Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum wr.wb.
Sekedar bacaan selingan buat anda yang berada di milis ini.
Mohon maaf kalau ada lagi yang kesenggol dijalur pelataran yang sepi
ini.
Wassalam,
NS
_______________________________________________
Resensi buku : DEBAT KAIRO Islam vs Kristen
Judul asli buku :Mubahathah Mashr.
Judul terjemahaan Bahasa Inggeris: THE CAIRO DEBATE Muslim vs
Christian.
Terjemahaan Bahasa Indonesia : DEBAT KAIRO Islam vs Kristen.
Pengarang : Abul Atha Jalandari
Penerjemah : Saleh A. Nahdi.
Penyunting : R. Ahmad Anwar.
Penerbit : Yayasan Wisma Damai, Bogor , Cetakan Pertama 1991,
96 halaman..
Judul Resensi : Sebuah gugatan terhadap Iman Kristiani......
_________________________________________________
Penulis buku adalah seorang Muballigh Ahmadiyah (Sebuah sekte dalam
Islam yang dikafirkan oleh Mayoritas Islam Sedunia) yang sekitar tahun
1931 sampai 1936 merasa dirinya mendapat kehormatan bertugas
dibeberapa Negara Arab seperti Palestina, Syria, Libanon dan Mesir. Di
Kairo lah, sekitar tahun 1933, penulis buku ini menceritakan pengalaman
" diskusinya" dengan seorang Missionaris Kristen Dr. Philips seorang
Pendeta Kristen yang gigih menjalankan Misinya di Mesir. Apa yang
mereka diskusikan? Ada tiga masalah pokok yang ditampilkan oleh
Mubaligh Ahmadiyah itu dan disetujui pula oleh Dr. Philips untuk
diperbincangkan dalam diskusi itu.
1. Apakah, kecuali Yesus Al masih ,ada orang yang tidak berdosa?
2. Apakah Yesus Al-Masih itu Tuhan Hakiki?
3. Benarkah Yesus Al-Masih mati diatas salib?
Didalam Kristen Kepercayaan akan adanya Penebusan Dosa merupakan sendi
dari Iman Kristen. Semua manusia berdosa adanya dan seorangpun tidak
ada yang bebas dari dosa. Oleh karena semuanya berdosa maka sangat
diperlukan seorang Penebus Dosa dan Juru Selamat yang harus bersih dari
dosa itu. Karena semua manusia secara turun temurun sudah bergelimang
dalam dosa maka diantara mereka tak ada seorangpun yang layak dapat
menebus dosa . Namun Yesus adalah Tuhan. Dia menjelma dalam bentuk
jasad seorang manusia. Karena dia bukanlah turunan Adam sehingga dia
tidak mewarisi dosa Adam sehingga dia dapat menggantikan kerugian
manusia dan menawarkan diri jadi penebus dosa. Itulah yang dikemukakan
oleh Dr. Philip kepada Abul Ata Jalandhari untuk ditanggapi dalam
perbincangan yang pertama.
Ada dua kali perdebatan terjadi diantara kedua Missionaris itu. Sang
Muballgh Ahmadiyah itu membantah pendapat itu dengan mengutip beberapa
ayat dari Perjanjian Baru yang antara lain sbb: "Sebab tidak pernah
nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi dorongan Roh Kudus,
orang-orang berbicara atas nama Allah (Surat Petrus Yang Kedua 1:21).
Ayat yang lain adalah dikutip dari Matius 5:10-12 yang bunyinya sbb:
"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab Kebenaran, karena
merekalahyang empunya Kerajaan Sorga.... sebab demikian juga telah
dianiaya nabi-nabi sebelum kamu."
Ada tujuh ayat dikutip oleh Abul Atha dari Kitab Perjanjian Baru,
tetapi dalam resensi ini kami cantumkan dua ayat saja. Ayat-ayat ini
dijadikan oleh Abul Atha untuk membantah keyakinan Dr. Philips yang
menyatakan semua manusia itu berdosa kecuali Yesus. Betapa ayat-ayat
ini secara gamblang, kata sang Muballigh telah mengungkapkan bahwa para
Nabi itu adalah juga orang suci dan tak berdosa. Mereka telah
diciptakan oleh Allah dan adalah penghuni kerajaan-Nya . Syaitan tidak
pernah menyentuh mereka . Mereka dianiya demi mempertahankan ketakwaan
mereka . Adalah jelas orang, orang yang mencapai martabat rohani
seperti itu tidak mungkin berbuat dosa. (halaman 13).
Ketuhanan Yesus Al-Masih adalah perbincangan kedua yang mereka lakukan.
Menurut ajaran Kristen seperti yang diuraikan oleh Dr. Philip adalah
bahwa Yesus Al-Masih adalah anak Tuhan dan anak Allah karena dia
dilahirkan tanpa bapak. Didalam Perjanjian Baru banyak sekali
disebutkan kata "Anak Tuhan" yang tidak lain direfer untuk Yesus.
Perjanjian Lama juga dengan jelas mengtakan bahwa Al-masih adalah Tuhan
dan Rabb. Dengan mengutip Perjanjian Lama Kitab Yesaya 7:14,15, yang
berbunyi sbb:
"Sebab itu Tuhan sendiri yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda:
Sesungguhnya seorang perempuan m,uda mengandung dan akan melahirkan
seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. ia akan
makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang
baik.", Dr. Philip memperkuat hujjahnya mengenai Ketuhanan Yesus.
Apa jawab Abul Atha mengenai hal ini? Ayat-Ayat Perjanjian Baru,
terutama yang dikutip oleh Dr. Philip tidak dapatlah diartikan secara
harfiah dan harus diartikan secara kiasan. Ada dua contoh dikemukakan
oleh Abul Atha yang menunjang asumsinya itu:
1. Yesus sendiri menafsirkan istilah Anak Tuhan yang menyatakan bahwa
kedudukannya tidak melebihi nabi-nabi lainnya, malahan nampak lebih
rendah dibandingkan dengan beberapa nabi yang lain . Dikatakan oleh
beliau: "Aku dan Bapa adalah satu." Sekali lagi orang-orang Yahudi
mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka:
"Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapaku yang kuperlihatkan
kepadamu , pekerjaan manakah diantaranya yang menyebabkan kamu mau
melempar Aku?". Jawab orang -orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu
pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau
Engkau menghujat Allah dengan menyamakan diriMU dengan Allah." Kata
Yesus lagi: "Tidakkah ada tertulis dalam Kitab Taurat kamu : Aku
berfirman : Kamu adalah Allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu
disampaikan, disebut Allah-sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan -,
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang
telah diutusNya kedalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah
berkata: Aku Anak Allah? (Yohannes 10:30-36).
Adalah jelas bahwa orang Yahudi memandang Yesus sebagai seorang manusia
yang berbohong karena mengaku dirinya sebagai Tuhan. Sekiranya dia
sebenarnya Tuhan , dia tentunya mengaku terus terang bahwa dia memang
Tuhan. Namun dia menjawab bahwa tentang para Nabi-Nabi dan orang-orang
suci dimasa lalu dikatakan : "Kamu tuhan." Karena itu , apa salahnya
kalau dia mengatakan dia" Anak Tuhan" dalam artian, sebagaimana halnya
Nabi-Nabi masa lalu disebut Tuhan. Dalam artian seperti itulah Yesus
juga disebut anak Tuhan,secara kiasan, bukan harfiah, bukan dalam arti
hakiki.
2. Kata "Anak Tuhan" banyak sekali digunakan oleh Bibel untuk orang
lain. Abul Atha mengutipnya dalam buku ini sbb: " Maka engkau harus
berkata kepada Fir'aun: Beginilah Firman TUHAN: Israel ialah anakku,
anakKu yang sulung"(Keluaran 4:22). Adapun beberapa ayat lain yang
dikutip oleh Missionaris Jemaat Ahmadiyah ini untuk memperkuat
hujjahnya mengenai Ketidak Tuhanan Yesus yang dihadapkannya kepada Dr.
Philips adalah Keluaran 4:22; Ulangan 14:1; Mazmur 68:6; II Samuel
7:13,14, ; I Tawarikh 28:6 dan 22:10; Matius 5;19; Matius 5:45, Matius
23:9 dst.....sampai 19 items. Semua ayat yang dikutip itu begitu
jelasnya bagaikan terangnya siang bolong seperti dikatakan Abul Atha,
dimana Bibel sendiri menyebutkan kata Anak dalam artian kasih sayang
semata . Dan tidak diragukan lagi Al-Masih atau Yesus adalah seorang
Nabi yang dikasihi Tuhan . (halaman 31 dan 35).
Benarkah Yesus atau Al-Masih mati ditiang salib sebagai Penebus Dosa
manusia? Masalah ini merupakan masalah yang penting diantara orang-
orang Islam dengan orang-orang Kristen. Bila terjadi percakapan
mengenai keagamaan dengan seorang gerejawan, biasanya dia memulai
dengan ucapan:"Lihatlah, meskipun terdapat permusuhan yang sangat tajam
antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen, keduanya sepakat
bahwa Yesus mati ditiang salib dan dokumen-dokumen Roma juga
membuktikannya. Tetapi enam ratus tahun sesudah Al-Masih atau Yesus
pergi, di Gurun Sahara Arab muncul satu orang dan bertentangan dengan
pandangan seluruh dunia , dia mengumumkan : Al-masih tidak mati atau
dibunuh diatas palang salib. Apakah kata-kata orang ini dapat
dipercaya?
