Maksudnya "tanah batak" itu saya? Kalau itu maksudnya berarti anda salah
alamat. Saya lahir di Jakarta dan tanah air saya, tumpah darah saya adalah
tanah Indonesia. Mudah-mudahan penyebutan "tanah batak" itu bukan karena
anda kurang mengerti keindonesiaan.
Mungkin dalilnya kurang..., ada 100 dalil atau 1000 sekalian, saya rasa bisa
dibuat/dikarang kan? Nih, saya tambahin satu deh:
TIDAK BERPENGALAMAN MENJADI PRESIDEN (ini dalil paten buat pendukung
Habibie)
Kalau bagi saya, hanya satu dalil untuk menjadi Presiden RI: "Dipilih dan
dipercaya rakyat"! dalam pemilu yang jurdil dan demokratis (siapapun
orangnya).
------------------------Martin Manurung-----------------------------
[EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
____________________________________________
"Love your enemies, do good to those who hate you"
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 09 April 1999 14:14
Subject: [Kuli Tinta] 15 dalil mega tidak bisa jadi presiden
Saya baru dapat posting yang menarik dari
http://indomailling.virtualave.net
mungkin ini menarik buat anda...terutama bung dari tanah batak
#########################
15 DALIL KENAPA MEGAWATI TIDAK BISA JADI PRESIDEN
( Dari 25 Dalil
yang ada )
1. Belum memiliki kapasitas sebagai Presiden
2. Nama besar karena anak Sukarno
3. Nama besar karena dibesar-besarkan kelompok tertentu
DISINI 3 FOTO MEGAWATI
4. Tidak memiliki Qua Intelektual
SEDANG SEMBAHYANG DI
5. Belum memperlihatkan visi kenegaraan yang jelas
PURE HINDU BALI, DAN SE
6. Belum teruji sebagai pemimpin sebenarnya
DANG DIBABTIS AIR SUCI
7. Aqidah tidak jelas/ KeIslaman yang sangat dangka
8. Sulit diterima oleh mayoritas kalangan Islam
9. Sulit diterima oleh kalangan ABRI
10. Berpotensi diperalat negara asing
11. Berpotensi menjadi pemimpin Boneka
12. Berpotensi menimbulkan Disintegrasi Bangsa
13. Berpotensi melakukan balas dendam keluarga
14. Memiliki sikap Demokratis Semu
15. Bukan Tokoh REFORMASI
Penjelasan item
1. Kemampuan yang diperlihatkan selama ini belum memperlihatkan kualitas
yang pantas sebagai seorang calon presiden. Belum memiliki sifat Negarawan,
baru kelas politisi
2. Sebagai anak mantan presiden Sukarno, Mega ternaung dibawah nama besar
bapaknya.
3. Berbagai kelompok kepentingan yang merasa tidak mampu tampil kepermukaan
diera ORBA, membesar-besarkan Mega , dan menjadikannya sebagai bumper.
4. Ide-ide ataupun gagasan-gagasan yang dilontarkan tidak memperlihatkan
kemampuan Intelektual. Disamping latar belakang pendidikannya. (Hanya
sekolah menengah)
5. Selama ini belum ada memperlihatkan Visi kenegaraan yang jelas.
Persoalan yang dibicarakan hanya skope organisasinya saja. (Tidak punya
konsep yang jelas bagaimana Indonesia masa depan)
6. Karena dijadikan bumper, maka Mega dipelihara sebagai pimpinan partai.
Sehingga kepemimpinannya yang sebenarnya belum terlihat. Menyelesaikan
konflik Organisasi PDI saja tidak mampu, apalagi harus berkomunikasi dengan
fihak lain. (Dibesar-besarkan media Masa dan kelompok kepentingan saja)
7. Dalam kehidupan sprituilnya, disamping memeluk agama Islam Mega juga
mengamalkan ajaran agama lain.
8. Dengan memiliki aqidah ganda, Ummat Islam mayoritas tidak bisa
menerimanya sebagai pemimpin.
9. Karena dilingkungi oleh berbagai kelompok kepentingan yang sakit hati,
tidak puas, mengakibatkan pemerintahan yang akan dibentuknya akan melakukan
balas dendam politik. Sehingga akan mengakibatkan perpecahan bangsa. ABRI
tidak akan membiarkan ini.
10. Sebagai pemimpin yang lemah, maka Mega banyak menyandarkan diri
kenegara asing, dan kelemahan kepemimpinannya membuat ia berpotensi
diperalat oleh negara asing.
11. Kelemahan visi dan kepemimpinannya, membuat Mega akan menjadi pemimpin
boneka. Sebagai Negara Kesatuan, Indonesia memerlukan tipe kepemimpinan
yang kuat, bukan sekedar kemampuan menejerial seperti pada negara bagian
(Federal)
12. Kelemahan kepemimpinan serta ditunggangi berbagai kelompok kepentingan
membuat kebijakan-kebijakan yang akan dilahirkan berpotensi menimbulkan
disintergrasi bangsa. ( contoh kasus AM Saefuddin)
13. Sebagai anak Bung Karno yang dirasakan dizalimi oleh rezim Orde Baru,
maka naiknya Mega berpotensi akan melakukan balas dendam Politik. (Secara
vokal memang memperlihatkan sifat yang arief, seperti tidak ingin menghujat
Suharto, namun dalam tindakan terus mengejar kasus 27 Juli yang ujungnya
adalah mengadili Suharto dan pemimpin lainnya. (memiliki masa yang bringas)
14. Sikap demokratis hanya dalam slogan, dalam tindakan banyak yang
bertentangan dengan slogannya itu. Mega cendrung membiarkan saja tindakan a
Demokratis dari para pengikutnya. Contoh ketika pengikutnya melakukan
teror, serta intimidasi terhadap PDI yang akan berkongres di Palu. Bahkan
ingin melakukan penculikan2 dalam upaya memaksakan kehendak mereka. (
sangat bertentangan dengan azas demokrasi )
15. Selama perjuangan Reformasi, Mega diam dan tidak tampil mendukung,
bahkan meminta jangan menghujat Suharto. (Setelah Reformasi Mega juga
nggak punya peran (tidak mampu atau tidak setuju dgn reformasi ?)
_____________________________________________________
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!