Kabarnya,  ada orang2 didalam kabinet yang memang telah diberikan amplop
oleh para konglomerat yang bank nya terlikuidasi, dan ini terjadi sewaktu
para konglomerat ramai2 melobi utk dapat ikut rekap,  sehingga ini juga yang
membuat DOT  seakan tidak mudah dikeluarkan  karena alasan HAM dan Hukum,
sehingga memberikan waktu kepada konglomerat tsb utk melakukan persiapan2
kabur....
Kenapa likuidasi/beku operasi terdahulu dengan mudahnya orang2 dicekal,
sekarang kok sulit sih ???
adakah yang tahu jawabannya ??
-----Original Message-----
From: Michael M. Tjahjono <[EMAIL PROTECTED]>
To: Tan Djoe Peng <[EMAIL PROTECTED]>; Jimmy Sadeli
<[EMAIL PROTECTED]>; Herman K <[EMAIL PROTECTED]>; Maria S Tjokro
<[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, March 21, 1999 9:42 PM
Subject: Fw: Main mata Ical dan Ginandjar


>
>
>
>>
>>Date: Wednesday, 17 March 1999 7:06
>>Subject: Main mata Ical dan Ginandjar
>>
>>
>>NAMA BAIK ICAL DISELAMATKAN GINANDJAR
>>JAKARTA (SiaR, 16/3/99), Nama baik Aburizal Bakrie diselamatkan pemerintah
>>dalam tindakanl likuidasi 38 bank swasta Sabtu (13/3) lalu.  Sumber SiaR
di
>>Bank Indonesia menyebutkan, penundaan likuidasi selama dua minggu oleh
>Menko
>>Ekuin, Ginandjar Kartasasmita, itu memang untuk menyelamatkan Bank Nusa
>>Nasional (BNN) milik Aburizal Bakrie dari likuidasi.  BNN tidak bisa
>>sepenuhnya menyelamatkan diri dan ikut program rekapitalisasi seperti
>>sembilan bank lainnya.
>>Pemerintah akhirnya hanya bisa membantu menyelamatkan nama baik Aburizal
>>dari daftar orang tercela (DOT) dengan mengambilalih BNN.
>>Dengan keputusan itu Ical, panggilan akrab pengusaha Golkar yang dekat
>>dengan Ginandjar itu, kehilangan banknya dan harus merelakan banknya
>>dimiliki pemerintah. Namun pilihan itu cukup menguntungkan baginya karena
>>BNN seharusnya masuk dalam daftar bank yang dilikuidasi.
>>Dibandingkan dengan Bank Papan Sejahtera (BPS) yang sebagian sahamnya
>>dimilik Gus Dur, BNN sebenarnya tak memiliki manfaat ekonomi dan sosial.
>>"Seharusnya yang lebih pantas diselamatkan bukan BNN namun BPS karena bank
>>ini memiliki retail, terutama di bidang kredit perumahan yang luas. Nah,
>apa
>>jasa BNN di dunia perbankan?" ujar seorang mantan bankir.
>>Kalangan bankir yang tak puas dengan keputusan pemerintah melikuidasi 38
>>bank juga heran dengan lolosnya BNN dari likuidasi dan malah diambilalih
>>pemerintah. Mereka juga berpendapat, BNN tak pantas diselamatkan karena
>>masih ada beberapa bank yang lebih pantas diselamatkan. "Ini jelas karena
>>pertimbangan perkoncoan," ujar seorang bankir.
>>Mantan bankir yang dikutip tersebut mengatakan hanya untuk meyelamatkan
>>sebuah bank yang pemiliknya dekat dengan kekuasaan, pemerintah harus
>menunda
>>likuidasi dua minggu yang mengakibatkan makin turunnya kepercayaan,
>kerugian
>>triliunan rupiah karena negative spread selama dua minggu itu dan jatuhnya
>>nilai rupiah terhadap dolar.
>>"Ini jelas tak benar. Hanya untuk kepentingan Bakrie, negara harus
>>mengeluarkan uang triliunan rupiah untuk nomoboki negative spread dan
>>intervensi untuk mengangkat kembali nilai rupiah," ujarnya.***
>>
>>
>>
>>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke