LANJUTAN POSTING SEBELUMNYA....
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
BINCANG-BINCANG DALAM DALAM SEBUAH SEMINAR IMAJINIER...11 /15)
_________________________________________________________________
11)....
Tepat jam 13:30, sehabis sembahyang Zuhur dan makan siang Insinyur
Rona Mayang Sori kembali membuka session kedua hari itu dengan
mempersilakanPak Malin maju kemimbar menyampaikan tanggapannya
terhadap makalah Pak Mantiko sekaligus mengetengahkan bagian
kedua dari makalahnya yang berjudul "PENGERTIAN KATA AKHIRAT
DALAM AYAT-AYAT AL-QUR'AN".
Menurut Pak Malin diawal pembicaraannya, apa yang diketengahkan
Pak Mantiko adalah tidak ada relevansinya dengan topik yang
dibicarakan. Pak Mantiko mengetengahkan hubungan ayat 2 dengan
3,4 dan 5 secara bahasan yang ngawur, dirangkai-rangkai seakan-
akan mempunyai pengertian yang diarahkan kekesimpulannya ayat 5
dimana orang-orang muttaqiin itu harus mempercayai adanya wahyu
sesudah nabi Muhammmad SAW sehingga Pak Mantiko berkesimpulan
bahwa mereka itulah yang dapat petunjuk dari Allah sekaligus
Allah akan mengantarnya kepada kemenangan. Begitu pandainya
beliau merangkai kata-kata dan menghubungankan ayat demi ayat
sehingga mengaburkan pengertian sesungguhnya dari kata akhirat
yang menjadi topik bahasan pada seminar ini. Sedikitpun
keterangan beliau tidak ditunjang oleh Tata Bahasa Arab, Nahwu,
Sharf dan Qawa'id yang merupakan instrumment-instrument bagi
seseorang untuk menafsirkan Al-Qur'an.
"Setahu saya beliau ini bukan orang Arab yang fasih bahasa Arab.
Beliau juga tidak pernah mengenyam pendidikan khusus tentang
bahasa Arab seperti IAIN misalnya , beliau hanya tamatan SMA yang
kebetulan bernasib baik diterima diterima bekerja diperusahaan
ini. Beliau adalah orang Payakumbuh dan tidak pernah belajar
Bahasa Arab, tetapi beliau telah beraninya menafsirkan Al-Qur'an
dengan logika dan pemikiran yang sungguh menyesatkan. Bukan dia
saja yang sesat, bahkan mempengaruhi orang lain pula untuk
mempercayai adanya wahyu sesudah Junjungan kita Rasulullah SAW
wafat. Dia dan golongannya tidak mempercayai nabi Muhammad SAW
sebagai "penutup nabi-nabi" dan -nabi penutup- dan juga
mengingkari hadits La Nabiyaa bakdahu. Sebenarnya saya tidak akan
melayani cilotehan dan silat lidah dari beliau tetapi... ya
bagaimana ya.
Insinyur Rona memperingatkan agar Pak Malin jangan menyinggung
dan menyerang pribadi seseorang dalam majlis ini dan meminta agar
Pak Malin langsung to the point saja membacakan makalahnya. Pak
Malin sadar bahwa pembicaraannya mulai ngelantur menyerempet
pribadi Pak Mantiko seorang sahabat lamanya pula , apalagi sama-
sama karyawan di perusahaan itu, sama-sama berasal dari suku dan
etnis yang sama pula. Kemudian Pak Malin minta maaf kepada
hadirin, karena ia telah terbawa emosi dalam menanggapi makalah
Pak Mantiko. Seharusnya ia sabar dalam menghadapi Mantiko,
sebagaimana sabarnya Rasulullah SAW dalam menghadapi hujjah kafir
Quraisy yang mendustakan kenabian beliau SAW. Sebagaimana
Rasulullah SAW mendo'akan kaumnya agar mengerti apa yang
disampaikannya, demikian juga Pak Malin pun berdoa semoga Pak
Mantiko mengerti apa yang disampaikannya. " Ya Allah bukakanlah
hatinya kepada kebenaran ", doa Pak Malin mengakhiri komentarnya
terhadap makalah Pak Mantiko yang menghebohkan itu.
Berikutnya Pak Malin mengetengahkan bagian kedua dari makalahnya
yang menyoroti kata AKHIRAT dalam ayat-ayat Al-Qur'an, yang
menurut beliau tidak satupun bisa diartikan dengan selain kampung
akhirat, Hari Akhirat, Hari Kemudian, The Judge Day, The Last Day
yang merupakan salah satu dari Rukun Iman itu. Pak Malin membawa
sejumlah Tafsir Berbahasa Indonesia, Arab dan Inggeris serta
sejumlah kamus yang dijadikan sebagai rujukannya. Sambil melirik
tumpukan buku-buku tersebut yang berada diatas meja Drs Wan
Malintang, Pak Malin langsung membacakan makalahnya.
"Saudara-Saudara para hadirin yang berbahagia ,
Sebelum kita mengemukakan ayat-ayat Al Quran tentang "al
aakhirat", marilah kita tinjau maknanya secara mufradad. Kata
"aakhirat", berasal dari akar kata:
akhkhara........fi'il maadhii) = mengemudiankan (to delay)
yuakhkhiru...........(fi'il mudhaari').
takkhiiraan...........(mashdar).
kemudian kita temukan;
aakhirun............(ism mu'ants) = akhir, batas(limit,end).
akhiirun................(kata sifat) = terakhir(last)
akhiiraan..............(adverb) = pada akhirnya(at last)
Selanjutnya kita temukan:
al aakhirat(pakai ta marbuthah)= hari Akhirat (The Judgement
Day, Last Day... ........lihatlah referensi berikut ini.
1. Kamus Arab Indonesia, oleh Prof.H.Muhammad Yunus, Yayasan
Penyelenggara Penterjemah Pentafsiran Al Quran Jakarta 1973, hal
36.
2. Kamus Arab Indonesia Inggeris, oleh Abd.bin Nuh dan Oemar
Bakry, Mutiara Sumber Widya, cetakan ke4 1974 Jakarta,hal 11.
3. Elementary Modern Standard Arabic, jilid 2 hal.413, Cambridge
University Press - London 1984.
Dengan demikian, menurut kamus yang dipakai secara resmi, "al
akhirat" itu memang artinya kampung akhirat.
BERSAMBUNG...
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!