LANJUTAN POSTING SEBELUMNYA....
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
315] BINCANG-BINCANG DALAM DALAM SEBUAH SEMINAR IMAJINIER
Sehabis makan siang seminar dilanjutkan lagi untuk mendengarkan
tanggapan Pak Mantiko terhadap sanggahan Pak Malin sehubungan
dengan pelecehan arti kata AKHIRAT oleh Pak Mantiko. Moderator,
Ir. Rahman Nasution ( bukan nama sebenarnya) yang memandu
acara seminar nampaknya mulai kelihatan agak lesu, mungkin
karena kekenyangan sehabis makan siang itu, langsung membuka kem
bali seminar tersebut dengan mempersilakan Pak Mantiko maju
kemimbar.
Agak gelagapan juga nampaknya Pak Mantiko untuk memulai
pembicaraannya yang sekaligus pembelaan dirinya itu.Sesungguhnya
dia tak menyangka bahwa makalahnya itu akan mendapat kecaman
yang keras dari Pak Malin salah seorang teman akrabnya sesama
Pengurus Masjid didaerah perumahaan perusahaan dimana mereka
bekerja , sejak lima belas tahun yang lampau. Begitu tajamnya
sanggahan yang dilontarkan Pak Malin ia rasakan. Sebuah tuduhan
mempelesetkan arti ayat-ayat Al-Qur'an membuat Pak Mantiko jadi
tersentak kaget. Tafsiran AKHIRAT dengan YANG DITURUNKAN
KEMUDIAN memanglah baru bagi Pak Mantiko. Kendatipun demikian
tafsiran itu bukanlan penemuan dan hasil rekaan Pak Mantiko
sendiri. Tafsir yang dikemukakan Pak Mantiko itu diambil dan
dikutipnya dari salah satu Tafsir Bahasa Inggeris yang dipinjam-
nya dari sebuah library perusahaan itu, dimana sang pengarang
tafsir telah mentafsirkan kata AKHIRAT itu dengan WHAT IS EVER
YET TO COME.
Pak Mantiko tak ingin mengelak dari tanggung jawab akan arti
yang sengaja ia ketengahkan kepada peserta seminar itu. Dan
kepada peserta seminar itu ia akan menjelaskan alasannya kenapa
kenapa arti YANG DITURUNKAN KEMUDIAN yang ia pilih bukan
KAMPUNG AKHIRAT sebagaimana ditafsirkan MAYORITAS MUSLIMIN.
Sambil menyeka keringat yang membasahi sekujur tubuh dan
wajahnya Pak Mantiko melanjutkan uraiannya tentang tafsiran
ayat 4 Surat Al- Baqarah yang menghebohkan itu.
" Saudara moderator dan para hadirin yang terhormat. Adapun
mengapa saya menafsirkan kata AKHIRAT dengan YANG DITURUNKAN
KEMUDIAN yang dalam hal ini adalah WAHYU karena saya, memandang
ayat ini secara utuh dimana terdiri dari tiga kalimat yang
saling berhubungan dan berangkai. Ayat 4 ini saudara-saudara
adalah lanjutan dari ayat 3 yang membicarakan YUKMINUNA
BILGHAIB yang seperti saya katakan pada makalah saya adalah
berkaitan dengan soal wahyu yang kita bicarakan diayat 4 ini.
Beriman kepada yang
Ghaib melingkupi percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW yang dalam hal Allah sebutkan dengan ENGKAU (unzila
ilaika) dan yang diturunkan sebelum Nabi uhammad SAW unzila
minqablika) yang kedua-duanya Allah membicarakan masalah wahyu.
Kok tiba-tiba diujung ayat ke 4 Allah membicarakan KAMPUNG
AKHIRAT yang tidak ada hubungannya dengan WAHYU kepada Nabi
Muhammad SAW dan wahyu sebelum Nabi Muhammad SAW. Kalaulah
yang dimaksud ayat ini KAMPUNG AKHIRAT kan tidak ada
hubungannya dengan
UNZILA ILA IKA dan UNZILA MINQABLIKA pada kalimat 1 dan 2
ayat yang sama. Jadi arti WABIL AKHIRATIHUM YUQINUUN disini
lebih tepat untuk ditafsirkan dengan YANG DITURUNKAN KEMUDIAN
MEREKA YAKIN yang dalam hal ini adalah wahyu yang datang
kemudian sesudah Nabi Muhammad SAW karena kalimat pertama dan
kedua Allah membicarakan iman kepada YANG DITURUNKAN KEPADA
ENGKAU DAN YANG DITURUNKAN SEBELUM ENGKAU. Jadi kalimat
ketiga adalah Allah menyuruh kita untuk meyakini wahyu yang
datang kemudian sebagaimana kita mengimani wahyu kepada Nabi
Muhammad SAW dan wahyu sebelum beliau SAW." Pak Mantiko
menutup penjelasannya tentang arti AKHIRAT pada ayat 4 tsb.
Peserta yang nampaknya tidak seberapa lagi yang tinggal
sehabis makan siang itu kembali membahas arti akhirat itu
sesama mereka sambil berbisik-bisik. Keterangan Pak Mantiko
nampaknya ada juga pengaruhnya pada sebahagian peserta
seminar. Mereka umumnya mengerti kenapa Pak Mantiko memilih
tafsiran yang rasional itu katimbang tafsiran yang umum beredar
dikalangan kaum Muslimin. Benar juga apa yang dikatakan Pak
Mantiko ini pikir mereka.
BERSAMBUNG...
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!