http://www.beritabuana.co.id/06031999/06031999_2.html Diingatkannya, perlu dikaji ulang bahwa runtutan terjadinya kerusuhan itu mulai timbul sejak kampanye 1997. Mulai dari Situbondo, jalur Pantura, Tasikmalaya, sampai ke Jabotabek. Setelah itu, di era reformasi, terjadi kasus Bayuwangi, Ketapang, Kupang dan Maluku. "Para provokator itu terlihat begitu terorganisasi dan tangguh. Berarti, justru ada kekuatan besar yang harus dilawan Pangab yang didukung semua lapisan masyarakat," lanjutnya. --------------------------------------------------------------- KOMENTAR: "trend" menggunakan *preman bayaran* dimulai saat penyerbuan 27 Juli 1996, sejak itu jadi kebiasaan :-(. Bukan berarti dalangnya persis sama dg 27 Juli, tapi dari sini bisa ditarik benang merahnya. Saat itu yg dikorbankan adl Letjen Suyono. Pada Mei 1998 yg dikorbankan adl Prabowo. Mungkin Prabowo juga berbuat, tapi tidak sebesar itu. Di Semanggi dan Maluku, Wiranto yg akan dikorbankan. Mungkinkah mesin di balik 27 Juli, kerusuhan berkedok etnis agama 1997, 13-14 Mei, 13 Nov, Banyuwangi, Ketapang, Kupang, Maluku, berkaitan? Jangan2 dulu Prabowo cuma orang yg dikorbankan dan sekarang siapa yg teriak2 minta Wiranto turun? Jangan2 targetnya itu, dulu minta Prabowo mundur, sekarang targetnya Wiranto yg harus mundur. --------------------------------------------------------------- "Harus dicari akar permasalahan penyebab kerusuhan itu yang tak kunjung berhenti. Artinya, Wiranto justru harus didukung sekuat tenaga agar mampu menumpas penyebab kerusuhan itu. Bukan justru diganti. Apakah setiap penggantian akan memberikan penyelesaian dari segala hal?" tanya Farida. Menurut Aisyah, saat menjelang Pemilu 1999, posisi Wiranto justru harus diperkuat agar mampu mencegah kerusuhan berdarah yang ditakutkan akan terjadi selama musim kampanye. "Jadi, sekali lagi, penggantian Wiranto bukan solusi terbaik," lanjutnya. http://www.beritabuana.co.id/06031999/06031999_1.html "Menurut saya, Habibie justru akan 'dihabisi' di dalam negeri oleh orang-orang dekatnya sendiri. Soalnya, ia terburu-buru dalam membentuk kabinet. Karena itu, ia akan dikerjai oleh orang-orang dalam kabinetnya sendiri," tandas Manai. "Habibie harus menyadari bahwa tak kunjung selesainya kasus di Ambon merupakan bukti ada penguasa yang dekat dengannya sedang 'bermain'. Akibatnya, ada segelintir aparat yang tak mau menumpas kerusuhan di Ambon secara total. "Ikuti saja perkembangannya. Saya yakin Habibie akan dijatuhkan orang-orang dekatnya, bukan CIA," lanjutnya. ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
