Posisi rasio kecukupan modal (CAR) dari ketiga kelompok bank tersebut dalam
majalah Pilar adalah berdasarkan hasil audit terhadap neraca per 30
September 1998. Diperkirakan keadaan Bank per 31 Desember 1998 justru jauh
lebih jelek lagi, karena selama kuartal ke-4, perbankan masing mengalami
negative spread. Itu sebabnya, penjelasan pejabat BI mengenai kenaikan
peringkat sejumlah bank dari C ke B dan dari B ke A sangat diragukan sekali.
Bagaimana bisa??? Dari mana sumber incomenya sedangkan perbankan masih
mengalami negative spread ??
Yang sangat mungkin terjadi adalah justru semakin banyak Bank dari kelompok
A berpindah ke kelompok B dan dari kelompok B berpindah ke kelompok C.

Lantas, pemerintah ingin menyelamatkan perbankan dengan Rekapitalisasi. Kwik
Kwian Gie telah mengulas panjang lebar di Kompas bahwa upaya ini sebagai
akalan-akalan konsultan asing untuk melakukan financial cosmetic, karena
penyertaan pemerintah dilakukan tanpa ada cash inflow yang real ke
perbankan, tetapi hanya memunculkan penyertaan di sisi passiva dan obligasi
disisi aktiva. Artinya, suntikan modal dari pemerintah langsung dipergunakan
untuk membeli obligasi yang juga diterbitkan oleh pemerintah. Bunga atas
obligasi (yang saat ini belum final persentasenya) akan dibebankan ke APBN.
Ini yang diperdebatkan oleh wakil rakyat.
Memang, ini adalah financial engineering yang kiranya kita tidak punya
alternatif lain yang lebih baik. karena pemerintah memang tidak mempunyai
dana  yang cukup untuk melakukan penyertaan secara tunai, disamping
dikuatirkan akan disalahgunakan oleh sejumlah bankir nakal !! Ingat
peristiwa BLBI waktu sejumlah bank di-rush.

Anyway, tanpa diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan "secepatnya"
(kalau bisa mulai besok), maka rekapitalisasi dipastikan akan sia-sia.
Kenapa???
Karena CAR  4% setelah rekapitalisasi tidak akan bertahan lama. Bulan
berikutnya, suku bunga yang tinggi yang mengakibatkan negative spread dan
bertambah buruknya kredit bermasalah (non-performing loan) akan menggerogoti
kembali permodalan bank, sehingga pada akhirnya pemerintah terpaksa lagi
melakukan rekapitalisasi tahap ke-2 dan seterusnya sampai akhirnya  .... dan
ini terburuk : pemerintah bangkrut sendiri!!!

Jadi untuk tidak menimbulkan proyeksi yang lebih suram lagi, Pemerintah
harus berani mengambil tindakan cepat untuk menurunkan SBI dan suku bunga
deposito yang dijamin, sehingga industri perbankan menjadi bisa bernafas dan
sektor real bisa bergerak. Yang terakhir ini masih diragukan karena
pengusaha masih wait and  see menunggu hasil pemilu. Mengenai kurs rupiah
bagaimana???

Pemerintah harus memilih, antara penyehatan perbankan (dengan suku bunga
diturunkan) dan penguatan terhadap rupiah. Jadi tidak dapat mengharapkan
kedua-duanya. Meskipun demikian, saya percaya akan terjadi "paradox" dimana
penurunan suku bunga pinjaman bila diikuti dengan optimisme pasar dan mulai
berputarnya kembali roda perekonomian, justru akan membangkitkan kepercayaan
investor dsbnya yang pada akhirnya  memperkuat nilai tukar rupiah. Jadi,
disini pengambil kebijakan ekonomi diharapkan jangan terlalu textbook
oriented. Saya berharap diantara mereka membaca tulisan ini agar
perekonomian Indonesia tidak dibawa lebih tersesat!

Kembali kepada daftar Bank dalam kelompok C dimana tercantum nama Bank Nusa
Nasional. Disebutkan CAR dari Bank ini adalah -210 %. Diharian Kompas
tanggal 5 Februari 1999 disebutkan bahwa BI telah mengeluarkan surat yang
menegaskan bahwa BNN masuk dalam kelompok B dan selanjutnya akan ikut
program rekapitalisasi. Disebutkan bahwa Pemegang saham dari Kelompok Bakrie
akan menyupayakan dana tunai Rp. 400 milyar untuk porsi 20 % dari total
kebutuhan modal tambahan untuk mencapai CAR 4  % . Ini artinya Kebutuhan
modalnya adalah sekitar Rp. 2 trilyun ( Rp. 400 milyar dibagi 20 %) untuk
mencapai CAR 4 %, atau dengan perkataan lain, modalnya saat ini minus
sekitar Rp. 2 trilyun. Asset dari BNN setelah merger berkisar Rp. 7 trilyun.
Dengan perbandingan sederhana (tidak akurat), maka CAR dari BNN adalah -2/7
= - 30 % Kok bisa yah BNN dikatakan telah naik peringkat menjadi Bank dalam
kelompok B ???? Bagaimana caranya  karena perhitungan konservatif tersebut
diatas memperlihatkan CARnya masih minus lebih besar dari 25 %. Dan juga
bagaimana perhitungannya kok dalam daftar dari majalah PIlar CARnya bisa
minus 210 % ??
Barangkali ada netter yang bisa bantu saya, terutama kawan-kawan pers yang
sering nongkrong di Menara Kadin atau yang dekat dengan Bung Ical. Terima
kasih