Abul Atha dalam buku ini menjawab pertanyaan gerejawan tsb bahwa
sesungguhnya kata-kata itu adalah benar. Sayang orang yang menentang
tidak memahaminya. Rasulullah SAW adalah seorang ummi (buta aksara),
kendatipun demikian berbeda dengan kepercayaan semua bangsa dan kaum,
Muhammad SAW membuktikan pernyataan nya dengan dalil-dalil yang tidak
terbantah kan. Hal ini adalah mukjizatnya yang besar dan merupakan
bukti pula atas kebenaran pengakuan beliau itu. Demikian Abul Atha
mencoba membantah dasar-dasar yang menjadi Iman Kristiani ini.
Berbeda dengan keyakinan mayoritas Mainstream Islam diseluruh dunia
yang mengatakan bahwa Yesus tidak mati ditiang salib tetapi diangkat
Allah dengan jasadnya kelangit, sedangkan yang yang disalib adalah si
Yudas pengkhianat itu yang wajahnya diserupakan dengan Al-Masih. Abul
Atha mengatakan bahwa memang Yesus itu yang disalib (jadi bukan Si
Yudas Iskariot sebagaimana yang diyakini mayoritas Mainstream Islam
ini), tetapi tidak dia mati ditiang salib sebagaimana yang diyakini
oleh orang-orang Kristen dan Yahudi itu. Dia hanya pingsan, kata
Missonaris Ahmadiyah ini. Allah lah yang menyelamatkan dia dari
kematian terkutuk itu. Untuk itu Abul Atha mengemukakan ayat-ayat
Perjanjian Baru sbb:
"Jawabannya kepada mereka : Angkatan yang jahat dan tidak setia ini
menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda
selain tanda Nabi yunus . sebab seperti Yunus tinggal didalam perut
tiga hari tiga malam , demikian juga Anak manusia akan tinggal dalam
rahim bumi tiga hari tiga malam" (Matius 12:39,40). Untuk mengetahui
apakah Nabi Yunus tetap hidup dalam perut ikan atau mati bisa dibaca
sbb: "Yunus tinggal dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya.
Berdo'alah Yunus kepada TUHAN Allahnya, dari perut ikan hiu." (Yunus
1:17 dan 2:1).
Yesus telah memberikan contoh mukjizatnya Nabi Yunus sebagai peganganan
bagi keturunannya dan ini jelas bahwa Yunus masuk dalam perut ikan
dalam keadaan hidup, tinggal dalam perut ikan dalam keadaan hidup,
kemudian keluar dari perut ikan juga dalam keadaan hidup. Tidak ada
satupun diantara orang Kristen berkeyakinan bahwa Nabi Yunus mati dalam
perut ikan sebagaimana matinya Yesus ditiang salib yang kemudian
dimasukkan kedalam rahim bumi juga dalam keadaan mati. Jadi Yesus
menurut ayat-ayat Perjanjian Barupun dimasukkan kedalam kubur dalam
keadaan masih hidup dan dikeluarkan juga dalam keadaan hidup. Kalau
tidak janji Yesus dan satu-satunya mukjizatnya akan sia-sia. (halaman
50-51).
Bukti-bukti ilmiah lainnya yang ditampilkan oleh Abul Atha adalah
kutipan dari Yohannes 19:34 yang mengisahkan penyaliban Yesus. " tetapi
seorang dari antara prajurit itu menikam lambungnya dengan tombak, dan
segera mengalir keluar darah dan air." (Yohanes 19:34). Dari perkataan
dan kesaksian prajurit ini nampak jelas bahwa dia meragukan kematian
Yesus dan dia pada hakikatnya tidak mengerti tentang tindakan
kebijaksanaan dan taktik Pilatus. Oleh karena itulah ketika dia menikam
lambung Yesus maka keluarlah darah dan air. Ilmu kedokteran masa
kinipun tidak bisa membantah bahwa keluarnya darah dan air itu adalah
suatu bukti bahwa jantung Yesus masih berdenyut dan hayat belumlah
meninggalkan jasadnya. Bagimanapun perbuatan prajurit itu menunjukkan
Yesus sebenarnya dalam keadaan pingsan, bukan mati . Inilah yang
sebenarnya. (halaman 76).
Itulah tiga masalah pokok yang didisksikan oleh kedua Missionaris itu.
Akhirnya tidak ada titik temu diantara keduanya. Dan mereka tetap dalam
iman masing-masing. Baik Abul Atha ataupun Dr. Philip tetap melihat
ayat-ayat Bibel yang dijadikan sandaran hujjah masing-masing dengan
kacamata iman yang berbeda. Keseluruhan buku ini adalah senjata yang
ampuh bagi orang-orang Ahmadi dalam mengembangkan misinya dimana-mana.
Dan bagi orang-orang Kristen ini adalah suatu masukan baru sebagai
INTERNAL CHECK terhadap keyakinan mereka. Sebuah gugatan terhadap iman
mereka sebagaimana dikatakan Abul Atha pada pengantar buku ini.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Nadri Saaduddin,
Jalan Rambutan B-32
Telp. (+62-0765) 93072
Duri 28884,
Riau Daratan, INDONESIA
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
----------------------------------------------------------------------------
---------------------------
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!