Ah, bung NADRI, rupanya Anda masih belum berubah. Rupanya dari dulu Anda
masih senang "berkutu loncat" dari milis satu ke milis lainnya dengan teknik
HIT AND RUN Anda yang populer itu ya. Dan rupanya perjuangan Anda sebagai
seorang Ahmadiyah sangat tegar juga ya.
Ah, saya ingat sekali sewaktu Anda tidak pernah membalas ajakan diskusi dari
teman lainnya sehingga semua orang mengambil kesimpulan bahwa tujuan Anda
bukan untuk kebaikan supaya kita semua dapat belajar bersama tetapi justru
tujuan Anda adalah negatif dan sempit sekali. Ah...sayang....
Tetapi sikap saya juga belum berubah terhadap tulisan Anda yang model
beginian yaitu:
1.Lebih baik Anda posting tulisan macam beginian ke milis spiritual sehingga
dapat didiskusikan bersama (itu kalau Anda memang mau berdiskusi sehat lho)
2.Tulisan Anda tidak membuat perbaikan pada hubungan antar agama tetapi
justru sebaliknya.
Salam,
tedy the kion
NB: Eh bung Nadri, saya ada pertanyaan nih.
Tentunya semua pemeluk agama akan mengatakan bahwa agamanya adalah yang
benar dan orang beragama lain tentunya dapat mengatakan suatu
"ketidakbenaran" tentang agama yang lainnya. Nah, kira-kira jika Anda
sebagai pemeluk agama yang lain dari yang Anda anut sekarang ini, apa ya
menurut Anda kelemahan/kesalahan agama yang Anda peluk sekarang ini?
> -----Original Message-----
> From: Nadri Saadudin [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 24 Februari 1999 7:09
> To: '[EMAIL PROTECTED]'
> Cc: '[EMAIL PROTECTED]'; 'reform order'
> Subject: [Kuli Tinta] [1/15] ISA AL MASIH DALAM AL-QUR'AN DAN BIBEL.....
>
>
> [1/15] ISA AL MASIH DALAM AL-QUR'AN DAN BIBEL.....
>
> Bismillahirrahmanirrahim
> Assalamu'alaikum wr.wb.
>
> Topik pertama:
> Ajaran tanpa bukti dan do'a Nabi Isa didengarkan Tuhan.................
>
> Ajaran-ajaran pokok agama Kristen terdiri dari empat masalah penting
> yang bisa diringkaskan sebagai berikut.
>
> 1. Kematian Yesus atau Nabi Isa diatas salib.
> 2. Kebangkitannya pada hari ketiga.
> 3. Kenaikannya secara jasmani kelangit.
> 4. Kedatangannya kedua kalinya kebumi ini untuk menghakimi manusia.
>
> Kendatipun orang-orang Kristen dengan kata-katanya masih mempercayai
> ajaran-ajaran ini, namun pada masa sekarang ini,sedikit sekali diantara
> para Cendekiawannya bahkan di Negeri Kristen sendiri mempercayai ajaran
> kayakinan ini atau berani mengemukakan bukti-bukti sejarah yang
> menunjang dari peristiwa yang dilukiskan itu. Malahan pertimbangan-
> pertimbangan sementarapun tidak ada dikemukakan mereka untuk menguatkan
> anggapan mereka terhadap kematian Yesus diatas salib itu. Dan tidak
> ada juga sekeping buktipun yang menunjang peristiwa yang tidak sesuai
> dengan hukum alam tentang hidupnya kembali setelah kematian yang
> disangkakan itu, berikut kenaikannya keatas langit yang selanjutnya
> sekarang berada pula disebelah kanan Allah Bapa di Sorga, sebagaimana
> yang diimani oleh kaum Kristen.
>
> Malahan Injil-injil sendiripun menyediakan bantahan-bantahan yang
> sangat keras terhadap ajaran-ajaran itu. Menurut iman Kristiani ialah
> bahwa Isa selaku anak Tuhan telah datang kepermukkan bumi dalam wujud
> seorang manusia untuk memikul dosa yang diwarisi dari Adam secara turun-
> temurun dan sekali gus menebusnya diatas salib dengan kematiannya.
> Orang yang mengimani adanya penebusan ini akan terbebas dari dosa itu
> dan akan memperoleh keselamatan.Oleh karena Yesus adalah "anak Tuhan"
> maka ia sendiri adalah Tuhan dan kematiannya diatas salib adalah demi
> kepentingan manusia dan ia berada dalam keadaan itu selama tiga hari
> untuk menenbus dosa manusia. Kemudian ia hidup kembali dihari ketiga
> dan naik kelangit dengan tubuh kasarnya yang selanjutnya akan turun
> kebumi pada masa mendatang untuk menghakimi manusia.
>
> Tidak satupun dari perkataan dan ajaran asli Yesus itu yang menunjang
> atau membenarkan salah satu dari empat kepercayaan pokok itu. Menurut
> pengakuan Yesus sendiri bahwa ia hanya seorang Nabi dibangkitkan dalam
> kaum Israil, terutama sekali untuk memimpin segala domba yang sesat
> dari antara Bani Israil......(Matius 15:24). Sekiranya benar bahwa ia
> adalah Tuhan dan tujuan keberadaannya dibumi ini hanya semata-mata
> untuk menebus dosa manusia diatas salib, maka ia tidak akan kan mendo'a
> dengan sangat gelisah, dan meminta murid-muridnya agar mendo'a juga di
> dalam Taman Getsemani supaya kalau mungkin cawan (kematian diatas
> salib) dihindarkan dari padanya...(Matius 26:39).
>
> Yesus meyakini juga bahwa Tuhan telah mendengar dan mengabulkan
> do'anya. Seandainya tujuan kedatangannya semata-mata untuk menebus dosa
> manusia dengan kematiannya diatas salib, apa gunanya doa dengan sangat
> gelisah supaya terhindar dari kematian semacam itu diutarakannya
> kepada Tuhan? Do'a ini juga merupakan bantahan yang sempurna terhadap
> seluruh tujuan kedatangannya yang disangkakan itu.
>
> Ia pasti telah menerima jaminan dari Tuhan untuk kelepasannya dari
> maut, sebagai jawaban terhadap do'anya ....( Iberani 5:7). Karena itu
> selaku seorang manusia yang ketika itu melihat dirinya diatas salib,
> bahwa segala harapan akan terhindarnya ia dari kematian diatas salib
> yang penuh kehinaan dan kesedihan itu tampak telah "lenyap" , maka ia
> ditimpa rasa kecemasan, kalau-kalau beberapa kesalahannya sendiri telah
> menggagalkan maksud Tuhan untuk menyelamatkannya, untuk mana ia telah
> memperoleh jaminan sesudah do'anya di Taman Getsemani itu. Kecemasan
> ini ini menimbulkan kegelisahan baru sehingga ia berseru: "Ya Tuhanku,
> ya Tuhanku, apakah sebabnya engkau meninggalkan aku?"......(Matius
> 27:46).
>
> Sekiranya kematian Yesus diatas salib adalah untuk meyempurnakan maksud
> pengutusannya kepada manusia, maka kematian yang kini sudah kedalam
> alam tak sadar tentunya, tentulah ia akan memenuhinya dengan rasa
> gembira, bahwa kini ia hampir-hampir memenuhi maksud kedatangannya, dan
> dalam beberapa jam lagi maksud itu akan dicapai seluruhnya. Kalau
> inilah yang sebenarnya, maka seruannya tidaklah merupakan kegelisahan
> dan hampir-hampir putus asa , tetapi akan merupakan seruan kegembiraan.
> Ia seharusnya meyerukan untuk : "Untung benar! Untung benar! Maksud
> sudah sampai. Manusia-manusia telah selamat karena aku", dan bukan
> menyerukan : "Ya, Tuhan ku, ya Tuhanku apakah sebabnya Engkau
> meninggalkan aku?"
>
> Sekiranya ia betul mati diatas salib dan kemudian hidup kembali maka ia
> akan pergi kesuatu tempat tinggi yang baik di Yerusalem dan mengumumkan
> kemenangannya atas kematian kepada kaum Yahudi yang tidak percaya, dan
> dengan mengumumkan bukti yang tidak terbantah ini, tentang ia anak
> Tuhan, ia akan mengundang mereka untuk mempercayainya. Dan ini
> ternyata tidak dilaksanakannya.
>
> Sebaliknya ia menemui murid-muridnya beberapa kali untuk meyakinkan
> mereka, bahwa ia "tidak mati" diatas salib, tidak menjadi "terkutuk"
> dan masih hidup dengan tubuh kasarnya...(Lukas 24:39,40). Ia berusaha
> keras menemui murid-muridnya dengan rahasia dan kadang-kadang ia
> menukar rupanya sampai mereka tidak mengenalnya ..... (Markus 16:12).
> Tidak ada sebuah sebuah catatan apapun yang menerangkan bahwa ada
> seorang Yahudi atau kafir sezamannya yang percaya kepadanya oleh karena
> ia dan kemudian hidup kembali . Sekiranya yang demikian itu memang
> benar, keajaiban apa lagi yang lebih besar dari itu yang diinginkan
> seseorang untuk dilihat?
>
> bersambung,
>
> Wassalamu'alaikum wr.wb.
>
> Nadri Saaduddin,
> Jalan Rambutan B-32
> Telp. (+62-0765) 93072
> Duri 28884,
> Riau Daratan, INDONESIA
> ------------------------------------------------------------------
> ----------
> ---------------------------
> THERE IS NO GOD BESIDE ALLAH AND MUHAMMAD SAW IS HIS MESSENGER...
> LOVE FOR ALL, HATRED FOR NONE....!
> Hearken! The Messiah Has Come, The Messiah Has Come....
> For further details contact Ahmadiyya Mission anywhere over the world.
> ------------------------------------------------------------------
> ----------
> ---------------------------
>
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!