At 12:57 AM 2/17/99 +0700, Haris Jauhari wrote:
>Dalam kasus yang Anda sebutkan, bila promosi tersebut terbukti berlebihan
>karena faktanya bisa dianggap membohongi masyarakat, tabloid tersebut dapat
>dituntut. Dan, tidak dibenarkan berbohong itu tercantum dengan jelas dalam
>etika pers.
susah nuntutnya. karena soal kebenaran itu sangat relatif, ini pengalaman
saya.
yang pasti tabloid seperti itu soon or later tidak akan dipercaya
masyarakat. karena bisnis pers pada dasarnya kan tidak sekadar menjual
informasi, tetapi juga menjual kepercayaan (akurasi dlsb).
Martin Manurung wrote:
> Etiskah bila suatu tabloid mempromosikan --bukan hanya sekali, tetapi
> berkali-kali-- seorang tokoh yang masuk ke dalam redaksinya sendiri sebagai
> "calon presiden"?
FATAL ERROR! SYSTEM HALTED! - Press any key to do nothing...
[kj] ICQ - 23276722
http://hey.to/kj
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!