rEKAN-rEKAN yang berbahagia,
Saya posting-kan tulisan dibawah ini.
Karena pernayataan tersebut datang dari Pejabat Negara
dan Ketua Partai 'terbesar' di-Indonesia yang dipilih
oleh rakyatnya, dan juga merupakan salah satu putera
terbaik dari negeri ini, maka sudah selayaknya kita
mendengarkan atau membacanya dengan hidmat.........=)

Salam,
bRidWaN (Ketua Kelompok GAOL)

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Akbar Ragukan Amin dan Mega

Pernyataan Ketua Umum PAN Amien Rais dan Ketua Umum DPP PDI 
Perjuangan yang siap untuk menjadi Presiden RI mendatang, 
sangat diragukan dapat memimpin negeri ini. ''Dengan tidak 
mengecilkan pimpinan dari parpol itu, apakah kita mempunyai 
keyakinan seseorang seperti Megawati dan Amien Rais apakah 
dia mampu memimpin pemerintahan ini,''ungkap Ketua Umum DPP 
Golkar Akbar Tanjung kepada wartawan di Semarang, kemarin.

Menurut Akbar, masyarakat dalam memilih pemimpin-pemimpin 
hendaknya mengetahui sejauhmana kepemimpinan itu yang 
didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang dapat 
dihandalkan. ''Karena itu, dengan tidak mengurangi 
penghormatan kepada yang lain, maka kita lihat Golkar 
memiliki SDM yang dapat dihandalkan yang telah memiliki 
pengalaman. Dan sekaligus dapat perjalannnya Golkar 
bertekad untuk memperbaiki kesalahan pada masa lalu,''
katanya.

Maka lanjutnya, kita jangan melakukan eksperimen-eksperimen 
dalam politik, terlalu berbahaya. Karena bilamana melakukan 
eksperimen yang tidak yakin terhadap eksperimen itu, justru 
yang dipertaruhkan rakyat Indonesia yang berjumlah 210 juta 
orang. ''Jadi tidak mengurangi asprisiasi hormat saya kepada 
pimimpin-pemimpin mereka adalah pemimpin. Tetapi, pada rakyat 
mereka memilih kepada tokoh-tokoh yang mempunyai SDM yang 
mampu dihandalkan dalam rangka mendukung kepemimpinan itu,''
ungkap Akbar. 

Dijelaskan oleh Akbar, Golkar dapat dibanggakan. Karena 
memiliki kader-kader handal dan SDM yang sudah berpengalaman. 
Tidak banyak partai politik yang mempunyai infrastruktur 
organisasi dari pusat sampai ke tingkat kecamatan seperti 
Golkar. ''Tidak banyak partai politik yang mempunyai 
infrastruktur yang demikian kuat dan kokoh selain Golkar. 
Apalagi parpol-parpol baru, jika dibandingkan dengan PKB, 
Golkar sangat jauh. Kita mempunyai SDM yang bisa diandalkan 
kader-kader kita yang mempunyai kader teritorial dan 
fungsional, yang sekarang berjumlah 12 juta orang. Memiliki 
anggota sekitar 30 juta,''kata Akbar.

Menurut Akbar, Golkar juga mempunyai kader-kader pengalaman 
didalam kehidupan politik dan pengalaman dalam pemerintahan 
yang telah berhasil memimpin pemerintahan RI. ''Dapat 
bayangkan dengan partai baru, parpol baru yang belum 
memiliki pengalaman didalam kehidupan politik, yang kita 
tidak tahu siapa kekuatan-kekuatan yang pendukung mereka. 
Siapa orang-orang yang nanti bisa memperkuat partai-partai 
itu bilamana mereka mendapatkan kesempatan memimpin 
pemerintahan,''tegas Akbar.

Selanjutnya untuk membuktikan Golkar masih merupakan 
kekuatan yang dapat dihandalkan, akan menggelar apel 
akbar di Stadion Utama Senayan pada 7 Maret yang akan 
datang. Kader Golkar yang akan dikerahkan sebanyak 150 ribu 
orang. ''Dan pada 7 Meret mendatang itu, akan dijadikan 
hari jadinya Golkar. Dengan demikian, apel akbar ini tidak 
akan di lakukan di Jakarta, tetapi diseluruh wilayah tanah 
air ini,''katanya.

Pada bagian lain Ketua Umum DPP Golkar yang juga Mensegneg 
itu mengajak kader Golkar untuk menepis anggapan bahwa 
Golkar membuat kehancuran. ''Tidak benar. Anggapan itu 
tidak betul. Banyak yang mendiskriditkan Golkar, namun 
kita harus tetap yakin dan mempertahankan Golkar. 
Karenanya, kita harus yakin terhadap cita-cita dan 
perjuangan Golkar,''ungkap Akbar.

Dalam era reformasi ini, lanjutnya, kita ingin membangun 
politik yang demokratis. Ikut berjuang dalam proses 
pemulihan ekonomi, hukum. Hukum harus ditegakkan di atas 
kebenaran dan keadilan. Itulah inti dari reformasiGolkar 
dalam merupakan pembaharuan dan pelopor reformasi.

Akbar juga menepis anggapan bahwa Golkar merupakan partai 
politik yang mempertahankan status quo. ''Itu tidak benar. 
Karena Golkar juga pembaharu. Karenanya, hal-hal yang baik 
harus dipertahankan, sedang hal-hal yang kurang baik harus 
dihilangkan,''tandasnya.
---------------------------------------------------------
sumber : Jawa Pos 

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke