Kronologis Kerusuhan Ambon
(Kronologi tersebut diterima Republika dari Partai Keadilan kemarin).
Selasa, 19 Januari 1998
Pukul 16.00 BTWI/WIT: Kala kaum Muslim saling bersilaturahmi seusai hari
Idul Fitri, sejumlah preman bertikai diPasar Mardika.
18.00: Kerusuhan meledak di Batu Merah, melibatkan kelompok massa
daerah
Mardika dengan kelompok massa Batu Merah.
21.00: Terjadi kerusuhan di Batu Gantung dan sekitarnya. Penyerangan
dilakukan oleh kelompok Nasrani dari daerah Kudamati
terhadap
Kampung Batu Gantung. Massa Muslim terkonsentrasi di
masjid
dan bertahan menjaga jiwa dan keluarga.
22.00: Dua kelompok massa berhadap-hadapan. Massa Nasrani berkumpul
di
Gereja GPM dan kelompok Muslim berkumpul di sekitar Masjid
An-Nur. Kedua kelompok saling bertahan pada jarak 30 meter.
23.00: Di Batu Gantung, penyerangan kedua oleh kelompok Nasrani
Kudamati.
Penyerangan dilakukan dari berbagai arah. Pada waktu sama,
di
sekitar Jl AM Sangadji-Anthony Reebok, massa membakar
warung
kecil di pinggir jalan, dan sebuah mobil. SD Al-Hilal juga
terbakar.
Rabu, 20 Januari
Pukul 01.00: Pada dinihari, sekelompok massa dari Nashara dan Muslim
sudah
saling berhadapan dan adu fisik di sekitar Jl AY Patty dan
Simpang dekat Masjid Al-Fatah. Dilaporkan satu orang dari
kelompok
Muslim tertembak dan belum diketahui siapa pelakunya.
01.20: Kampung Banda Islam di depan kompleks OSM Air Salobar dibakar
oleh
kelompok Nashara. Penduduk sudah menghubungi Posko Ummat untuk
meminta
pertolongan. Namun karena kondisi sulit, bantuan sulit
diberikan.
Empat rumah terbakar dalam kejadian ini.
02.00: Posko Ummat melaporkan adanya perluasan gerakan atau kerusuhan
dari
Ambon ke Laha. Posko Keadilan telah meneruskan laporan
tersebut
ke Kompi C Waihera (diterima oleh petugas Piket).
02.45: Keadaan di Batu Gantung sudah mulai reda. Pihak Keamanan sudah
banyak berdatangan. Namun kondisi masih tegang, masyarakat
setempat tetap siaga menunggu kemungkinan serangan berikutnya.
03.00: Posko Ummat melaporkan rumah Ustadz Abdurrahman Khou di Air
Salobar dibakar. Kemudian perumahan Kolam Susu (perumahan
Arab) Rumah
Tiga dikepung oleh kelompok orang yang belum jelas
identitasnya.
Di sekitar rumah Ustazd Abdul Aziz Arbi juga ada yang
terbakar.
03.30: Terbetik informasi masjid As-Sa'adah dibakar.
06.00: Perusuh dan masyarakat berhadap-hadapan dan tidak ada kegiatan
sama
sekali.
06.30: Banyak terdapat titik api baru yang terpantau dari Posko I.
07.00: Toko Pelita terbakar.
07.40: Dilaporkan jumlah korban makin bertambah.
08.15: Kerusuhan meluas ke Galala 09.15: Daerah Batu Gantung kembali
diserang.
10.30: Dilaporkan korban bertambah lagi di pihak Muslim.
10.30: Posko Ummat terkepung dan korban berjatuhan karena tertembak atau
terkena panah. Masyarakat Batumerah siap siaga menjaga
berbagai
kemungkinan yang terjadi.
13.00: Bantuan pasukan dari Ujungpandang telah sampai di Ambon
menggunakan angkutan udara. Korban sementara yang dapat
dipastikan satu orang meninggal dan 13 orang luka-luka
(dirawat di Rumah Sakit Al-Fatah).
Korban berasal dari insiden Silale, Batumerah, dan Silale.
13.41: Warga Batu Gantung Waringin sedang SOS, Posko Keadilan mencoba
menghubungi Korem dan dijawab: Personel sudah tidak ada.
13.30: Perkembangan baru untuk warga rumah tiga dan sekitarnya bahwa
warga
Rumah Tiga, Wailela, Poka dan sekitarnya sudah mengungsi ke
Denzipur untuk mendapatkan keamanan. Warga desa Benteng Karang
mendapatkan informasi bahwa Al-Fatah sudah rata dengan tanah
sehingga mereka bertindak dengan turun ke jalan dan membuat
kerusuhan dengan membakar kampung Kristen yang mereka temui
sepanjang jalan. Setelah sampai di Posso dan bertemu Brimob,
mereka redam karena mendapat kejelasan bahwa kondisi Al-Fatah
masih
terkendali.
13.30: Warga sekitar masjid Al-Fatah hampir semuanya mengungsi ke dalam
kompleks Al-Fatah.
14.10: Untuk daerah Rumah Tiga, wanita dan anak-anak diungsikan di satu
tempat di Denzipur, sedangkan pria berjaga-jaga di sekitar
masjid
karena ada indikasi bahwa akan ada serangan ke arah Rumah
Tiga.
14.25: Akhwat dan anak-anak di sekitar perumnas diungsikan ke dalam
masjid
Al-Muhajirin Perumnas. Kondisi masih relatif aman untuk di
perumnas.
14.45: Daerah Batu Gantung terbakar, Budi Santoso (Wakil Ketua DPW PK)
seluruh rumahnya terbakar, semua barang tidak terselamatkan
termasuk kendaraan bermotor, dan bersamaan dengan itu masjid
di Batu Gantung dibakar habis.
(Informasi dari Ustadz Abdul Aziz: Perusuh sudah menguasai masjid
PLN,
sedangkan Masjid An-Nur kondisinya sudah hancur).
16.26: Warga Waihong terkepung serbuan warga Tarake (Nashara), dan
terjadi
saling bakar-membakar. Aparat di sekitar lokasi hanya ada enam
orang dan tidak bereaksi.
18.09: Pasukan konstrad dari Ujung Pandang sudah ditempatkan di lokasi
rawan
kerusuhan sehingga kondisi relatif lebih terkendali. Pemantauan
terhadap provokator diketahui sebanyak 118 orang yang datang
dari
Jakarta.
18.45: Diperoleh informasi bahwa masjid Al-Muhajirin di Batigong Poso
dibakar.
(Pada saat yang sama informasi dari Posko Ummat di Al-Fatah ditemukan
sebanyak 76 korban. Sepuluh di antaranya meninggal dengan rincian di
RS
Al-Fatah 13 luka-luka dan satu meninggal, di RS Tentara 10 luka-luka
tiga orang
meninggal, di RS Bakti Rahayu dua luka-luka dua meninggal, di RS Perigi
Lima
40 luka-luka empat meninggal -- Jumlah 76 tsb, tidak termasuk korban
yang
dirawat di RSU Ambon. Informasi lain di daerah Air Salobar suasana
memanas
sehubungan dengan adanya mobilisasi massa Nashara di daerah Amahusa).
19.00: Diperoleh informasi ada beberapa mesjid dibakar, antara lain
masjid
Jamiatul Islamiyah di Galala dan Musholla di desa Galla.
21.00: Diperoleh informasi dari TQ As Salam, bahwa ratusan warga Benteng
Karang (Muslim) Turun menuju Al-Fatah karena dapat isu bahwa
kompleks
Al-Fatah sudah rata dengan tanah. Mereka turun dengan kemarahan
dan
melakukan penyerangan terhadap desa-desa Kristen. Langkah mereka
terhenti
ketika mendapat informasi dari Brimob bahwa keadaan Al-Fatah
baik-baik saja.
21.13: Masuk laporan dari Slamet Wahyono yang bertugas di daerah
Waitatiri
bahwa serangan dari perusuh pada malam ini berasal dari laut
dengan
menggunakan kapal ikan, namun mereka berhasil dihalau warga
setempat. Warga mohon Posko Keadilan untuk menghubungi Satpol
Air P. Ambon atau AL, dan sudah terhubungi (Polair) tetapi saat
ini
kapal operasinya sedang beroperasi di daerah Hatu.
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!