Pertanyaan saya










bank-bank yang d

Yang menarik dari Daftar Peringkat Bank sebagaimana yang dimuat oleh Majalah
Pilar adalah

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 09 Februari 1999 19:49
Subject: [Kuli Tinta] Fw: [PSM]: DAFTAR PERINGKAT BANK JAKARTA (fwd)


>
>Begin forwarded message:
>
>Saya forward'kan peringkat bank dengan kategori C (jadi bukan bank yang
akan ditutup tetapi berpotensi untuk tutup).
>
>MY
>
>----------
>
>>>Subject:     DAFTAR PERINGKAT BANK JAKARTA
>>>
>>>
>),
>>>
>>>Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri, Ginandjar
>Kartasasmita >>dikabarkan marah besar karena sebuah dokumen pemerintah
>soal
>perbankan >>bocor ke pers.
>>>
>>>Dokumen yang seharusnya amat rahasia itu berisi daftar peringkat bank.
>>>Pemerintah beberapa waktu lalu menyewa ahli dari Deutsche Bank untuk
>>>memeringkat bank-bank Indonesia untuk program restrukturisasi perbankan.
>>>
>>>Bank-bank akan diperingkat menjadi bank peringkat A, B dan C. Peringkat
>C
>>>adalah bank yang memiliki capital adequacy ratio atau CAR (rasio
>kecukupan
>>>modal)
>>>di bawah 5 persen. Bank yang berada di peringkat ini jangka waktu yang
>>>telah
>>>ditentukan harus menggenjot CAR hingga di atas 5%. Jika tidak harus
>>>ditutup.
>>>
>>>Majalah Pilar, memuat daftar lengkap bank-bank yang masuk dalam daftar
>>>kategori C,
>>>yakni bank-bank yang terancam ditutup. Dalam daftar itu ada 24 bank,
>>>termasuk 6
>>>bank pemerintah, yang memiliki CAR yang tak tertolong lagi yakni minus
>26
>>>hingga
>>>minus 606%.
>>>
>>>Sumber di Kantor Menko Ekuin menyayangkan bocornya dokumen rahasia itu
>>>karena,
>>>daftar itu bukan untuk konsumsi pers. Daftar itu pun tak akan diumumkan
>dan
>>>hanya
>>>menjadi pegangan pemerintah untuk menjalankan restrukturisasi perbankan.
>>>"Jika daftar itu bocor ke pers, bisa terjadi rush. Kita bisa terpuruk
>lagi
>>>ke dalam krisis
>>>yang lebih dalam," ujar sumber itu.
>>>
>>>Sumber itu menyebutkan, wartawan Pilar mencuri daftar itu di
>Sekretariat
>>>Negara,
>>>ketika petugas yang menyimpan daftar itu lalai. "Wartawan itu
>>>memfotokopinya dan
>>>mengembalikan aslinya secara diam-diam," ujar sumber itu.
>>>
>>>Kalangan pers sendiri berpendapat cara wartawan Pilar memperoleh dokumen
>>>rahasia
>>>milik pemerintah itu merupakan cara yang sah. Sebuah upaya investigasi
>yang
>>>wajar,
>>>apalagi mengingat dimensinya yang menyangkut kepentingan banyak orang.
>>>Pemerintah
>>>sendiri belum bersikap terhadap Majalah Pilar, namun dari Kantor Menko
>>>Ekuin diperoleh
>>>kabar, pemerintah  akan melancarkan tindakan hukum.
>>>
>>> "Pencurian adalah tindak pidana," ujar sumber tadi.
>>>
>>>Daftar Bank Kategori C dengan CAR di bawah -25% menurut dokumen yang
>>>"dicuri" Majalah Pilar:
>>>
>>>01. Bank Tamara (-26,05%)
>>>02. Bank Sahid Gajah Perkasa (-34,45%)
>>>03. Bank Hastin (-40,91%)
>>>04. Bank Orient (-43,90%)
>>>05. Bank Dana Asia (-68,05%)
>>>06. Unibank (-109,50%)
>>>07. Bank Servitia (-39%)
>>>08. Bank Tata (-41%)
>>>09. Bank Sentral Dagang (-42,30%)
>>>10. Bank Ficorinvest (-45,50%)
>>>11. Bank Papan Sejahtera (-55,20%)
>>>12. Bank Lautan Berlian (-71,10%)
>>>13. Bank Aspac (-101%)
>>>14. Bank Dewa Rutji (-111,80%)
>>>15. Bank Bira (-123,10%)
>>>16. Bank Nusa Nasional (-210%)
>>>17. Bank Uppindo (-233%)
>>>18. Bank PSP (-606,1%)
>>>19. Bank Rakyat Indonesia (-35%)
>>>20. Bank Dagang Negara Indonesia (-48,96 persen)
>>>21. Bank Bumi Daya (-55,58%)
>>>22. Bank Exim Indonesia (-101,83)
>>>23. Bank Pembangunan Indonesia (-136%)
>>>---------------------------------
>>>
>>>Dwi A.S. Utomo alias Nanang
>>>e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>>
>>>*********************************************
>>>Mailing List Paduan Suara Mahasiswa ITB
>>>
>>>Homepage PSM ITB : http://psmitb.elga.net.id/
>>>
>>>To unsubscribe, send to [EMAIL PROTECTED]
>>>unsubscribe psm
>>>*********************************************
>>>...for as long as I have music, as long as
>>>there's a song for me to sing...
>>>*********************************************
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke