--------------------
Martin, tak banyak orang yang hasil renungannya seperti yang Anda
tulis
itu.

Haris Jauhari

----------


Saya rasa sikap generasi muda seperti Bung Martin ini kini sudah mulai
menjadi model. Kayaknya mereka disamping karena wawasan pengetahuannya
bertambah juga karena lingkungan dan pendidikan keluarganya.

Menjelang natal kali ini,  saya berkunjung ke seorang teman. Kebetulan
anak-anak mereka (SMP-SMA) sedang menghias pohon natal. Kemudian
datang dua orang teman mereka. Anak-anak teman saya tadi lalu mengajak
teman-mannya yang baru saja datang sambil berucap dengan santai dan
wajar: "hai sini bergabung menghias pohon natal. Kamu belum pernah
menghias pohon natal bukan?"  Mereka kemudian bergabung dan bercanda
sambil menghias pohon natal hingga selesai.

Saya sungguh terkejut manakala mengetahui bahwa dua anak (SMA) yang
datang membantu untuk menghias pohon natal itu adalah beragama Islam.
Seakan tidak ada sekat sama sekali diantara mereka. Semua kelihatan
berjalan begitu wajar dan alami, manusiawi.

Karena merasa penasaran maka Lebaran ini saya menelpon teman saya dan
menanyakan bagaimana kegiatan anaknya di lebaran ini. Ia mengatakan
bahwa anaknya yang SMA sedang pergi menginap tiga hari di Semarang
untuk berlebaran di rumah temannya yang dulu ikut menghias pohon
Natal. (Aku terhenyak....)

Dulu Kasimo (Katolik-Kompas) kesulitan tempat ditolong oleh tokoh
Masyumi untuk memperoleh tempat tinggal. Soekarno satu pondokan dengan
Muso. Kalau kehidupan tokoh-tokoh sejarah itu dibaca ulang maka kita
bisa menyimpulkan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara memang lebih
baik pada saat itu.

Penggantian sila pertama Pancasila dengan "Ketuhanan yang maha Esa"
bisa terjadi pada saat itu atas permintaan utusan dari Indonesia
Timur, padahal mereka minoritas. Tidak ada diktator mayoritas disana
pada saat itu.

Kita bisa mengerti sekarang mengapa pemilu 1955 dengan multi partai
dianggap sebagai pemilu di Indonesia yang paling demokratis hingga
saat ini. Namun mungkinkah kita melakukannya saat ini secara kualitas
sebaik saat itu? Tidak Bukan? Mengapa?  Apa yang telah salah?

Harga yang harus dibayar oleh bangsa ini tempaknya memang terlalu
mahal untuk pembangunan ekonomi (yang ternyata juga banyak boroknya)
selama 32 tahun.

Bung Martin, I am proud of you. Just keep it up!!!

salam.




------------------------------------------------------------------------
NextCard - the First, True Internet VISA: Get online account info,
transfer balances and rates as low as 2.9% APR with no annual fee!
Learn more at: http://offers.egroups.com/click/204/0

eGroup home: http://www.eGroups.com/list/reformasitotal
Free Web-based e-mail groups by eGroups.com

Kirim email ke