LANJUTAN POSTING SEBELUMNYA....

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
    

     BINCANG-BINCANG DALAM DALAM SEBUAH SEMINAR IMAJINIER...8/15)
     

     "   Oleh  karena  itu  maka  WABILAKHIRATIHUM  YUQINUUN   bukanlah
     berbicara  mengenai masalah wahyu sebagaimana WAMA  UNZILA  ILAIKA
     dan   WAMA  UNZILA  MINQABLIK  yang  memang  menyuruh  kita  untuk
     mengimani  wahyu  yang  diturunkan kepada Nabi  Muhammad  SAW  dan
     wahyu  sebelum Nabi Muhammad SAW. WABILAKHIRATI HUM YUQINUUN  sama
     sekali  tidak  membicarakan wahyu tetapi berbicara tentang  orang-
     orang  MUTTAQUUN  yang harus meyakini HARI AKHIRAT  sebagai  salah
     satu  rukun  iman  dalam Islam. Jadi WABIL AKHIRATI  HUM  YUQINUUN
     bukanlan  lanjutan dari kalimat 1 WALLADZINAYUKMINUNA BIMA  UNZILA
     ILAIKA,  WAMA  UNZILA  MINQABLIK dan  antara  keduanya  tidak  ada
     hubungan  baik secara makna maupun secara pengertian. " Pak  Malin
     berhenti  sebentar  dan  kemudian memandang  langsung  kearah  Pak
     Mantiko   yang  nampaknya  sedang  berbisik-bisik  dengan  Insiyur
     Nasution.

     "  Sebagai contoh disini marilah kita lihat ayat 3 yang mendahului
     ayat  4  ini  dimana  ayat  ini juga  terdiri  tiga  kalimat  yang
     dihubungkan   secara  "  paralel  structure  "  dan  masing-masing
     berdiri  sendiri dengan fiil ( kata kerja) yang berbeda dan  tidak
     berhubungan satu sama lain secara makna dan pengertian. "

     Sampai  disini  beberapa peserta seminar mulai tak  mengerti  lagi
     apa  yang  diterangkan  oleh Pak Malin. Apalagi  Pak  Malin  mulai
     menyinggung  beberapa kaidah Bahasa Arab, NAHU,SHARAF dan  QAWA'ID
     yang  rasanya  asing  bagi  sebahagian besar  peserta  yang  bukan
     tamatan  sekolah  agama itu. Bagaimanakah arti  sesungguhnya  dari
     WABIL  AKHIRATI HUM YUQINUUN yang menghebohkan itu ? Marilah  kita
     ikuti reportase berikut ini.

     Sambil  melirik kepada dua orang dosen IAIN itu dan menatap  tajam
     kepada Pak Mantiko, Pak Malin kembali melanjutkan uraiannya:

     "  Saudara-Saudara peserta seminar yang berbahagia , marilah  kita
     lihat  ayat  3  Surat Al- Baqarah ini secara utuh agar  kita  bisa
     menangkap  makna  dan  arti ayat ini secara benar,  yang  nantinya
     bisa  kita perbandingkannya dengan ayat 4 . Ayat 3 merupakan  anak
     kalimat  dari  ayat 2 juga dengan relative pronoun ALLADZINA   dan
     menerangkan  kata  MUTTAQUUN. Ayat  ini  terdiri  dari  tiga  anak
     kalimat  yang  berdiri  sendiri yang  dihubungkan  secara  paralel
     dengan huruf WA yaitu:

     1. yukminuuna bilghaib ( Mereka yang beriman dengan yang ghaib ).
     2. wayuqimunasshalata ( Mereka yang mendirikan shalat).
     3.   wamimma   razaqnahum  yunfiquun  (  Mereka  yang  menafkahkan
     sebahagian rezeki yang kami yang kami berikan kepada mereka ).

     Dari  ketiga  kalimat dalam ayat 3 diatas, kita  melihat  tak  ada
     hubungan  makna  dan pengertian sama sekali, kecuali  hanya  sama-
     sama  menerangkan  kata  MUTTAQUUN.  Kalimat  1,  Allah  berbicara
     tentang  orang yang beriman dengan yang Ghaib, kalimat  2  tentang
     orang  yang  mendirikan  shalat,  bukan  tentang  yang  Ghaib  dan
     kalimat  3  berbicara  tentang  menafkahkan  rezki  bukan  tentang
     shalat atau beriman dengan yang Ghaib.

     Dengan  memperbandingkan ayat 3 dan 4 Surat Al-Baqarah  ini,  kita
     melihat  bahwa  kedua ayat itu memang berhubungan secara  langsung
     dengan  ujung  ayat 2,  LILMUTTAQIIN. Akan tetapi  kalimat-kalimat
     dalam  ayat  3 dan 4 itu tidaklah saling berhubungan secara  makna
     dan  pengertian.  Sebagaimana yang kita  lihat  secara  TATABAHASA
     ARAB  masing-masing-nya berdiri sendiri sebagai KALIMAT YANG UTUH,
     yang  hanya  berhubungan  satu-satunya dengan  relator  MUUTAQUUN,
     yang terdapat pada ayat 2. "

     Demikianlah  pokok  inti  dari uraian  Pak  Malin,  yang  mendapat
     respon  yang  luar  biasa dari sebahagian besar  peserta  seminar.
     Ketika  dia  turun  dari mimbar, tempik sorak yang  gegap  gempita
     mengiringinya    ketempat    duduknya.   Berkali-kali    moderator
     memperingatkan hadirin agar tenang, tertib dan bisa  menahan  diri
     serta  tetap tinggal ditempat duduknya karena sebentar lagi  Bapak
     Mantiko  akan  mengemukakan hujjahnya pula  terhadap  makalah  Pak
     Malin  dengan  menunjukkan bahwa WABILAKHIRATIHUM YUQINUUN  adalah
     bagian  dari ayat 4 bukanlah kalimat yang berdiri sendiri ditinjau
     dari  aspek  Tatabahasa Arab dan kata AKHKIRAT pada ujung  ayat  4
     itu  tidak  bisa  saja  ditafsirkan selain dari  KAMPUNG  AKHIRAT.
     (bersambung)




BERSAMBUNG...

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke