaf. Segala rekayasa dan kekejian hendaknya dapat dibuang dan diisi
dengan
> ketulusan dan kemurnian. Suatu cita-cita yang hampir utopis bagi manusia
> yang tidak merasakan kehadiran Allah dalam setiap denyut nadinya.
Sehingga
> realitas yang ada merupakan fenomena manusia tanpa Allah sehingga tak
> mengenal belas kasihan dan mengeliminir kepentingan sosial demi
kepentingan
> personalnya. Manusia tanpa Allah sehingga membuat hawa nafsunya
menggelegar
> untuk memakan sesamanya manusia demi tujuan politis sempit.
>
> Manusia dengan Allah, mampu untuk bertobat. Memohon ampun atas segala
> kesalahan dan melakukan reformasi total untuk kembali kepada fitrahnya
> sebagai manusia ciptaan Allah. Manusia yang mampu memanusiakan manusia
> lainnya. Manusia yang menghargai semangat kemanusiaan untuk saling
> menyayangi, menjauhkan kemunkaran, mencintai kebenaran, keadilan dan
> kedamaian.
>
> Idul Fitri kiranya membuat bangsa Indonesia mampu untuk bertobat. Menjadi
> bangsa yang besar dan kembali kepada fitrahnya sebagai bangsa yang penuh
> semangat gotong royong dan cinta kebenaran, keadilan dan kedamaian.
Bangsa
> yang mampu untuk hidup bersama dengan penuh damai melaksanakan perubahan
> besar bagi kehidupan yang lebih demokratis. Bangsa yang mampu melakukan
> perdamaian bagi dirinya dan orang lain; suatu rekonsiliasi yang membawa
> perdamaian bagi setiap perbedaan.
>
> Itulah renungan Idul Fitri yang saya lakukan tengah malam menjelang subuh
> ini. Mohon maaf bila saya melakukan kesalahan dalam analisis perenungan
saya
> itu. Sebentar lagi, fajar akan menyingsing dan saudara-saudara kekasih
umat
> Islam akan melakukan Shalat Ied. Karena itu, saudara-saudara ku terkasih
> umat Islam di Indonesia, ijinkan saya dengan hati yang tulus mengucapkan,
> "Selamat Idul Fitri 1419 H. Mohon maaf lahir dan bathin".
>
>
> Wassalam,
>
> Martin Manurung
> Mahasiswa FEUI dan
> Koordinator Solidaritas Mahasiswa Kristen
> Untuk Reformasi Indonesia.
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> ** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
>
> Indonesia without violence!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
Indonesia without violence!