tafsir gothak-gathuk dari kejadian ini ialah bahwa BJH (sekali lagi) ingin
menunjukkan bahwa yang ada padanya hanya kekuasaan simbolik belaka,
sedangkan kekuassaan sebenarnya ada di tangan pihak lain.  "Jadi kalau ada
apa-apa, yang jangan saya dong yang disalahkan.  Wong njaga privacy aja
nggak bisa".  
akan sangat asyik lagi kalau nanti BJH secara terbuka (di forum resmi)
memerintahkan ABRI untuk mengusut tuntas soal ini, dan kalau ABRI gak
sanggup menyelesaikan dalam jangka waktu tertentu, maka BJH akan menyewa
SS-911 (perusahaan centeng elit dibawah Hindarto) atau malahan Sandlines
(dari Inggris sono).  Masak intel Indonesia, prototype tercanggih dari Spion
Melayu, jadi semakin lesu setelah kasus Prabowo ?

RahmadD

> -----Original Message-----
> From: imam [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
>  Yang penasaran...yang penasaran....
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke